Rabu, 02 Desember 2015

Perkenalkan Ssam, Nasi Bungkus Ala Korea


Kemarin waktu makan di sebuah restoran Korea di daerah Jakarta Barat, kami memesan satu menu daging sapi yang langsung di-grill di semacam wajan yang ada di meja kami. Pertama-tama sang pelayan menyiapkan arang dan kemudian membawa satu piring yang berisi daging sapi yang kelihatannya masih segar, beberapa iris bawang bombay, satu jamur utuh, beberapa potong kentang, paprika hijau, dan paprika merah.

Ada satu piring lagi yang dia bawa kemudian. Isinya berbeda, yaitu daun selada, daun perilla, beberapa potong bawang putih yang besar, dan cabai hijau.


Isi semua piring pertama kemudian dipanggang, mulai dari daging, jamur, hingga paprika. Tenang saja mekipun dimasak di depan kamu, asapnya langsung disedot oleh belalai yang ada di atas pemanggang tersebut. Jadi, dijamin rambut kamu tetap wangi dan tak bau asap.


Karena sambil ngobrol naglor-ngidul, tak terasa semuanya telah masak dengan sempurna. Pelayan dengan sigap memotong daging menjadi potongan kecil-kecil, begitu juga dengan jamur. Bawang bombay, paprika hijau, dan paprika merah disusun rapi di atas piring yang sama.

Semuanya sudah siap, mari kita makan!


Saya mengambil satu lembar daun selada, daun perilla, bawang putih, nasi putih, dan daging panggang. Semuanya saya tumpuk rapi sehingga cantik kelihatannya. Saya kemudian menambahkan paprika merah agar warnanya menjadi semakin cantik.

Saya juga menambahkan bumbu-bumbu yang telah disediakan. Nasi bungkus siap dimakan. Mmmhhh.... cara makan khas Korea ini memberi cita rasa dan sensasi yang berbeda. Beda rasanya jika semua bahan tersebut dimakan satu per satu dengan menggunakan sendok. Rasa daging sapi yang gurih bergabung dengan rasa daun selada dan perelli. Bawang putih dan paprika menambah sensasi rasa.


Itulah yang disebut dengan nasi bungkus atau Ssam dalam bahasa Korea. Adegan makan seperti itu sering terlihat di berbagai film serial Korea yang romantis. Jadi, tak ada salahnya mencoba, apalagi sensasi rasanya tak bikin kecewa. Namun menurut pengalaman saya, kamu tak perlu menambahkan potongan bawang putih. Aduhhhhh, aromanya yang aduhai tak hilang selama dua hari. Itu sudah menjadi catatan saya jika lain kali berkesempatan makan di restoran Korea lagi.

Saya menamainya nasi bungkus ini dengan nama "nasi bungkus suka-suka". Mengapa demikian? Karena kamu bebas menambahkan makanan atau bumbu apa saja yang kamu suka yang sudah tersedia di atas meja. Jika sedang diet, tak perlu menambahkan nasi. Nasi bungkus juga bisa ditambahkan dengan potongan daging bulgogi atau juga kimchi dari lobak atau sawi putih.Anda juga bebasa jika ingin menambahkan kuahnya. Kamu juga bisa menambahkan berbagai Side Dish Gratisan ala Restoran Korea, mulai dari Algamja-Jorim, Sigeumchi Namul, hingga salad ala Korea.

Rasanya suka-suka saja sesuai dengan selera kamu. Selamat menikmati nasi bungkus suka-suka!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar