Tampilkan postingan dengan label chinese food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chinese food. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Fook Yew, Restoran Chinesse Food di Grand Indonesia


Kasus kopi es Vietnam di Olivier Cafe membuat kami  sangat kepo dengan cafe yang berada di West Mall Grand Indonesia. Oleh karena itu, akhir pekan kemarin menghadang macet yang sangat parah di tol Tangerang, akhirnya kami sampai di Grand Indonesia sudah mendekati pukul 20.30.  Baca juga Minum Es Kopi Vietnam di Olivier Grand Indonesia.

Awalnya kami berencana makan malam di Obura Soba, sebuah restoran Jepang yang berada di Lower Ground, sebelum nongkrong-nongkrong di Olivier. Namun ketika tak ada satu bangku kosong pun yang tersedia di sana, akhirnya kami memutuskan untuk pindah restoran lain.

Akhirnya setelah mondar-mandir di lantai 3A, kami pun masuk ke restoran Chinese food, Fook Yew. Tempatnya cukup luas dengan desain interior China tradisional. Di depan pintu yang melengkung ada kucing besar selamat datang. Pada saaat kami datang, restoran tampak tak terlalu ramai. Kami pun memilih duduk di dekat pintu .

Karena sedang imlek, atap-atap restoran dihias dengan lampion berwarna merah. Kursi yang terbuat dari kayu membuat restoran ini terkesan sederhana. Cukup nyaman duduk di restoran ini. 

Saatnya untuk memesan makanan. Kami memilih hanya menu makan yang ringan saja karena kami sudah banyak nyemil saat macet di jalan. Kami pun memilih empat jenis dimsum dan hanya satu porsi makanan berat, yaitu Hongkong Fried Seafood Noodle.
 

Turnip Cake (22K)
Ini adalah pilihan menu dimsum dari teman saya. Tadinya saya pikir turnip cake itu rasanya manis. Ternyata tidak. Turnip cake itu rasanya gurih. Menurutnya turnip cake terbuat dari lobak dengan tambahan bahan-bahan lainnya, seperti tepung beras, tepung maizena, dan sepertinya juga ada ebinya. Ebi memberi rasa turnip cake menjadi gurih. Turnip cake atau kue lobak dipotong menjadi bentuk segitiga. Satu porsi  isinya cukup banyak. I really like this  menu.
Kue lobak (dokumentasi pribadi)
Fook Yew Hakau (26K)
Dimsum Fook Yew lainnya adalah hakau. Dimsum dengan kulit putih yang begitu halus dan lembut dengan isian udang. Udangnya cukup besar dengan rasa yang segar dan gurih. Satu porsi isinya hanya empat buah yang ditempatkan dalam senuah wadah kayu kotak.

Hakau (dokumentasi pribadi)
Shanghai Flour Flavor Dumpling (22K)
Saya memilih menu ini karena warnanya lucu. Empat jenis dumpling dengan empat jenis warna, ungu, kuning, putih, dan hijau.Tampaknya hakau diberi zat pewarna yang alami. Selain warnanya yang berbeda, isi keempatnya juga berbeda. Ada yang isinya suwiran ayam dengan rasa jahe.  Ada yang isinya cacahan daging udang. Yang lainnya adalah daging cincang yang rasanya gurih. Ini pertama kalinya saya makan dimsum jenis ini. Empat dimsum warna-warni tersebut disajikan dalam sebuah mangkuk yang berisi kuah yang rasanya asam berwarna cokelat.

Dumpling (dokumentasi pribadi)
Deep Fried Prawn & Beancurd Roll (22K)
Ini salah satu favorit saya. Dimsum goreng dengan isi daging udang yang dicincang. Rasanya gurih dan garing. Deep fried prawn & beancurd roll disajikan dalam sebuah piring. Isi satu porsinya hanya empat buah. Setiap porsi dimsum disajikan dengan parutan acar wortel.

Salah satu dimsum (dokumentasi pribadi)
Hongkong Fried Seafood Noodle (58K)
Menu ini adalah satu-satunya menu yang cukup berat yang kami pesan. Mienya seperti sohun yang tampak bening berwarna cokelat karena dimasak dengan kecap. Hongkong Fried Seeafood Noodle disajikan dalam sebuah kardus berwana putih.

Hongkong Fried Seafood Noodle (dokumentasi pribadi)
Honey Toast
Setiap hari Fook Yee memberikan free food bagi para pengunjung yang mengungah foto ke instagram mereka. Jumat malam kemarin, free snack-nya adaah seporsi honey toast. Isinya empat potong dengan ukuran yang cukup besar. Jika dimakan hangat, yummy sekali. Apalagi jika  dimakan  bersama butter-nya.
Love it.
Makanan gratis dari Fook Yew (dokumentasi pribadi)
Fook Yew
Grand Indonesia Shopping Town Entertainment
District 3A No. 23, Grand Indonesia
Jl. M.H. Thamrin No.1 Jakarta Pusat

Senin, 18 Januari 2016

Nasi Siram Versus Kwetiauw Siram, Mana yang Paling Enak?

Ketika kemarin kami sudah makan Kwetiau Ahok. Baca juga Kwetiauw Ahok, terpikat karena nama restonya!  Masih berada di kawasan yang sama, ada tempat makan Chinese Food yang menjual jenis makanan yang sama. Tempatnya di kawasan kuliner bekas Permata Sport Club Karawaci. Nama restonya Chinese Food Aliong.

Ini merupakan tempat makan yang paling besar di sini. Kabarnya dulu tempat makan ini hanya menempati satu tempat, tetapi karena selalu penuh akhirnya sang pemilik membeli dua tempat lainnya yang berada di sebelahnya.

Ketika kami datang menjelang malam, tempat makan di sini belum seberapa ramai. Kami duduk di bangku panjang dengan meja kayu. Pelayan pun dengan sigap mendekati kami dan dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Hingga akhirnya kami memesan dua menu, yaitu nasi siram dan kwetiauw siram. Menurut seorang teman yang kerap makan di sini, dua menu tersebut merupakan makanan favorit di sini.

Tak berapa lama makanan kami datang. Pertama kwetiauw siram, selanjutnya nasi siram. Wowww, porsinya ternyata besar, terutama sekali nasi siramnya.  Nasi siram disajikan di atas sebuah piring bulat.


Saya pun segera mengaduk-aduk nasi siram pesanan saya. Hmmmm....  Di luar ekspektasi, tadinya saya pikir nasi siram adalah nasi putih yang disiram dengan toping yang kental. Ternyata tidak, nasi sepertinya digoreng terlebih dahulu bersama dengan telur yang cukup banyak. Barulah kemudian disiramkan toping dengan isi daging sapi dan daun sawi hijau.

Rasanya gurih dan enak. Namun yang terpenting, topingnya juga tidak pelit. Bagi saya porsi menu nasi siram ini terlalu banyak, apalagi sebelumnya saya telah menyantap satu potong Choi Pan dan risol isu bihun yang rasanya enak. Baca juga dari Choi Pan hingga Uyen, Mana yag Kamu Suka? Selain itu, saya juga sudah membeli putu bambu dan putu mayang yang belum sempat dimakan.

Akhirnya saya membagi menu tersebut dengan seorang teman. Saya rasa porsi setengah nasi siram sudah cukup bagi saya. Ini menu halal lho karena keduanya menggunakan daging sapi.

Bagaimana dengan kwetiauw siramnya? Porsinya juga banyak. Kwetiauw disajikan dengan toping yang sama dengan nasi siram. Namun potongan daging sapinya lebih banyak dibandingkan nasi siram. Toping lainnya adalah telur yang dimasak bersama dengan tepung maizena sehingga kuahnya menjadi sangat kental.


Rasanya pun enak dan gurih. Satu porsi kwetiauw siram dibanderol dengan harga 25K, sedangkan nasi siram lebih mahal 1K dibandingkan kwetiauw siram.

Sebagai informasi tambahan, tempat makan di kawasan kuliner Permata Sport Club ini biasanya buka pada sore hari. Khusus tempat makan Chinese Food Aliong, dagangannya sudah digelar sejak siang hari. Jadi, ini satu-satunya tempat makan di  Permata Sport Club yang buka pada  siang hari.

Selain menu-menu tersebut, masih banyak menu-menu Chinese food lain yang dijual, mulai  dari bihun, mie, hingga nasi goreng.

Permata Sports Club
Jl. Taman Permata No.301
Tangerang, Banten 

Minggu, 17 Januari 2016

Dari Choi Pan Hingga Uyen, Mana yang Kamu Suka?

Chinese food sudah sangat familiar di tengah-tengah kita, mulai dari kwetiauw bun hingga kwetiauw siram, dari bihun goreng, capcay, mie goreng, mie pangsit, suikiauw, hingga nasi goreng. Ada yang halal, banyak juga yang haram. Dahulu saya pikir Chinese Food, hanya segitu-segitu saja.

Nah beberapa waktu yang lalu, saya mampir ke bekas Permata Sport Club di Karawaci. Baca juga Kwetiauw Ahok, Terpikat karena Nama Restonya. Awalnya saya tertarik dengan kudapan khas Medan, mulai dari kue putu bambu hingga putu mayang. Setelah membungkus beberapa, kami pun menuju tempat makan utama kami, yaitu Chinese Food yang menyediakan kwetiauw siram dan nasi siram khas Pontianak.

Choi Pan 
Ketika kami sudah duduk manis, ada satu tempat makan yang menjual Choi Pan. Saya tidak familiar dengan makanan khas China peranakan Pontianak ini pun kepo display lemari kaca yang sederhana. Ada dua macam choi pan yang dijual, kukus dan goreng. Bentuknya hampir mirip-mirip dengan empek-empek, dengan banyak perbedaan. Pertama kulitnya sangat tipis sehingga kita dapat melihat warna isinya, ada yang putih dan ada yang hijau. Yang hijau adalah berisi irisan kucai, sedangkan yang putih adalah irisan bengkuang.


Choi pan dimakan bersama saus dengan potongan bawang putih yang kecil, rasanya sedikt pedas, asam, dan gurih. Satu buah uyen di sini dibanderol dengan harga 3K. Saya memesan dua choi pan kukus bengkuang dan kucai. Sebenarnya ingin juga merasakan choi pan goreng, tapi mungkin lain waktu jika saya makan di sini lagi, saya akan mencobanya.


Uyen 
Selain choi pan, tempat makan sederhana ini juga menjual beberapa kudapan lainnya. Salah satunya adalah uyen. Bentuknya bulat dengan ukuran sedang. Uyen mirip dengan bakso goreng. Baru tahu ternyata makanan yang gurih ini terbuat dari campuran tepung dengan talas yang dihaluskan. Ada bengkuang yang dipotong-potong halus dan terasa renyah saat dimakan. Ini bisa menjadi pilihan bakso non-daging yang lezat untuk para vegetarian.

Jika ingin dimakan, uyen dipotong-potong dahulu, kemudian disajikan dengan saus bawang putih yang sama untuk choi pan. Rasanya enak dan gurih. Kamu mesti mencicipinya. Satu buah uyen dibanderol dengan harga 5K.
 

Gemblong 
Gemblong yang saya makan biasanya terbuat dari tepung beras ketan, tetapi di sini gemblongnya terbuat dari tepung singkong. Berbeda dengan gemblong Betawi dan Puncak yang pernah saya makan. Bentuknya lonjong dan lebih lebar dibandingkan dengan kedua gemblong lainnya. Gemblongnya gurih karena ada parutan kelapanya juga. Beda lainnya, gemblong ini lapisannya luarnya adalah gula halus yang berwarna putih.


Jika gemblong asli Betawi dan Puncak, biasanya disalut dengan gula merah yang dilelehkan. Gemblong ini bisa jadi pilihan kudapan yang juga lezat. Indonesia memang kaya dengan berbagai kuliner lezat. Yuks nikmati kuliner Indonesia yang tak kalah nikmat dengan kuliner lainnya.

Permata Sports Club
Jl. Taman Permata No.301
Tangerang, Banten

Senin, 04 Januari 2016

Dari Fuyunghai hingga Nasi Goreng di Bakso Lapangan Tembak Senayan

Beberapa waktu yang lalu kami ada keperluan di dua tempat ini. Pertama adalah Pasar Inpres Senen yang tempatnya sungguh tak bersahabat, kedua adalah ITC Cempaka Mas. Setelah kelar semua urusan di tempat pertama, kami pun langsung menuju ITC Cempaka Mas. Kami tiba di sana sudah lumayan sore dan perut sudah agak kruyuk kruyuk minta diisi. Namun mengingat kami harus mendahulukan membeli beberapa barang penting, kami pun melupakan dulu sejenak untuk mengisinya.

Kami menuju lantai 5 Cempaka yang menjual berbagai jenis bahan-bahan pakaian. Kami mondar-mandir di tempat ini, mencari bahan yang kami mau, menawarnya, dan yes done.... It’s time for eating. Di lantai yang sama sebenarnya ada berbagai tempat makan. Namun sepertinya hari itu,  kami akan makan di Bakso Lapangan Tembak Senayan yang berada di Lower Ground, di lantai yang sama dengan Carrefour.

Ketika kami datang, tempatnya penuh, tetapi kami beruntung ada satu meja yang ditinggalkan sesaat kami memasuki ruangan yang tidak terlalu besar ini. Bangku  dan meja juga letaknya berdekatan. Pelayan pun tampak hectic melayani tamu yang datang.

Kami duduk tepat di bangku di depan kasir. Kami pun segera memesan berbagai menu makanan kami.

Nasi Fuyunghai (28K)
Ini sudah merupakan menu paket, seporsi nasi dengan fuyunghai dengan ukuran yang cukup besar. Telur dadar khas Chinesse Food ini diguyur dengan saus asam manis dengan beberapa kacang polong di atasnya.


Bakso Mie dan Bakso Kwetiauw (22K)
Di Bakso Lapangan Tembak Senayan ada berbagai jenis menu bakso, ada mie bakso dan mie bakso lengkap. Sayangnya saat kami datang, bakso yang tersedia hanya bakso halus. Bakso uratnya sedang habis. Untuk tambahannya kami lebih memilih mie kuning dibandingkan dengan bihun.


Selain mie dan bihun, bakso juga dapat disajikan dengan kwetiauw. Jumlah bakso juga sama, begitu juga dengan harganya.


Bihun Goreng (22,5K)
Bihun goreng datang dalam porsi sedang, cukup kenyang untuk makan satu orang. Bihun  goreng dimasak dengan kecap yang isinya terdiri dari sawi hijau, kol, ayam, dan telur. Khusus untuk bihun, vetsinnya cukup terasa di lidah. Lain waktu ke  sini, saya akan meminta agar sedikit saja atau bahkan sama sekali tidak menggunakan penyedap rasa tersebut.


Tongseng Sapi (30K)
Daging sapi yang dipotong-potong kecil dicampur dengan potongan daun kol yang agak besar dengan cabai rawit dan daun bawang. Sebenarnya isi daging sapinya tak terlalu banyak, tetapi yang enak adalah kuah tongsengnya yang besantan. Jika dimakan dalam keadaan panas dengan seporsi nasi putih, tongseng sapi akan terasa nikmat.


Nasi Goreng (27K)
Kami memesan dua menu nasi goreng, nasi goreng biasa dan nasi goreng spesial.  Nasi goreng spesial disajikan dengan telur ceplok, sedangkan yang biasa tidak. Kalau masalah isinya hampir sama, ada telur dan ayam. Namun khusus untuk nasi goreng spesial, jika  telur disingkapkan ada satu udang diletakkan di tengah-tengahnya. Rasa nasi goreng spesial cukup enak. Sayangnya untuk nasi goreng biasanya, ada nasi yang masih keras dan terasa tidak matang. Lah kok bisa ya, padahal sama-sama nasi goreng?


Bakso Lapangan Tembak Senayan
ITC Cempaka Mas
Lantai LG No. 200

Sabtu, 02 Januari 2016

Bakmi GM


Satu hari setelah Natal ada waktu yang kami sisihkan untuk “mengunjungi” saudari kekasih yang sudah terlebih dahulu menjadi penghuni surga. Kami membersihkan rumahnya, lalu sedikit benostalgia mengingat dirinya yang sudah lama pergi, tetapi masih sering menyisakan isak di hati.

Huhhhh.... Lama kami duduk di sini ditemani angin yang semilir.  Hingga akhirnya kami pun pergi meninggalkannya. Here we go again, spending time together with question where we gonna have very late lunch?

Awalnya kami berencana ke daerah Bekasi, tepatnya ke Summarecon Mall Bekasi yang tidak jauh dari tempat kami berada saat itu. Niat itu kami urungkan ketita melihat barisan mobil yang sudah parkir rapi di jalan raya menuju Bekasi. Kami  pun putar arah dan menuju Mall Kelapa Gading yang relatif aman dari kemacetan total yang sudah dimulai menjelang hari Natal beberapa hari yang lalu.

Benar saja perjalanan kami begitu lancar menuju mall tersebut. Namun seperti biasa, tetap saja sulit mencari
tempat parkir di sini. Pertanyaannya mengapa mall ini selalu penuh? Kita tak perlu jawab pertanyaan tersebut karena perut sudah berdemo minta diisi.  Akhirnya kami memutuskan menuju Food Court di Mall Kelapa Gading 3. Yap, kami menuju restoran paling pojok,yaitu Bakmi GM.

Food court dalam keadaan sepi, tetapi di dalam Bakmi GM keadaan cukup padat. Akhirnya kami segera memesan dan duduk di bangku Food Court di depan Bakmi GM. Saya mengantre di kasir, tetapi untungnya makanan yang kami pesan datang dengan cepat.

Nasi Goreng Smoked Chicken  (17K)
Nasi goreng dengan toping ayam asap ini dijual dalam dua ukuran. Kami memesan ukuran S dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Nasi goreng berwarna kecokelatan dengan potongan daun bawang, wortel, dan kacang polong. Nasi goreng disajikan dengan potongan tomat dan mentimun.


Nasi Ayam GM dan Nasi Ayam Lada Cha Cha (20-22K)
Ketika kedua menu ini datang, saya sulit membedakan yang mana Nasi Ayam GM dan Nasi Lada Cha Cha. Bedanya di toping. Daging ayam lada cha cha ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan toping nasi ayam GM. Rasanya beda-beda tipis saja. Nasinya cukup banyak sehingga bisa mengenyangkan perut.



Bakmi GM dan Bakmi GM Bakso (25,5-35,5K)
Kali ini kami memesan beberapa porsi menu Bakmi GM. Satu porsi tanpa tambahan bakso, dua porsi lagi lengkap dengan tiga buah porsi yang disajikan terpisah di mangkuk yang lebih kecil. Rasa mienya enak. Toping ayamnya sama dengan toping nasi ayam GM. Potongan ayamnya lebih besar dengan tambahan beberapa potong jamur. Rasanya enak. Jika kurang pedas, kamu bisa menambahkan sambal. Kuah kaldunya pun enak.


Porsinya cukup mengenyangkan. Selain menu-menu tersebut, Bakmi GM juga membeli menu gratisan bagi kami, yaitu bakso goreng dan otak-otak  goreng yang disajikan dengan sepiring kecil mayonais. Rasanya cukup enak.


Bakmi GM
Mall Kelapa Gading 3
Lt. III Jakarta Utara

Rabu, 30 Desember 2015

Mie Warna-Warni di Citra Noodle Plus

Citra Noodle Plus merupakan salah satu tempat makan di Karawaci. Cerita ini adalah sambungan wisata kuliner kami di Waroeng SS beberapa waktu yang lalu. Sederetan Waroeng SS, ada beberapa restoran yang menarik. Salah satunya adalah Citra Noodle Plus yang letaknya hanya beberapa ruko dari Waroeng SS.

Kami datang ke sini pada saat makan siang. Tak terlalu banyak orang yang makan di sini. Jadi, dengan segera pelayan yang bercelemek dan bertutup kepala ini melayani dan mencatat pesanan kami.  Ada berbagai jenis mie yang dijual. Salah satunya adalah mie  warna-warni, mulai dari mie hijau, mie kuning, hingga merah. Mie biasa juga tersedia.

Ada beberapa jenis toping yang disediakan, mulai dari ayam jamur, babi kecap, babi rica, dan pek cham kee (ayam rebus). Ada juga berbagai jenis bakso, mulai dari bakso sapi, babi, dan ikan. Toping tambahan lainnya adalah swiekiau dan pangsit rebus.

Mie Hijau Ayam Rebus
Mie berwarna hijau ini amat menggoda. Warna hijau cerah ini berasal dari bayam yang dipergunakan sebagai bahan pewarna alami mie. Untuk rasa tak terlalu berbeda dengan mie biasa. Kuahnya adalah air kaldu hasil rebusan daging ayam. Untuk topingnya, kami memilih ayam rebus. Tadinya saya memilih ayam bagian paha, tetapi habis. Yang tersisa hanya daging ayam rebus bagian dada. Rasanya enak.


Mie Kuning Babi Kecap (26K)
Warna kuning dari mie ini berasal dari sayuran wortel sebagai bahan pewarna alaminya. Sesugguhnya warnanya kurang lebih sama dengan warna mie biasa. Rada tipis perbedaannya. Rasanya pun hampir-hampir mirip, hanya pastinya akan lebih sehat karena mengandung sayuran. Kami memilih toping babi kecap sebagai topingnya. Rasanya pun yummy.


Mie Ayam Rebus  (27K)
Ini merupakan mie dengan toping ayam rebus dengan bagian dada yang dipotong panjang-panjang dengan warna yang keputihan. Kombinasi mie dan ayam rebus ini juga sama enaknya dengan mie warna-warni lainnya. Next time, saya bisa mencoba toping lainnya.


Mie Campur (24K)
Untuk porsi yang ini kami meminta toping campur, yaitu daging babi kecap yang ditambah dengan potongan jamur. Mie campur semakin enak jika ditambah dengan minyak babi yang diberikan secara gratis. Ralat! Bukan diberikan, kamu mesti memintannya kepada pelayan dan dia akan memberikan seporsi kecil minyak  babi. Ukurannya kecil-kecil. Bagi kamu yang sedang beridet, minyak babi adalah Big No No.



Pangsit Rebus (15K)
Menu pangsit rebusnya pun yummy. Satu porsinya terdiri dari lima buah pangsit yang disajikan dengan kuah kaldu yang sedap.


Bakso Goreng (8K)
Bakso goreng Citra Noodle Plus cukup besar. Bakso dipotong-potong menjadi empat bagian yang disajikan dengan saus sambal.


Restoran ini juga menyediakan berbagai menu lainnya, mie bisa diganti dengan kwetiauw, bihun, atau locupan. Selain itu, ada menu seperti nasi tim, nasi bakar, tahu bakso, babi hong, hingga gohiong  yang dapat kamu pesan.

Menu yang terakhir saya akan coba jika saya kembali lagi ke rumah makan ini. Tunggu terus ya review saya tentang makanan. Terima kasih sudah mampir!

Citra Noodle Plus
Ruko Asiatic 28 Taman Ubud
Lippo Village, Karawaci, Tangerang
No. Telp: (021) 59492581


Kwetiauw Ahok, Terpikat karena Nama Restonya!

Matahari sudah mulai tenggelam ketika kami melewati bekas Permata Sport Club di daerah Karawaci.  Di sana berjejer berbagai gerobak hingga tenda yang menjual berbagai makanan mulai dari nasi goreng tek tek, nasi goreng gila, berbagai jenis kue, sea food, gudeg, kembang tahu, hingga mie Jogja. Hmmmm.... Kalau tempat makan segini banyaknya, bingung mau makan yang mana.

Namun dari sekian banyak tempat, ada satu tempat makan yang menarik walau hanya dilihat sekilas. Bukan karena makanannya yang yummy (saya belum membuktikannya) karena saya hanya baru melihat nama restoran di depan tendanya. Namanya adalah Kwetiauw Ahok Pontianak. Karena saya agak nge-fans dengan Gubernur Jakarta ini, akhirnya saya memutuskan untuk memesan makan malam saya dari tempat makan tersebut.

Menu jagoan di sini adalah kwetiau sesuai dengan nama restonya. Ada tiga jenis kwetiauw yang dijual, dari kwetiauw rebus, kwetiau goreng, kwetiauw yam, hingga kwetiauw bun. Dua jenis kwetiauw yang terakhir masih kurang familiar di telinga saya. Pelayan pun menjelaskan jika kwetiauw bun itu rada basah alias nyemek-nyemek, sedangkan kwetiauw yam rasanya agam asam. Karena jagoan menu di sini adalah kwetiauw goreng, akhirnya saya memilih kwetiauw goreng dengan toping ayam. Padahal awalnya saya kepingin kwetiauw yang rasa nyemek-nyemek.

Menu yang saya pesan segera datang. Porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Rasanya so-so saja dan cenderung kering dengan ayam yang cukup banyak.


Selain itu, masih ada beberapa menu lagi yang kami pesan di sini. Salah satu yang enak adalah kue putu ayu, sejenis kue tradisional yang terbuat dari tepung dengan isi gula merah dan di atasnya diberi taburan parutan kelapa. Rasanya enak dan gurih. Harga perbuahnya 3K dengan minimal pembelian 2 buah. Penjual gerobak tersebut itu juga menjual jenis-jenis kue lainnya, seperti kue lupis yang masih dibungkus daun. Tampaknya enak, mungkin next time saya akan memesan kue ini jika berkesempatan makan di sini lagi.


Selain itu, di sini juga banyak penjual sea food,salah satunya adalah sea food Pasar Modern. Kami memesan satu porsi kerang dara rebus (15K) dengan satu porsi nasi uduk dan juga cah kangkung.



Harga  makanan di sini relatif murah. Ayam dengan kremes tepung yang garing dibanderol dengan harga 13K, sedangkan nasi putih dijual terpisah dengan harga 3K untuk setengah porsi.


Ada dua menu lagi yang kami pesan dari tempat makan nasi tek tek, yang pertama adalah nasi goreng dengan toping telur saja bersama dengan sayuran. Satu lagi adalah mie goreng tek-tek dengan toping telur. Setiap menu ditambahkan kerupuk berwarna oranye. Masing-masing menu tersebut dibanderol dengan harga 13K per porsinya. Porsinya cukup banyak dengan rasa yang lumayan.


Masih banyak menu lain yang dijual di sini. Mau  mencoba menu kwetiauw di tempat makan lain yang katanya lebih enak. Semoga dalam waktu dekat dapat kembali ke sini. 

Permata Sports Club
Jl. Taman Permata No.301
Tangerang, Banten

Jumat, 25 Desember 2015

Delivery Order Solaria

Pekerjaan memaksa kami untuk tinggal lebih lama di kantor. Yeahhhh.... Semangat! Semangat! Semangat! Kerjaan, kerjaan, dan kerjaan mesti dan segera kelar. Akhirnya, kami urungkan niat untuk sekadar keluar makan malam untuk menghemat waktu.

Pertanyaannya "mau delivery order apa". Salah satu sumber suara di pojok sana berteriak denga ceria "How about Solaria". 

Kemudian dengan cekatan dia mem-browsing no delivery order restoran yang menjual Chinesse Food dan ada beberapa juga yang makanan ala-ala Eropa.

Telepon langsung diangkat oleh CS dan dia memberikan total pembelanjaan kami. Sambil menunggu, kami menyibukkan diri mengerjakan pekerjaan yang seakan tak ada habisnya ini.

Tak beberapa lama, telepon kembali bedering, ternyata berasal dari Solaria terdekat. Perempuan di ujung telepon tersebut pun mengatakan bahwa pesanan kami baru bisa sampai antara 60-90 menit.

"Kenapa lama ya mbak, tidak seperti biasanya?"

"Karena armada delivery order baru saja keluar mengantarkan pesanan. Apakah Ibu bersedia menunggu sampai batas tersebut?" tanya lagi.

Akhirnya kami pun mengiyakan saja dan kami pun meleburkan diri lagi dengan pekerjaan kami. Namun tak sampai 1 jam menunggu, staf delivery order sudah sampai. Wahhh bahagianya cacing-cacing kami dan inilah menu yang kami pesan.

Chicken Cordon Bleu
Pesanan kami semuanya datang dalam keadaan rapi. Begitu juga dengan Chicken Cordon Bleu. Daging dada ayam yang difillet kemudian ditambahkan smoked beef dan keju. Lalu disalut dengan tepung roti. Chicken cordon bleu bisa dimakan bersama dengan nasi atau kentang. Kami memilih dengan french fries. Chicken Cordon bleu juga disajikan bersama salad.


Namun, jika ingin makan chicken cordon bleu sebaiknya langsung di restorannya. Keju dalam chicken cordon bleu akan meleleh bila dalam keadaan masih hangat. Rasa Cordon Chicken Bleu yang sudah dingin masih terasa, tetapi sudah menjadi kurang nikmat.

Nasi Goreng Smoked Chicken
Ini salah satu menu favorit seorang teman yang katanya fried-rice-addicted. Nasi goreng dengan smoked chicken yang dipotong kotak kecil dengan warna yang hampir sama dengan nasi sehingga sulit dicari mana smoked chicken-nya. Namun rasa smoked chicken-nya pas di lidah. Nasi goreng ini sepertinya tidak pernah mengecewakan.


Kwetiau Seafood Goreng
Ada berbagai jenis kwetiauw yang dijual di Solaria, ada kwetiauw siram, rebus, dan goreng. Kami memilih yang terakhir dengan toping seafood, yang isinya terdiri dari udang, bakso ikan. Sepertinya ada cuminya meski sedikit. Ada tambahan telur orak-arik juga dalam kwetiauw goreng tersebut. Rasanya enak, porsinya pun banyak. Sepertinya memang menu-menu di Solaria ini hampir semuanya disajikan dengan porsi yang besar.


Ikan Fillet Rica-Rica
Ikan fillet rica-rica bisa dibeli dalam menu paket atau ala carte. Kami membeli yang tanpa nasi. Ikan kakap dibuang kulitdan tulangnya kemudian diberi bumbu rica-rica. Rasanya tidak terlalu pedas walaupun namanya rica-rica. Lauk ini kami jadian side dish makanan utama kami.


Selesai makan kami masih harus mengerjakan tugas-tugas kami. Good night everyone. Have a nice sleep!

No Telp Delivery Order Solaria: 14099

Senin, 14 Desember 2015

Lima Jenis Nasi yang Bikin Ngiler!

Nasi merupakan makanan pokok di Indonesia. Nasi biasa dimakan mulai dari makan pagi, makan siang, dan makan malam. Banyak orang yang menuduh karbohidrat ini adalah makanan yang menggemukkan. Namun bagi kamu penyuka nasi, jangan takut nasi tidak akan menggemukkan jika dimakan dengan porsi yang tepat.

Lagi pula, nasi itu enak banget. Jadi sayang jika kamu mesti mencoretnya dalam daftar makanan kamu. Apalagi kelima jenis nasi ini yang dimasak dengan santan hingga kaldu sehingga membuatnya menjadi sangat gurih dan lezat. Hmmm... apalagi jika dimakan dengan berbagai toping.  Yummyyy banget. Berikut lima nasi yang akan bikin lidah kamu berdansa.

Nasi Tim
Nasi tim merupakan makan khas orang Chinesse. Nasi tim terdiri dari nasi dan ayam tanpa tulang yang ditim atau dikukus. Cara membuatnya ayam yang telah dibumbui ditaruh di dasar mangkuk berbahan stainless, setelahnya barulah dimasukkan nasi putih yang dipadatkan. Nasi tersebut kemudian dikukus hingga hangat. Jika ada pembeli, barulah nasi itu ditumplekkan ke dalam piring.

Nasi tim paling enak dimasak pada saat masih hangat. Nasi tim biasanya dimakan dengan daun bawang serta acara mentimun dan bawang. Sebagai pelengkap, nasi tim dimakan bersama dengan air kaldu. 


Nasi Hainam
Nasi hainam adalah nasi yang gurih yang merupakan menu khas dari China. Beras dimasak dengan kaldu ayam sehingga rasanya menjadi enak. Biasanya nasi hainam disajikan bersama dengan beberapa ayam jahe yang warnanya pucat. Ayam berbumbu jahe ini datar jika digigit pertama kali, tetapi jika dikunyah lambat laun baru terasa lezat dan enaknya.

Nasi hainam biasanya disajikan dengan semangkuk air kaldu yang diberi taburan daun bawang dan seporsi tumis kailan. Cabai merah, cabai hijau, dan  kecap disajikan di piring terpisah sehingga kamu bisa menyesuaikan rasa sesuai dengan lidah kamu. 


Nasi Kebuli
Nasi kebuli adalah nasi yang diadaptasi dari kuliner Arab. Bedanya dengan nasi hainam, nasi kebuli dimasak dengan kaldu kambing, Rasa gurihnya kuat karena berbagai rempah dimasukkan ke dalam nasi. Di India nasi kebuli populer disebut dengan nasi biryani. Nasi kebuli biasanya dimakan bersama dengan sepotong ayam goreng dengan tumpukan emping yang banyak serta acar. Sambal ditambahkan jika kamu suka dengan rasa yang pedas.


Nasi Campur
Nasi campur merupakan makanan yang diadaptasi dari China juga. Restoran biasanya menyajikan dua jenis pilihan nasi untuk  nasi campur, yaitu nasi putih biasa dan nasi hainam. Di atas nasi kemudian diberi berbagai jenis potongan daging. Stttt... hati-hati jika makan nasi campur, bagi yang Muslim pastikan nasi campur yang kamu makan adalah nasi campur halal. Mengapademikian? Karena banyak nasi campur yang menggunakan daging babi, mulai dari daging merahnya hingga casio.



Nasi Uduk 
Nasi uduk merupakan makanan khas Indonesia. Nasi putih dimasak bersama dengan santan, daun salam, dan serai.  Rasanya menjadi gurih. Toping nasi uduk ada bermacam-macam. Ada yang memakannya bersama dengan bihun goreng dan juga tempe orek. Di atasnya lalu ditambahakan dengan bawang goreng serta kerupuk.


Selain itu, nasi uduk bisa juga dimakan bersama dengan ayam goreng dan juga lele goreng. Sebenarnya, masih banyak lauk lagi yang dapat dimakan dengan menu tersebut. Hampir semua lauk matching dengan nasi ini.

Berbagai Olahan Ceker Ayam

Ceker alias kaki ayam merupakan bagian dari ayam yang paling keras. Dengan cara-cara masak tertentu, kaki ayam dapat "disulap" menjadi makan yang sehat, bergizi, dan juga nikmat. Caranya mulai dari dipresto hingga direbus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dengan cara-cara tersebut, makanan dengan tingkat protein yang cukup dan lemak yang rendah ini direkomendasikan untuk dimakan asal pengelolaannya sebelum dimasak harus ekstra bersih dan hati-hati.  Jadi, tak perlu takut dengan pemberitaan yang mengatakan ceker ayam tidak bagi kesehatan, apalagi untuk perempuan dalam masa  subur.

Perhatikan saja cara pembersihannya dan pastikan bahwa ceker ayam tersebut berasal dari ayam yang segar. Jika hal tersebut sudah jelas, kamu tak perlu takut untuk mengonsumsi menu ceker ayam mana pun. Ada berbagai jenis menu  yang dapat diolah mula dari sop, soto, higga dim sum. Semuanya enak dan lezat. Namun dari sekian banyak menu tersebut, saya pilihkan empat menu terfavorit yang terbuat dari ceker ayam. Silakan kamu pilih yang mana yang kamu suka.  

Soto Ceker
Saya menikmati satu mangkok soto ceker ayam ini di Bandung beberapa waktu yang lalu. Harganya amat ramah di kantong, tetapi rasanya nikmat dan lezat. Air kaldunya amat berasa dengan isian yang banyak pula, mulai dari sayuran hingga suwiran ayamnya. Ceker ayamnya pun mudah digigit. Sepertinya ceker ayam ini sudah cukup lama direbus sehingga mudah dimakan.


Dim Sum Ceker
Ceker ayam juga bisa diolah sebagai dim sum, suatu menu khas Chinesse food. Cara pembuatannya pun tak begitu sulit. Ceker digoreng dahulu barulah dipresto sehingga tulangnya lunak dan bisa dimakan semuanya. Selagi dipresto, tambahkan berbagai bumbu yang dihaluskan. Dim sum seperti ini banyak dijual di restoran dan juga hotel. Rasanya lezat dan nikmat.


Ceker Goreng Garing
Ceker ayam juga bisa digoreng garing. Agar rasanya nikmat, lezat, dan mudah digigit, biasanya ceker ayam diungkep dahulu dengan berbagai bumbu. Barulah setelahnya digoreng dengan garing. Menu ceker ayam seperti ini biasanya disajikan di tukang pecel lele atau pecel ayam.


Soto Manggala
Soto manggala merupakan makanan khas dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Soto ini unik karena menggunakan singkong sebagai salah satu bahannya. Oleh karena itulah, soto ini disebut soto manggala. Keunikan lain dari soto ini adalah penggunaan kaki atau ceker ayam sebagai kaldunya sehingga kaldu soto ini lebih kental dibandingan soto lainnya. 

Sayangnya, saya makan soto manggala di sebuah restoran bintang lima yang notabenenya customernya adalah orang-orang bule yang geli dan tak suka dengan ceker ayam. Dengan demikian, menurut chefnya, ceker ayan ditiadakan dalam pembuatan menu tersebut sehingga rasa khasnya menjadi berkurang.