Tampilkan postingan dengan label indonesian food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesian food. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2016

Tiga Makanan Enak di Bandung

Ketika saya menulis artikel ini,  saya teringat dengan percakapan beberapa orang teman, yang satu pro kalau sate taichan itu enaknya nampol. Satu kelompok lagi bilang kalau sate taichan itu rasanya benar-benar kacau luar biasa. Akibat percakapan tersebut, saya jadi berpikir lebih keras menentukan makanan mana yang mesti saya rekomendasikan dalam artikel ini. Karena bukan sekali dua kali saya juga kecewa dengan beberapa rekomendasi dari teman-teman ataupun website. Katanya enak luar biasa, ternyata menurut lidah saya rasanya benar-benar “porak-poranda”.

Makanan itu masalah rasa sehingga menyebabkan pendapat orang mengenai satu makanan bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, daftar makanan  berikut adalah murni pendapat saya pribadi. Bisa jadi juga bukan selera kamu.  

Martabak Andir
Matahari sudah berganti bulan sepenuhnya ketika kami sampai di Martabak Andir. Perut sudah ¾ terisi dan ¼ bagiannya lagi memang sudah dialokasikan untuk martabak yang katanya uenak ini. Menurut info martabak yang paling jagoan di sini adalah martabak pandan jagung.

Martabak pandan jagung Andir (Foto Koleksi Pribadi)
Ketika memesan, kami mendapat no antrean ke-7. Kok bisa dapat antrean no sekian padahal orang yang mengantre cukup banyak? Pertanyaan terjawab ketika para pelayan berteriak memanggil orang yang memesan martabak no. 93. Jadi setelah no. 100, antrean kembali lagi ke no 1. Saya hanya menerka-menerka dalam hati sudah berapa kelipatan seratuskah martabak Andir yang telah dipesan sampai waktu itu.

Saya tak mau kepo dalam hal ini. Yang saya inginkan adalah satu loyang martabak hijau dengan taburan jagung manis yang telah dipotong sama rata menjadi 8 bagian. Sambil menunggu, kami berdiri karena tak ada satu meja pun yang kosong. Sekitar 10 menit, ada satu keluarga yang meninggalkan bangkunya, kami pun segera bergerak ke bangku cokelat yang mirip-mirip batang pohon ini.

Akhirnya pesanan kami datang.  Martabak disajikan  di kotak kardus. Packaging-nya sama saja dengan martabak yang akan dibawa  pulang.  Saya pun langsung mengambil satu bagian martabat yang ukurannya cukup besar. Martabak tebal, manis, dan hangat ini terasa lembut di mulut.  Kejunya pun terasa bercampur satu di dalam mulut. Lain waktu mungkin saya akan mampir ke sini lagi.

Martabak Andir
Jl. Jendral Sudirman No.143 Bandung
Telp: (022) 6015386

Mie Lezat
Kami menemukan Mie Lezat secara tidak sengaja setelah makan Martabak Andir. Letaknya masih dii Jalan Sudirman. Sebenarnya Mie Lezat memiliki restoran yang permanen di Jalan Luna, agak masuk ke dalam gang. Namun ketika malam turun, Mie Lezat juga ikut menggelar dagangannya di mulut jalan bergabung dengan berbagai street food lainnya. Para pembeli dapat duduk di meja dan bangku kayu yang panjang dan sedehana.
Mie ayam rica-rica dengan bakso rebus (Foto koleksi Pribadi)
Sebenarnya Mie Lezat akan  menjadi menu makan  pagi kami keesokan harinya. Tak tahan menunggu besok pagi, kami langsung memesan satu porsi mie ayam rica-rica. Ketika ayamnya dicampur dan diaduk-aduk, mie yang tadinya tampak berwarna kekuningan berubah menjadi cokelat kemerahan. Rasanya agak pedas.  Bagi kamu yang tidak suka sama sekali pedas, saya menyarankan kamu untuk memesan mie ayam jamur. Ayam cincang dan jamur berwarna putih mengundang selera. Rasanya tak kalah enaknya dengan ayam rica-rica.

Jika kamu suka pedas, kamu bisa menambahkan sambal. Mie Lezat juga menyediakan bakso dan pangsit rebus. Selain itu, juga ada bakso goreng yang tak kalah enaknya. Tampaknya Mie Lezat akan menjadi saah satu tempat yang akan saya kunjungi selanjutnya di  Bandung.

Iga Si Jangkung
Untuk makan malam kali ini kami sudah menentukan tempat di Paskal Food Market, sebuah food court yang luas dengan berbagai jenis makanan yang lezat. Salah satunya Iga Si Jangkung, menu yang sudah masuk ke daftar-harus-makan-kami. Sesungguhnya kami juga tidak sengaja menemukan Iga Si Jangkung di sini. Tempatnya berada di bagian depan di  Paskal Food Market.  Jadi, mudah diketemukan.

Iga Si Jangkung yang lembut dan pedas di mulut (Foto koleksi pribadi)
Tempat berjualan Iga Si Jangkung tampak sederhana.  Ada daftar menu beserta harga yang terpampang di dinding. Tak ada dummy makanan juga yang bisa membuat air liur kami mengelar. Namun karena sudah kepincut cerita iga bakarnya yang enak.  Akhirnya keputusan jatuh pada Iga Bakar Si Jangkung.

Iga bakarnya yang berwarna kecokelatan dan berminyak yang disajikan di atas semacam hot plate. Dagingnya banyak, tetapi lemaknya tak terlalu banyak. Itu alasannya mengapa saya berkeputusan memesan makanan ini. Ada potongan tomat, bawang, dan cabai yang membuat iga semakin hot. Iga Jangkung disajikan dengan seporsi nasi putih hangat.  Kamu patut mencobanya jika datang ke mari.

Iga Si Jangkung
Paskal Food Market

Senin, 03 Oktober 2016

Gultik Itu Bukan Gulai Itik, Tetapi Menggelitik!

Gultik Pasar Modern Paramounth Serpong (Foto Dokumentasi Pribadi)
Sudah sering kali saya mendengar cerita kuliner Gultik yang bikin ngiler dari beberapa teman. Padahal saya sering kali wara-wiri ke Blok M, tetapi entah mengapa kuliner ini tampaknya sulit untuk diraih. Halahhhhh... Mungkin waktunya yang sering kali tidak tepat. Para pedagang gultik baru akan menggelar daganganya saat matahari mulai tenggelam. Namun enggak sekali dua kali juga saya tersesat di Blok M kala malam, namun entah mengapa selau tidak ingat kalau ada makanan melegenda yang harus dicicipi di sini.

Gerobak Gultik di Pasarr Parmounthh Gading Serpong (Koleksi foto pribadi)
Mungkin ini yang namanya belum jodoh. Gultik hanya sebuah harapan yang belum terpenuhi. Namun orang bijak pernah berkata ”kalau kamu mengingini sesuatu, alam raya akan membantumu untuk mendapatkannya. Ciehhh... Bingung kenapa sampai segitunya gara-gara gultik doang?”

Jadi ceritanya begini, beberapa waktu yang lalu ketika mau makan sate taichan di Pasar Paramounth Gading Serpong, ternyata di sebelahnya ada penjual Gultik yang juga baru buka. Enggak pakai mikir, saya langsung pesan satu porsi sambil nanya begini sama abangnya “Bang, ini gulai itik ya?” Si Abang yang sepertinya tidak sabar menunggu nasinya masak di rice cooker menjawab kalau Gultik itu kependekan dari Gulai Tikungan, bukan Gulai Itik. Jadi, di tempat melegendanya Gultik di Blok M sana, pedagangnya berbaris di semacam tikungan dan katanya tempatnya juga rada-rada gelap. Saya pun mengangguk-angguk tanda mengerti.

Agak lama saya menantikan seporsi gultik karena nasi putihnya tidak kunjung masak. Finally, si abang membawakan saya sepiring gultik. Ternyata ini benar-benar porsi mini. Nasinya tak seberapa banyak, setengah porsi pun tampaknya kurang. Jumlah dagingnya apalagi. Potongan dadu-dadu daging sapi yang kalau dihitung hanya ada sekitar 8 biji. Pantas saja kalau ada orang yang bisa memesan 3-5 porsi gultik sekali makan. Namun karena saya juga memesan Sate Taichan yang bikin keringatan, saya hanya memesan satu porsi saja.

Untuk informasi di Pasar Paramount Serpong ini banyak sekali makanan yang lezat dan terjangkau. Jadi, sayang kalau pesan tiga gultik sekaligus. Masih banyak makanan lain yang lezat yang bisa kamu dicoba. Setelah acara menghitung daging kelar saatnya untuk menyantap makanan ini. Menurut saya gultik itu mirip-mirip dengan tongseng tanpa kol. Santannya yang berwarna kekuningan dan tidak terlalu kental. Dagingnya ada yang halus dan juga ada juga yang berserat.

Daging yang cukup empuk dimakan dengan nasi putih yang sudah dibasahi dengan kuah. Menurut seorang teman yang sudah pernah makan Gultik di tempat aslinya, kuah gultik di Blok M lebih kental dibandingkan dengan kuah yang dijual di Pasar Paramounth. Kalau urusan jumlah daging, yang di Blok M lebih sedikit dan lebih banyak lemaknya dibandingkan yang di Gading Serpong. Sebelum teman saya selesai bercerita panjang lebar mengenai perbedaan Gultik di-sana-dan-di-sini, saya sudah kelar duluan menghabiskan beberapa suap Gultik yang hanya bikin perut saya sedikit tergeletik. Baiklah menu kedua saya sudah tersedia, yaitu sate taichan yang bikin gregetan. Selamat makan! Selamat berkuliner!

Gultik Blok M Pak Arjo
Pasar Modern Paramunth Gading Serpong
Harga: 15K
Buka: Menjelang malam  

Rabu, 28 September 2016

Sate Taichan yang Bikin Keringatan


Melihat sate putih Taichan di postingan salah satu media sosial seorang teman, sebenarnya saya tak begitu ngiler ngiler banget. Tata letak foto dan komposisi warananya memang keren, tetapi kenapa warna daging satenya begitu putih dan tampak tidak matang. Namun rasa kepo saya mengalahkan  rasa tak-ngiler saya dengan makanan kekinian ini. Apalagi ketika salah seorang teman bilang bahwa di sekitaran Tangerang sudah ada penjual sate taichan, tepatnya di pasar modern  Paramount Serpong. Jadi, enggak perlu jauh-jauh “nyamperin” sampai ke Senayan kalau begitu.

Kami pun berangkat menuju Pasar Modern Paramounth Gading Serpong setelah pulang kantor. Untuk informasi, pasar Paramounth merupakan salah satu pusat kuliner kaki lima di Tangerang  dengan harga makanan yang terjangkau dan berbagai jenis makanan yang lezat dan sedap. Dari sore biasanya sudah mulai banyak penjual makanan yang mendirikan tendanya  di sepanjang pinggiran pasar.

Kami pun berputar mencari di mana penjual sate taichan menggelar dagangannya.  Tenda satenya terletak di di dekat Spa Dewi Fortuna. Ketika kami datang, penjual baru saja membereskan segala peratalatannya, mulai dari tenda, piring, hingga arang dan tempat bakar sate. Kami harus menunggu sekitar setengah jam, barulah pedagang siap menerima pesanan kami.

Akhir empat porsi sate taichan kami datang. Satu porsi berisi 10 tusuk sate ayam berwarna putih. Ukuran dagingnya tak terlalu besar. Tak heran jika ada orang yang bisa memesan tiga porsi bahkan lebih untuk dimakan sendiri karena memang porsinya kecil. Satu porsi sate taichan dibanderol dengan harga 8.500 dengan isi 10 buah per porsinya.

Sate taichan sama seperti sate lainnya yang dapat terbuat dari daging ayam atau sapi. Bedanya sate taichan disajikan dengan ulekan sambal cabe rawit merah dan hijau. Ini yang membuat rasanya WOWW, rasa pedas bercampur dengan rasa asem dan asin bercampur menjadi satu. Rasa asem dan asinnya berasal dari paduan bumbu yang dioleskan saat sate dibakar.

Bagi kamu pecinta pedas, rasanya sate taichan bisa kamu tambahkan ke dalam daftar makanan favoritmu. Namun bagi yang tidak suka pedas, percayalah sate ini tetap pedas meskipun kamu sudah memberikan banyak kecap manis di atasnya.

Rasa kepo saya terhadap sate putih terpenuhi sudah. Sate putih yang katanya mirip sate-satean di Jepang ini, rasanya tak kalah dengan sate berbumbu sambal kacang atau kecap bawang.  Saya rasa sate taichan yang bisa bikin keringatan ini bisa jadi salah satu makanan favorit saya.

Senin, 28 Maret 2016

Bebek Gerobak Astra: Tempat Makan Bebek yang Murah dan Lezat di Jakarta Utara

Hari sudah malam ketika kami melewati pabrik Astra yang berada di dekat lampu merah menuju Tanjung Priuk di belakang ITC Cempaka Mas. Tiba-tiba mobil  yang kami naiki melambat, mendekati sebuah gerobak makanan di pinggir jalan.

Supir yang tak lain adalah abang saya sendiri  langsung menghentikan kendaraan kami lalu bertanya,  “siapa yang mau makan bebek.”

Saya awalnya hanya terdiam. “Lho bukannya kita akan makan di food court Mall Artha Gading ya?” Tanya saya kepadanya.

“Iya,” jawabnya. “Cuma kalau sudah lewat tukang bebek ini, sayang kalau kita nga mampir beli. Bebeknya enak lho.”

“Oh ya, seenak apa memangnya?”

Namun pertanyaan itu tak sampai keluar dari mulut saya karena prinsipnya makanan tidak perlu diperdebatkan bagaimana rasanya.  Lebih  baik dipesan kemudian dimakan. Kami akhirnya memesan tiga bungkus nasi bebek Madura dan membayar 14K untuk setiap porsinya. 

Ketika kami melanjutkan perjalanan menuju Mall Artha Gading, abang saya bercerita bahwa pelanggan bebek gerobak Astra tersebut, rata-rata orang yang bermobil dan biasanya harus antre kalau makan di situ. “Tadi kita beruntung, langsung dilayani, mungkin karena sedang long weekend sehingga tidak terlalu banyak yang makan bebek gerobak tersebut.” Tutur Abang saya.

Masih menurutnya, dia pernah berduduk bersebalahan di bangku kayu seadanya dengan Tantri Kotak dan  Basis Kotak yang tidak tahu siapa namanya makan di tempat ini. Wah saya makin penasaran dengan rasa bebek Madura dengan bumbu cokelat menggoda ini.

Sesampainya di Mall Artha Gading, kami menuju beberapa gerai dulu,  barulah kami naik ke West Food Court di Lantai 3. Sebelum  kami menggelar bebek gerobak, kami memesan  beberapa porsi makanan, satu bakmi ayam Ko Fei, dua nasi goreng ayam Ko Fei, dan satu porsi tahu crispy. Kami juga memesan beberapa botol air mineral dan teh manis dalam kemasan.

Setelah menu kami datang, kami pun menggelar nasi bebek yang dibungkus dengan kertas nasi yang berwarna cokelat.
Tampilannya memang biasa saja, tetapi rasanya luar biasa (dokumentasi pribadi)
Wowww.... Yang porsi nasinya sangat banyak. Satu porsi nasi terdiri dari dua atau tiga potong bebek dengan ukuran yang sedang. Ada bumbu-bumbu cokelat seperti bumbu rendang yang cukup banyak. Saya pun mengaduk bumbu tersebut menyatu dengan nasi putihnya.

Saatnya untuk makan.... Mhhhh.... Wowww.... Rasanya pedas dan lezat. Saya pun memotong daging bebek dari tulangnya.Dagingnya mudah lepas dan empuk digigit.  Kalau dimakan begitu saja, daging bebek terasa asin. Namun jika dimakan bersama nasi, rasanya jadi begitu nikmat.   Apalagi mengingat harganya yang begitu bersahabat di kantong, nasi bebek ini menjadi terasa lebih nikmat.

Kalau kamu penyuka hati ampela, kamu bisa meminta kepada penjualnya. Harganya tetap sama saja. Hati ampelanya juga empuk saat digigit. Yummmyyy....
Sayangnya, nasi bebek di sini tidak dilengkapi dengan sayuran, seperti tomat dan mentimun. Saya tak tahu apakah kami kehabisan karena sudah cukup malam atau benar-benar tidak disediakan.

Bagi kamu yang ingin menanyakan hal tersebut kamu bisa datang langsung ke sana, bebek Gerobak Astra. Tidak ada identitas nama di gerobaknya dan saya juga tidak menanyakan siapa nama penjualnya. Namun itu satu-satunya gerobak penjual bebek Madura di sana. Biasanya abang penjual bebek ini menggelar dagangannya mulai dari pukul 4 sore hingga habis.

Hanya sedikit sekali penjual makanan yang berdagang di depan Astra jika sudah malam. Berbeda jika di pagi dan siang hari,  banyak sekali gerobak makanan yang parkir di sana. Ayo siapa yang sedang ingin makan bebek enak dan murah meriah, silakan merapat ke mari.

Bebek Gerobak Astra
Alamat:
Depan Pabrik Astra
Jam Buka: Mulai 16.00
Jenis Makanan: Halal
Harga: 14K/porsi


Kamis, 25 Februari 2016

Lima Mie Ayam Maknyus di Tangerang

Mie ayam sepertinya sudah menjadi makanan rakyat Indonesia. Makanan yang aslinya dari negri China ini sudah dapat ditemukan di banyak tempat di Indonesia, mulai dari restoran hingga abang-abang dorong juga menjual jenis makanan ini.

Mie ayam banyak ragamnya, dari yang bentuk mienya kecil hingga yang mienya besar. Ada yang menyajikannnya dengan ayam cincang, ada juga yang dengan ayam suwir. Ada yang ditambahkan jamur, ada juga yang menggunakan sambal terasi, sambal hijau, hingga bumbu rendang. Warnanya pun beragam, dari merah, hijau, hingga kuning. Dari berbagai jenis mie ayam tersebut, mana yang paling kamu suka?

Berikut lima tempat makan mie ayam di Tangerang yang berbeda rasa dan bentuk mienya. Silakan pilih mana yang menurut kamu paling maknyus.

Citra Noodle Plus
Tempat makan ini berada di salah satu ruko di Taman Ubud. Di sini dijual mie ayam warna-warni, dari merah, hijau, hingga kuning. Mie disajikan dengan berbagai topping. Salah satunya adalah ayam jamur. Beberapa pilihan topping lainnya adalah ayam rebus, babi kecap, dan babi rica. Kamu juga bisa memesan pangsit rebus, swekiauw, bakso sapi, hingga pangsit goreng untuk membuat rasa mie ayammu makin nikmat. Satu porsi mie ayam di Citra Noodle Plus dijual dengan harga 24-29K.

Mie warna-warni di Citra Noodle Plus
Citra Noodle Plus
Ruko Asiatic 28 Taman Ubud
Lippo Village, Karawaci, Tangerang
No. Telp: (021) 59492581

Bakmi Banyumas
Di Tangerang ada banyak sekali tempat makan yang menyebut dirinya Bakmie Banyumas, mulai dari Karawaci hingga Gading Serpong. Namun, hanya ada beberapa tempat yang recommended. Salah satunya yang berada di Perumnas Karawaci. Tempatnya sangat sederhana. Bangku kayu panjang dengan kursi plastik yang tersusun rapi dalam ruangan yang tidak terlalu luas. Namun demikian, mie ayam di sini enak dan harganya pun sungguh terjangkau.

Bakmi Banyumas
Ada dua pilihan mie, yang ukurannya kecil dan besar. Mie kecil lebih enak dibandingkan yang besar. Mie ayam dapat dimakan dengan bakso dan pangsit. Satu porsi mie ayam dengan bakso pangsit dibanderol dengan harga 16K.

Bakmi Djago
Bakmi Djago letaknya berdekatan dengan Citra Noodle Plus. Hanya beda beberapa ruko saja. Di sini kamu dapat membeli berbagai jenis mie ayam, dari mie ayam sambal terasi, sambal hijau, hingga mie ayam bumbu rendang. Jika sudah memesan mie ayam tersebut,  kamu tak perlu lagi menambahkan sambal karena dijamin sudah pedas.
Bakmi Djago
Bagi yang tidak suka pedas, Bakmie Djago juga menyediakan mie ayam biasa dengan topping ayam jamur.

Bakmi Djago
Alamat: Ruko Asiatic
Jl. Permata Sari No. 53, Karawaci, Tangerang
No Telp: (021) 5949 4472, 9829 4177, 0812 925 4919

Bakmi Jamur Ko Acay
Bakmi Jamur Ko Acay dijual di sebuah gerobak di depan toko di Pasar Lama Tangerang. Penjualnya menyediakan meja seadanya di samping gerobak dengan kursi-kursi plastik. Cukup lama menunggu untuk mendapatkan satu porsi bakmie jamur Ko Acay dalam porsi kecil. Di depan saya sudah banyak orang yang mengantre lebih dahulu. Para pelayan tampak cetakan melayani para customernya.

Bakmi Jamur Ko Acay
Bakmi Jamur Ko Acay
Pasar Lama Tangerang

Bakmi Medan Kebon Jahe
Tempat makan bakmi ini terletak di sebuah ruko di Gading Serpong. Tempatnya cukup nyaman dan ketika kami datang, ada beberapa meja yang kosong. Para pelayan pun dengan sigap datang melayani. Kami pun memesan beberapa porsi mie ayam. Oh ya ada tiga porsi yang dijual di sini, porsi setengah, kecil, dan besar. Saya memesan satu porsi mie ayam kecil. Setiap porsi mie ayam ditambahkan cukup banyak potongan daging merah. Mienya tebal dan agak besar. Rasanya yummy. Satu porsi mie ayam dibanderol dari harga 14-33K.

Bakmi Medan Kebon Jahe
Bakmi Medan Kebon Jahe
Ruko Paramount Center Blok B16
Gading Serpong
No. Telp: 0851 0588 9878

Rabu, 17 Februari 2016

Sembilan Menu di Warung Leko yang Bikin Ngiler


Ada pesan yang masuk dalam ponsel saya hari ini. Begini bunyi pesannya “Sabtu ini kita ketemuan yuks dengan teman-teman kantor lama. Bisa nga?” 

Kebetulan di hari yang dia maksud saya belum memiliki acara apa-apa. Saya pun menjawab  “Bisa. Jam berapa? Siapa saja yang sudah konfirmasi untuk datang?”

Selang tiga menit dia menginformasikan semuanya sudah confirmed untuk hadir. Luar biasa. Biasanya sangat sulit untuk mempertemukan semua orang sibuk tersebut dalam satu waktu. Saya pun jadi sangat antusias ketika dia menyebutkan Central Park, sebagai tempat pertemuan kami. Mall tersebut merupakan tempat yang strategis karena terletak di tengah-tengah kediaman kami.

“Di Warung Leko ya langsung ketemunya di Lantai  3.” Itu akhir percakapan kami di whatsapp. “Sampai jumpa di sana.

Sekitar pukul 12.00 saya sudah sampai di Warung Leko. Salah seorang teman sudah datang duluan. Tiga orang lainnya masih belum sampai. Kami berdua pun ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati jamur enoki goreng. Kami pun menunggu semuanya lengkap, baru memesan makanan di restoran yang menyediakan makanan-makan tradisional ini. Makanan andalan di sini adalah berbagai jenis menu iga. Berikut menu-menu yang kami pesan.

Iga Penyet (44K)
Ada beraneka ragam menu iga di warung leko. Salah satunya adalah iga penyet. Beberapa iga digoreng sampai kecokelatan kemudian dipenyet lalu ditaruh di atas sambal merah. Iga penyet diletakkan di atas wadah yang terbuat dari tanah liat. Iganya cukup lembut dengan sambal yang mantap. Iga penyet disajikan dengan lalapan, yaitu kol, daun kemangi, dan mentimun. Nasi putih dibeli terpisah dari menu iga penyet.



Iga Bakar (50K)
Iga bakar juga merupakan salah satu menu andalan di sini. Sekitar tiga potong iga yang banyak dagingnya disajikan bersama dengan sepiring kecil sambal merah dan sepotong jeruk nipis. Pelayan juga menyajikan satu mangkuk kecil kuah kaldu sebagai pelengkapnya. Dagingnya gurih dan juga empuk.


Oseng Iga (39K)
Waktu pertama kali datang, saya terkesima dengan begitu banyaknya potongan cabe merah di dalam mangkuk oseng iga. Daging iga dipotong kecil-kecil  tanpa tulang, kemudian dioseng dengan potongan bawang, tomat hijau, dan cabai merah. Rasanya pedas, asam, dan gurih.


Empal Penyet (34K)
Bagi yang tidak menyukai menu iga, Warung Leko juga menyediakan berbagai menu lainnya. Salah satunya adalah menu empal penyet. Daging goreng yang kemudian digeprek lalu ditaruh di atas sambal yang cukup pedas. Dagingnya empuk dan gurih dengan taburan bawang di atasnya. Empal penyet disajikan bersama dengan berbagai lalapan.


Ayam Penyet (26K)
Menu lainnya selain iga adalah ayam penyet. Sama seperti menu penyet lainnya, ayam goreng penyet disajikan dengan sambal merah dan juga lalapan.


Kangkung Polos (19K)
Makan belum pas jika belum ada menu sayuran. Ada berbagai menu sayuran yang dijual di Warung Leko. Kami pun memesan kangkung polos yang cukup banyak porsinya. Bisa untuk 2-3 orang. 


Minuman
Ini tiga jenis minuman kami. Dari kiri ke kanan, es lemon degan (19K), es cincau tarik (19K), dan es lemon tea  (13K). 


Setelah makan, masih agak lama kami berbincang-bincang di sini. Menjelang sore, kami pun ke rumah masing-masing.

Harga belum termasuk pajak dan service charge.
Jam buka sesuai dengan jam buka mall

Warung Leko Central Park
Lt.3 #119 Jakarta Barat

Jumat, 12 Februari 2016

Ini Bedanya Ayam Taliwang Asli Lombok dengan Ayam Taliwang di Daerah Lain

Ketika berkesempatan berkunjung ke suatu daerah baru, saya biasanya akan menyempatkan diri untuk mencicipi khas daerah tersebut. Kebetulan, beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Nusa Tenggara Barat. Yeahhhh.... ini tempat aslinya menu ayam taliwang yang bercita rasa sungguh menantang  tersebut.

Ketika kami mendarat di Lombok International Airport, jam sudah menunjukkan waktu sekitar jam 10-an malam. Dari sana kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju hotel yang berada di daerah Mataram. Mestinya kami langsung tidur karena besok banyak aktivitas yang sudah menanti. Namun, perut tak bisa diajak kerja sama. Porsi makanan di pesawat terlalu kecil sehingga perut masih berteriak minta diisi.

Kami pun mencari tempat untuk makan. Hari sudah terlalu malam sehingga semua restoran sudah tutup. Masih banyak warung tenda yang buka, tetapi kebanyakan sudah hampir habis stok makanannya.Karena kami terdiri dari rombongan yang cukup besar, kami mesti pindah berkali-kali. Setelah berputar agak lama, kami akhirnya memutuskan makan ayam taliwang di warung tenda Muslimah. Yess... akhirnya saya bisa merasakan ayam taliwang di daerah asalnya. Hmmmm.... I love it....

Agak lama, pesanan kami datang. Pelayan pertama kali datang membawa sambalnya terlebih dahulu. Setiap orang mendapatkan 3 jenis sambal, pertama sambal dengan cita rasa yang agak manis, kedua sambal yang pedas, ketiga sambal dengan potongan terong. Terong yang dipakai adalah terong bulat hijau yang biasa untuk dilalap. Rasanya pedas.

Tiga sambal: sambal pedas, sambal manis, dan sambal terong (dokumentasi pribadi)
Wahhh ini letak bedanya ayam taliwang asli yang dijual di tempat aslinya dengan ayam taliwang yang pernah saya makan di Jakarta dan Tangerang. Ayam disajikan dengan hanya satu jenis sambal yang rasanya sudah cukup pedas.

Tak beberapa lama ayam bakar berwarna kecokelatan pun datang. Satu ekor ayam utuh (tanpa kepala). Ayamnya tak terlalu besar, hanya cukup untuk makan satu orang. Ayam yang digunakan untuk ayam taliwang adalah ayam muda sehingga ukurannya tidak terlalu besar.

Ayam taliwang Muslimah (dokumentasi pribadi)
 Di lain kesempatan, sebelum pulang, kami ada satu kesempatan lagi untuk mencicipi ayam taliwang, tetapi di tempat yang berbeda. Tempat makan ini  tidak terlalu jauh dari ayam taliwang Muslimah. Sama-sama terletak di daearah Cakrangera.

Di tempat makan ini ayam taliwang juga disajikan dengan tiga jenis sambal. Bedanya, ketika pertama kali memesan, pelayan menanyakan apakah saya menginginkan ayam taliwang yang pedas atau manis. Ayam yang pedas diberikan tambahan sambal saat dibakar. Ayam taliwang manis hanya diolesi kecap saja saat dibakar.

Ayam taliwang pedas (dokumentasi pribadi)
Di sini kamu bisa memilih jenis ayam yang kamu inginkan, ayam negeri atau ayam kampung. Saya memilih ayam  taliwang kampung dengan cita rasa yang pedas. Sayangnya, sambalnya sedikit tawar. Untungnya ayam sudah enak, gurih dan pedas sehingga kamu tak perlu lagi mencocol sambalnya.

Cukup puas makan ayam Taliwang asli di sana. Sayangnya, masih banyak makanan khas yang belum sempat dicicipi. Lain waktu, jika berkunjung ke sini, saya akan mencicipi makanan khas Lombok lainnya. Thanks Lombok!

Jumat, 05 Februari 2016

Sepuluh Tempat Makan di Tangerang yang Mesti Kamu Coba

Dua tahun wara-wiri di daerah Karawaci, membuat saya merasa Tangerang just like my second home town, setelah Jakarta. Dari waktu ke waktu saya mulai mengenal lebih banyak sudut-sudut kota ini. Ketika ada seseorang yang berkata, tempat makan di  sana enak lho atau makan di restoran sebelah sana antre sekali lho. Saya dengan keponya menuju tempat makan yang ditunjuk dan direkomendasikan. Ada beberapa restoran yang bikin keki, ada banyak juga yang bikin happy. Nah di antara banyaknya pengalaman makan saya di kota ini, ada sembilan tempat makan yang mesti kamu coba. Apa saja nama tempat makannya, silakan baca saja artikel ini.

Taman Sari
Taman Sari merupakan tempat makan di daerah Karawaci dengan konsep alam yang begitu asri. Bangunan-bangunannya sudah cukup tua. Taman Sari adalah tempat makan yang paling lama di daerah Karawaci, dibandingkan dengan Benton Juncion dan MaxxBox Lippo Village. Dahulu tempat makan ini sangat ramai. Namun karena sudah banyak tempat makan baru di daerah Karawaci, tempat makan ini tidak seramai dahulu.

Di area ini banyak sekali restoran yang menjual berbagai jenis makanan, mulai dari restoran Kelapa Ijo, New Seoul, Ikan Bakar Poco-Poco, hingga restoran Chinese Food Tangs. Selain restoran, Taman Sari juga memiliki dua jenis food court. Food court pertama menampung para penjual makanan gerobak, sedang food court lainnya terdiri dari sekitar enam restoran yang bergabung menjadi satu, baik itu menu dan kasirnya.

Nah, kami paling sering berkunjung ke food court ini. Namanya Pendopo Taman Sari.  Tempatnya nyaman dan asri dengan harga makanan yang pun cukup ramah di kantong. Kami paling suka duduk di bagian luar restoran. Ada banyak sekali jenis makanan yang dijual di sini. Namun ada satu yang favorit bagi saya, yaitu nasi tutug oncom dengan ayam goreng. Selain itu, masih banyak jenis makanan lainnya, mulai dari nasi uduk, sate, hingga soto.
Nasi tutug oncomm di Pendopo Taman Sari (dokumentasi pribadi)
Benton Junction
Benton Junction juga berada di daerah Karawaci, di seberang Taman Sari. Setiap restoran memiliki bagian outdoor-nya yang tepat berada di pinggir jalan. Tempat makan yang comfort. Di Benton Junction berjejer banyak restoran mulai dari Serba Food, Dimsum Inc, Mom Milk, Papa Jack, Karei-ya, Planet Noodle, KFC, MaxxCoffee, Poka Ribs, Lau’s Kopitiam, dan masih banyak restoran lainnya.

MaxxBox Lippo Village
MaxxBox Lippo Village  adalah tempat makan terbaru di Karawaci yang terletak persis di sebelah Taman Sari. Di sini ada berbagai jenis restoran, mulai dari Pizza E-bira, Djournal Coffee, Tony Roma’s, MaxxCoffee, Imperial Lamian, Grandma Suki, dan Songfa Bakut teh. Di sini, memang tempat berkumpulnya restoran-reston yang berkelas dengan makanan yang berharga cukup mahal.

Selain restoran tersebut, ada juga restoran Bebek Bengil dengan penyajian yang terbilang unik. Ini salah satu menunya.

Salah satu menu di Bebek Bengil (dokumentasi pribadi)
Pasar Delapan
Pasar Delapan adalah pasar modern yang terletak di Alam Sutera. Jika  sore menjelang malam, tempat ini diramaikan dengan berbagai warung tenda yang menjual berbagai jenis makanan, mulai dari pecel lele, mie tek tek, berbagai jenis  makanan  Pontianak, bubur ayam Cirebon, hingga roti bakar. Harga makanan di sini relatif murah.

Ini salah satu menu makanan yang dijual di warung tenda makanan Pontianak. Selain  nasi campur, warung ini menjual bubur khas Pontianak dengan berbagai toping, mulai dari ikan, ayam, hingga daging babi.

Menu nasi campur di Pasar Delapan (dokumentasi pribadi)
Pasar Lama
Sepanjang jalan Pasar Lama Tangerang berderet berbagai tempat makan, mulai dari gerobak, tenda, food truck, hingga restoran. Di sini hampir segela jenis makanan bisa kamu dapat, mulai dari sate ular, biawak goreng, darah ular, pecel ayam, pecel lele, bakmie, mie goreng, ramen, sushi, hingga steak. Pasar Lama adalah surganya makanan murah yang enak. Pasar Lama Tangerang buka menjelang sore hingga malam.  

Menu mie ayam jamur di Pasar Lama (dokumentasi pribadi)
Flavor Bliss
Flavor Bliss adalah tempat makan yang berada di daerah Alam Sutera. Letaknya berada di seberang Mall Living World. Di sini ada banyak pilihan restoran, mulai dari Hokben, Bandar Jakarta, Harvest, Radja Ketjil, Starbuck, Rice Bowl, Sushi Tei, Wendy’s, Nany’s Pavillion, Ireland Creamary, Pat Bing Soo, Ikudo Ichi, Teko, Warung Rawit, Vintage, Chung Gi Wa, Imperial Lamian, Seo Rae, Holly Crab, Eastern KopiTM, Stevan Meat Shop and Food Store, The Grand Ni Hao, The Philo Coffee, Pempek Sari Sandjaja, Pisa Cafe, Warung Doel, Red Bean, Phoo 24,  Cel-cious, dan Karamel Juice.

Pusat Jajan Cafe Tenda Permata (Viper)
Tempat makan ini berada di daerah Karawaci. Tempatnya terletak di bekas Sport Center. Pusat Jajan Cafe Tenda Permata ini buka mulai sore hari dengan berbagai jenis makanan. Di sini ada sebuah restoran yang bernama Kwetiauw Sapi Ahok. Selain itu, masih banyaksekali jenis makanan lain, dari nasi goreng gila, nasi tek tek, nasi gudeg, sea food.

Salah satu makanan yang murah dan meriah di sini adalah mie goreng tek tek dengan berbagai pilihan toping.

Menu mie tek tek di Pusat Jajan Cafe Tenda Permata
Salsa Food City
Salsa Food City adalah food court yang berada tepat di sebelah Summarecon Mall Serpong dengan berbagai restoran, mulai dari Ba Kut Mumu, Warung Betawi Ibu Rudi, Soto Khas Tanah Abang Pak Hapid, Kedung Sari Juice, A Mei, Han Gook, Chinesse Food Peconangan 99, Ayam Bakar Anda, Ayam Bakar Taliwang Wongso, Batavia Steak, Depot TC, Es Duren GFA, Martabak Mini dan Kopi 77,  Sari Boboko, Sari Laut Makassar, Sate Ayam Madura Blok S, Sea Food 99, Si Jempol, Soto Mie Bogor, Tahu Crispy, hingga Tasty.  

Salah satu yang saya suka di sini adalah menu sup kaki sapi dari restoran Soto Khas Tanah Abang Pak Hapid. 

Sop kaki sapi (dokumentasi pribadi)
Espana Food Court
Ini juga salah satu tempat makan murah yang berada di dekat Hypermart Islamic di sebuah perumahan yang namanya Taman Imam Bonjol. Di sini dijual berbagai jenis menu, mulai dari ayam peyet, makanan Manado,  martabak, mie ayam, juga bubur khas Tangerang yang disajikan dengan daun selada

Bubur khas Tangerang (dokumentasi pribadi)
Makan Sutra
Makan Sutra adalah nama food court yang ada di Supermall Karawaci. Di sini juga tersedia berbagai jenis makanan, mulai dari makanan Indonesia, Barat, Korea, hingga Jepang

Selasa, 26 Januari 2016

Di Sini Makan Mie Rebus Pun Harus Antre


Katanya di Gading Serpong ada tempat makan sekaligus nongkrong yang sedang nge-hits. Oleh karena itu, di sore yang agak dingin akibat hujan tanpa henti, kami pun mengarahkan langkah menuju Warunk Upnormal. Kami tiba d sana sekitar pukul 18.30, saat yang tepat untuk makan malam. Pas  banget saat perut sudah mulai kriuk-kriuk minta diisi.

Sesampainya di sana kami melihat ada beberapa orang yang duduk-duduk di luar restoran. Wahhh, ternyata mereka adalah orang yang antre menunggu giliran untuk masuk  tempat makan yang menjual berbagai jenis mie instan, nasi dengan berbagai toping, snack, dan berbagai jenis minuman . Masa seh harus nunggu dulu? Sebenarnya perut sudah tidak mau diajak kerja sama. Cuma karena kepo, kenapa banyak orang yang rela antre, kami pun akhirnya ikut-ikutan.

Ada lima orang yang antre di atas kami. Ketika kami bertanya kira-kira berapa lama kami harus menunggu. Sang pelayan tidak dapat memastikan berapa lama. Lima belas kemudian, nama kami dipanggil. Kami kebagian tempat duduk di smoking room. Oh ya di sini ada tiga lantai. Lantai 1 smoking room, lantai 2 non-smoking room, lantai 3 private room. Menurut info dari sang pelayan, jika ingin  memakai private room, customer mesti mem-booking-nya sehari sebelumnya. Kapasitas tampung private room adalah sekitar 10 orang.

Ruangan di lantai 1 tidak terlalu luas dengan dereten bangku kayu dengan kombinasi sofa. Tempatnya hingar-bingar dengan suara musik. Di sini juga disediakan berbagai jenis permainan, dari uno hingga congklak yang bisa digunakan sambil menunggu pesanan datang.

Karena sudah kelaparan, kami pun segera memesan.  Berikut tiga menu mie goreng dan rebus kami.

Indomie Upnormal  (16,5K)
Di buku menunya, menu Indomie Upnormal adalah salah satu yang favorit. Indomie rebus dengan kuah keju. Toping adalah smoked beef. 

Indomie Upnomal
Indomie Goreng Sambal Matah (14,5K)
Menurut buku menu, indomie ini adalah salah satu menu yang hot yang disajikan dengan sambal matah, yaitu sambal mentah khas Bali dengan potongan sambal dan bawang. Sayangnya, rasa pedasnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Kami pun meminta tambahan cabe rawit potong agar bisa lebih pedas rasanya.

Indomie goreng sambal matah (dokumentasi pribadi)
Indomie  Saos Telor Asin (14,5K)
Indomie goreng ini dimasak dengan telur asin yang cukup banyak dengan tambahan smoked beef.


Indomie saus telur asin (dokumentasi pribadi)
Karena tempat nongkrong ini sungguh ramai, kami  pun masih perlu menunggu cukup lama. Ketika tiba, tiga menu tersebut sudah tak terlalu hangat. Oh ya bagi kamu yang porsi makannya banyak, menu mie di sini tidak terlalu besar. Jadi, kamu bisa memilih porsi jumbo atau pesan dua porsi mie sekalian. Jika  kamu memesannya setelah habis, pasti pesanan kamu yang terakhir akan lebih lama lagi.

Restoran Upnormal
Pembayaran: Cash dan  kartu ATM

Alamat:
Blok DF4 No., Jl. Klp. Lilin Sel, Tangerang
Blok DD4 No.34, Klp. Dua, Tangerang

Minggu, 24 Januari 2016

Lima Makanan Berkuah yang Bikin Ngiler

Ketika hujan dan dingin menu makanan yang paling digemari adalah makanan berkuah yang banyak sekali variannya, mulai dari mie kuah, tongseng, bakso, sop, soto, dan masih banyak yang lainnya.

Dari sekian banyak makanan berkuah, saya pilihkan lima makanan berkuah yang paling nikmat jika disantap dengan seporsi nasi putih. Berikut menu-menu yang akan bikin kamu ngiler.

Sup Kaki Sapi (32K)
Saya adalah salah satu penggemar menu yang terbuat dari kaki sapi alias kikil yang dimakan agak membal-membal, tetapi lunak dan gurih rasanya. Hmmmm.... apalagi jika dimasak sup dengan kuah santan yang dicampur oleh susu. Yummy...

Salah satu tempat makan yang menjual menu sup kaki sapi adalah Soto Khas Tanah Abang Pak Hapid yang berada di Salsa Food City Summarecon Mall Serpong.

Sup Kaki Sapi
Tongseng Sapi
Tongseng juga merupakan makanan berkuah yang enak dan nikmat. Tongseng tak melulu daging kambing ternyata, daging sapi juga bisa diolah menjadi tongseng. Salah satu restoran yang menjualnya adalah Bakso Lapangan Tembak Senayan. Meskipun bukan restoran yang memiliki spesialisasi dalam menu ini, tongseng di sini cukup enak.

Potongan daging sapi dengan ukuran kecil disajikan dengan kuah yang lezat bersama dengan potongan sayur kol yang cukup besar. Makan berkuah mirip gulai ini mesti dimakan dengan sepiring nasi hangat.

Tongseng Sapi
Soto Banjar Pak Aming
Di Indonesia ada banyak sekali jenis-jenis soto, mulai dari soto lamongan, soto padang, hingga soto banjar yang khas pulau Borneo. Soto dengan kuah susu ini sungguh enak dan gurih. Enak dimakan saat hujan sering mengguyur bumi seperti saat ini.

Soto ini bisa menjadi pilihan yang juga nikmat.

Soto Banjar Aming
Sup Buntut
Sup buntut kurang lebih sama dengan sop iga. Kuahnya sama-sama bening dengan aroma cengkeh yang terasa. Bedanya sup buntut menggunakan tulang yang diambil dari buntut sapi.

Menu ini juga cukup populer di Indonesia. Salah satu restoran yang menjualnya adalah Dapoer Penyet PIK. Restoran ini menjual menu ini dalam tiga pilihan ukuran, kecil, sedang, dan besar. Silakan pilih mana yang kamu mau.

Sup Buntut

Jumat, 22 Januari 2016

Ini Bedanya Nasi Liwet Solo dan Sunda

Beberapa waktu yang lalu kami makan di restoran Bumbu Desa. Tempatnya ala-ala pedesaan dengan banyak saung di atas kolam ikan mas warna-warni. Tempat sejuk dengan angin yang semilir membuat tempat ini menjadi pilihan tepat untuk makan bersama dengan keluarga tercinta.

Ada berbagai pilihan menu di sini mulai dari sup iga, iga bakar, bebek goreng, hingga ayam bakar. Nasinya pun ada beberapa pilihan, nasi putih biasa dan nasi liwet.

Kami pun memesan keduanya. Satu ceting nasi putih dan satu ceting nasi liwet. Karena kurang, kami pun memesan dua porsi nasi liwet lagi. Hmmmm.... hari ini memang anggota keluarga yang hadir lengkap alias full team sehingga nasi liwet yang kami pesan pun kurang.

Beberapa waktu kemudian, saya mampir ke Restoran Dapur Solo. Karena suka dengan nasi liwet ala Bumbu Desa yang Nyunda, akhirnya tanpa melihat gambar di menu, saya memesan juga nasi liwet yang ada di resto yang berada di wilayah Podomoro Sunter.

Ketika datang, ternyata nasi liwetnya beda dengan yang saya pesan di Bumbu Desa. Nasi liwetnya rada basah dengan berbagai toping, mulai dari areh santan yang terbuat dari telur ayam putih yang dimasak dengan santan. Lalu ada juga toping yang mirip tahu, tetapi ternyata ketika dimakan itu adalah telur kuning. Toping lainnya adalah separuh bagian telur pindang, suwiran daging dan hati ayam, juga ada sayuran labu siam. Sambal dan kerupuk membuat nasi liwet ini menjad meriah dengan rasa yang gurih dan nikmat.

Nasi Liwet Ala Dapur Solo (dokumentasi pribadi)
Nasi liwet khas Solo itu beda denga nasi liwet dari Bumbu Desa. Nasi liwet yang khas Sunda ini juga sama gurihnya karena memang dimasak bersama dengan santan. Bedanya nasi liwet ini ada ikan teri medan yang ukurannya lebih kecil dibandingkan ikan teri lainnya. Rasanya tidak terlalu asin, tetapi tetap gurih.

Nasi liwet khas Bumbu Desa (dokumentasi terlampir)
Di Bumbu Desa, nasi liwet tidak dijual per paket. Kamu bisa memilih lauk yang kamu suka yang dijual satuan. Ada ayam bebek goreng rempah yang dijual 34K per porsinya. Tampilannya tempting bukan?

Bebek Goreng Rempah Ala Bumbu Desa (dokumentas pribadi)
Tapi bagi saya, tak selalu harus dengan daging jika makan enak. Saya suka sekali menambahkan goreng-gorengan, seperti peyek udang dan tempe goreng. Lebih poll lagi jika ada sambal terasi plus lalapannya. Hmmmm... it's so yummy.

Peyek Udang dan Tempe Goreng (dokumentasi pribadi)

Tujuh Menu Iga yang Bikin Ngiler!

Iga merupakan salah satu dari delapan bagian dari daging sapi yang paling banyak dikonsumsi. Daging yang menempel di tulang rusuk ini cukup banyak jumlahya. Di berbagai restoran iga diolah menjadi berbagai menu yang lezat, mulai dari yang berkuah hingga bakar, dari yang rasanya manis, gurih, hingga asam-asam manis. Bentuk dan rasanya pun beragam, bergantung dari kreativitas masing-masing chef di restoran. Berikut berbagai olahan iga di beberapa restoran.

Asem-Asem Iga (45K)
Ini merupakan menu makanan dari restoran Dapur Solo yang berada di daerah Sunter Jakarta Utara. Baca juga Dapur Solo. Beberapa potong daging iga dimasak dalam kuah kecap yang diberi tambahan potongan belimbing. Oleh karena itu, rasanya manis, agak asam, dan segar. Ke dalamnya ditambahkan potongan sayur buncis, bawang, tomat, dan cabai.


Sup Iga Restoran Bumbu Desa (60K)
Menu sup iga merupakan makanan yang banyak dijual di berbagai restoran. Salah satunya adalah restoran Bumbu Desa. Tampilan tulang iga sungguh mantap karena menjulang tinggi. Rasa kuahnya yang bening juga enak. Daging di tulang iganya pun banyak. Ada potongan kentang, tomat, hingga daun bawang yang membuat sup iga ini sungguh yummy. 


Sup Iga Restoran Bebek 76 (35K)
Restoran lain yang menjual  sup  iga adalah Bebek 76 yang berada di Karawaci Tangerang. Isinya terdiri dari beberapa potong iga dengan ukuran medium yang dimasak dengan tomat dan daun bawang. Rasa karinya pun enak, hangat, dan segar. Sup iga di sini adalah menu dengan harga yang ekonomis sehingga tidak sebanyak dan sekomplet isi sup iga dari Bumbu Desa.


Iga Bakar Bumbu Desa (60K)
Restoran Bumbu Desa juga menyediakan iga yang dibakar. Ukurannya sedang dengan daging yang cukup banyak. Dagingnya pun lunak dengan warna cokelat yang menarik akibat kecap yang dioleskan saat dibakar. Rasanya gurih dan manis. Satu porsi iga bakar dibanderol sama dengan harga sup iganya.


Iga Bakar Warung Betawi Ibu Rudi (70K)
Iga bakar dari Warung Betawi Ibu Rudi yang berada di food court Salsa Food City Summarecon Mall Serpong juga menyediakan menu iga bakar. Beberapa  potong iga dengan ukuran jumbo dibakar langsung di depan restoran. Warnanya juga menarik dan rasanya juga gurih. Sambalnya pun cukup pedas. Restoran menyediakan pisau untuk memotong daging yang melekat di tulang iga. Jika kamu tidak mau repot, Iga bakar bisa difillet sehingga kamu bisa langsung melahapnya. Baca juga Tiga Pilihan Makanan Enak di Salsa Food City.


Iga Penyet (35K)
Ini merupakan salah satu menu iga yang ada di restoran 76 yang ada di Perumahan Harkit Karawaci Tangerang. Iga digoreng dahulu kemudian dipenyet lalu dituangkan berbagai jenis bumbu. Iga penyet ini disajikan dengan dua jenis sambal, yaitu sambal hijau dan sambal merah. Iga penyet dijual bersama dengan nasi dan lalapan.


Sup Iga Garang Asam Dapoer Penyet (51,9)
Kuah menu iga ini mirip semur, tetapi dengan rasa asam yang segar.  Nama menunya sup iga garang asam yang dijual di Restoran dapoer Penyet di Supermall Karawaci Tangerang. Kuahnya juga berasa pedas karena disajikan dengan  beberapa potong cabai rawit merah. Hmmm.... rasaya ramai, dari manis, asam, hingga pedas.
 

Minggu, 17 Januari 2016

Dari Choi Pan Hingga Uyen, Mana yang Kamu Suka?

Chinese food sudah sangat familiar di tengah-tengah kita, mulai dari kwetiauw bun hingga kwetiauw siram, dari bihun goreng, capcay, mie goreng, mie pangsit, suikiauw, hingga nasi goreng. Ada yang halal, banyak juga yang haram. Dahulu saya pikir Chinese Food, hanya segitu-segitu saja.

Nah beberapa waktu yang lalu, saya mampir ke bekas Permata Sport Club di Karawaci. Baca juga Kwetiauw Ahok, Terpikat karena Nama Restonya. Awalnya saya tertarik dengan kudapan khas Medan, mulai dari kue putu bambu hingga putu mayang. Setelah membungkus beberapa, kami pun menuju tempat makan utama kami, yaitu Chinese Food yang menyediakan kwetiauw siram dan nasi siram khas Pontianak.

Choi Pan 
Ketika kami sudah duduk manis, ada satu tempat makan yang menjual Choi Pan. Saya tidak familiar dengan makanan khas China peranakan Pontianak ini pun kepo display lemari kaca yang sederhana. Ada dua macam choi pan yang dijual, kukus dan goreng. Bentuknya hampir mirip-mirip dengan empek-empek, dengan banyak perbedaan. Pertama kulitnya sangat tipis sehingga kita dapat melihat warna isinya, ada yang putih dan ada yang hijau. Yang hijau adalah berisi irisan kucai, sedangkan yang putih adalah irisan bengkuang.


Choi pan dimakan bersama saus dengan potongan bawang putih yang kecil, rasanya sedikt pedas, asam, dan gurih. Satu buah uyen di sini dibanderol dengan harga 3K. Saya memesan dua choi pan kukus bengkuang dan kucai. Sebenarnya ingin juga merasakan choi pan goreng, tapi mungkin lain waktu jika saya makan di sini lagi, saya akan mencobanya.


Uyen 
Selain choi pan, tempat makan sederhana ini juga menjual beberapa kudapan lainnya. Salah satunya adalah uyen. Bentuknya bulat dengan ukuran sedang. Uyen mirip dengan bakso goreng. Baru tahu ternyata makanan yang gurih ini terbuat dari campuran tepung dengan talas yang dihaluskan. Ada bengkuang yang dipotong-potong halus dan terasa renyah saat dimakan. Ini bisa menjadi pilihan bakso non-daging yang lezat untuk para vegetarian.

Jika ingin dimakan, uyen dipotong-potong dahulu, kemudian disajikan dengan saus bawang putih yang sama untuk choi pan. Rasanya enak dan gurih. Kamu mesti mencicipinya. Satu buah uyen dibanderol dengan harga 5K.
 

Gemblong 
Gemblong yang saya makan biasanya terbuat dari tepung beras ketan, tetapi di sini gemblongnya terbuat dari tepung singkong. Berbeda dengan gemblong Betawi dan Puncak yang pernah saya makan. Bentuknya lonjong dan lebih lebar dibandingkan dengan kedua gemblong lainnya. Gemblongnya gurih karena ada parutan kelapanya juga. Beda lainnya, gemblong ini lapisannya luarnya adalah gula halus yang berwarna putih.


Jika gemblong asli Betawi dan Puncak, biasanya disalut dengan gula merah yang dilelehkan. Gemblong ini bisa jadi pilihan kudapan yang juga lezat. Indonesia memang kaya dengan berbagai kuliner lezat. Yuks nikmati kuliner Indonesia yang tak kalah nikmat dengan kuliner lainnya.

Permata Sports Club
Jl. Taman Permata No.301
Tangerang, Banten