Tampilkan postingan dengan label korean food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korean food. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Restoran Chung Gi Wa: Pesannya Cuma 4 Menu, Dapatnya 13 Menu

Saya sudah beberapa kali makan di restoran Korea, cuma rasanya belum pernah dapat restoran yang pas di hati. Oleh karena itu, ketika beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang merekomendasikan sebuah restoran Korea yang katanya yummy menu-menunya, saya pun tak tahan untuk segera mendatanginya. Nama restorannya adalah Chung Gi Wa. Restorannya ada di mana-mana. Salah satunya berada di lantai 3 Supermall Lippo Karawaci Tangerang.

Ketika kami datang, pelayan begitu ramah menyambut kami dan segera mempersilakan kami memasuki restoran yang ukurannya cukup besar dan nyaman.  Kami duduk di pojok depan restoran di meja untuk tempat duduk 4 orang. Saat kami datang restoran dalam keadaan tak beberapa ramai. Hanya beberapa bangku yang terisi.

Tadinya saya mau memesan menu paket saja. Jadi, sudah ada makanan dan minumannya sekaligus. Namun karena salah seeorang teman merekomendasikan menu daging panggang, akhirnya saya mengurungkan niat memesan menu tersebut. Kami memilih tiga jenis daging, dua porsi daging babi dan satu porsi daging sapi. Selain itu kami juga memesan setengah porsi japchae.

Pelayan pun bertanya apakah tiga porsi daging tersebut mau dimasakkan atau kami sendiri yang ingin memanggangnya. Kami memilih opsi pertama, tetapi kami meminta mereka untuk memasaknya di meja kami. Di Chung Gi Wa, di  setiap meja memang disdiakan satu buah kompor dengan penyedot asap  yang bentuknya seperti belalai pesawat dengan bentuk yang lebih kecil.
Tak beberapa lama dengan sigap beberapa pelayan membawa arang dan alat-alat pemanggang. Kami bisa mengobrol santai sambil memperhatikan para pelayan yang dengan sigap membolak-balik daging di pemanggang. Sambil menunggu makanan kami jadi, para pelayan membawa banyak side dish, mulai dari baby potato yang ditumis dengan kecap dan juga asinan lobak. Selain itu, masih ada beberapa side dish yang disajikan dalam piring-piring kecil. Kamu bisa minta tambah kalau merasa side dishnya tidak cukup. Side dishnya gratis meskipun kamu minta tambah berkali-kali.

Di antara sekian banyak side dish, saya paling suka dengan fish cake, side dish yang tebuat dari otak-otak yang dipotong panjang-panjang kemudian ditumis.  Dua jenis kimchi juga disajikan sebagai pelengkap menu makan malam kami, kimchi lobak dan juga kimchi sawi putih. Kimchi adalah menu sayuran yang sudah melewati proses fermentasi sehingga rasanya agak asam.   Beberapa teman sangat menyukai menu ini.  Namun bagi saya yang tidak tidak terlalu menyukai makanan yang terasa asam, saya lebih banyak mengunyah side dish tumis bayam dan  salad dengan mayonaisnya yang segar.

Kami bisa cemal-cemil side dish tersebut sambil menunggu menu kami selesai dimasak. Ohhh ya, karena menu yang disajikan sudah begitu banyak, kami pun hanya memesan dua porsi nasi putih untuk empat orang. Nasi putih disajikan dalam mangkuk alumunium kecil.  Pelayanan juga menyediakan dua botol teh ocha, yang dingin dan biasa. Ocha diberikan gratis dan juga bisa di-refill sepuasnya.

Tak terasa, menu daging bakar kami pun masak. Oh ya bagi kamu yang memesan tiga menu daging di Chung Gi Wa Restaurant, kamu bisa mendapatkan pancake ala Korea setengah porsi secara gratis. Wahhhhh dengan disajikannya pajon, deretan menu makan malam kami malam ini menjadi lebih panjang dan banyak.
Menu daging yang kami pesan adalah Bulgogi, Samgyopsal, dan Yang Yum Gui. Setiap porsi daging di sini dibanderol dengan 87K.

Bulgogi
Makan di restoran Korea tidak afdol jika tidak memesan bulgogi. Daging sapi dipanggang kemudian ditambahkan saus bulgogi dengan potongan bawang bombay yang cukup banyak. Rasanya asin-asin manis.

Samgyopsal
Samgyopsal adalah daging bagian perut babi yang dipanggang. Hmmmm... yummy daging masih dilapisi dengan kulit dan lemak yang cukup tebal.

Yang Yum Gui
Ini juga menu daging babi yang dimasak pedas manis. Really love it.

Pelayan menyediakan satu baki yang bentuknya panjang yang berisi daun selada, wortel, cabai hijau, mentimun, bawang putih, dan wortel. Cara yang paling cocok untuk memakan daging bakar tersebut adalah dengan membungkusnya dengan daun selada. Kamu bisa menambahkan apa saja yang ada dalam baki tersebut untuk membuat nasi bungkus daun selada kamu makin enak. Oh ya sebelum menaruh daging di atas daun selada, kamu bisa mencelupkan daging tersebut ke kecap asin, merica, dan juga sambal. Kamu bisa menambahkan nasi atau kimchi agar daging bungkus makin sedap. Saya sangat suka dengan cara makan ala-ala korea ini.    
Japchae
Makanan must-have ala Korea yang tidak boleh dilewatkan adalah Japchae. Makanan ini mirip-mirip  dengan sohun goreng yang dimasak dengan potongan-potongan telur dan sayur-sayuran. Kami memesan setengah porsi japchae yang dibanderol dengan harga 60K. Satu porsi Japchae dibanderol dengan harga 90K.
Pajon 
Pajon adalah pancake ala Korea yang bisa kamu dapatkan gratis jika memesan 3 porsi menu daging. Pancake ala-ala Korea mirip dengan martabak telur Indonesia. Beberapa telur didadar dengan isian daging, daun bawang yang dipotong panjang, serta sayur-sayuran, kemudian digoreng dalam wajan datar kemudian dipotong kotak-kotak. Pajon dikeluarkan masih dalam keadaan hangat, rasanya jadi lebih nikmat. Love it.
Berikut tujuh side dish yang disajikan secara gratis:
1.    Salad
2.    Kimchi sawi putih
3.    Kimchi lobak
4.    Fish cake
5.    Asinan lobak
6.    Tumis bayam
7.    Tumis baby potato
Setelah berhasil melahap habis semua makanan tersebut, kami pun meninggalkan restoran tersebut dalam  keadaan perut sangat kenyang. Pelayanan pun tersenyum kepada kami sambil mengatakan “Gamsa Hamnida” yang maksudnya adalah terima kasih dalam bahasa Indonesia. 

Alamat Restoran Chung Gi Wa
Supermall Karawaci UG#03A
Tangerang Banten
No Telp: (021) 54220108, 54220109

Jam buka restoran mengikuti jam operasional mall
Jenis Maknan: Nonhalal

Harga belum termasuk pajak (10%) dan biaya servis  (5%)
Harga makan per orang berkisar 100K

Selasa, 15 Desember 2015

Dessert Korea di Tiga Negara, Singapura, Filipina, dan Indonesia

Demam Korea melanda tak hanya di Indonesia. Tak hanya filmnya nan romantis, restorannya pun menjamur di Indonesia, dari yang kelas low hingga hig-end yang memengaruhi rasa dan harga sebuah makanan. Selain itu,yang tak kalah menjamurnya adalah dessert ala-ala Korea. Di Indonesia banyak restoran yang menjual dessert ala Korea. Ternyata bukan hanya Indonesia, demam makanan Korea, negara-negara tetangga kita, seperti Singapura dan Filipina juga keranjingan makanan Korea.

Dessert es Korea amat mudah ditemukan di dua negara ini, mulai dari mall, bandar udara, hinggga tempat rekreasi. Berikut restoran-restoran yang menjual dessert ala-ala Korea.

Insadong Korea Town
Bagi para pecinta Korea, di Sentosa Singapura ada yang namanya Insadong Korea Town. Pasti kamu langsung kepikiran dengan Jalan Insadong yang begitu terkenal di Korea. Iya benar, Insadong Korea Town merupakan replika jalan tersebut. Di sini dijual lebih dari 200 makanan Korea serta berbagai street food. Yang mau beli aksesori dan mainan Korea, kamu dapat membelinya di sini.

Bagi kami yang kepanasan di Sentosa di siang hari, yang langsung terbayang adalah sesuatu yang bisa mendinginkan jiwa dan raga. Kami pun menuju mesin semacam ATM, memasukkan uang, lalu mendapatkan tanda bukti pembayaran. Dengan kertas itulah kami menukarkannya dengan menu berikut

Shaved Ice with Gelato and 3 Fruits
Es serut ditaruh di bagian bawah mangkok. Di atasnya diberikan satu scoop gelato. Saya memilih yang rasa vanila dengan tiga kombinasi buah, yaitu stroberi, anggur, dan kiwi. Wafer dan buah seri menambah cantik tampian dan juga sensai rasa es ini.


Ice Matcha
Es krim seperti ini sudah banyak di Indonesia.  Lumayan  untuk mendinginkan tenggorokan. 


Insadong Korea Town
Resorts World Sentosa, 26 Sentosa,
Gateway #01-30/31/32/33,
Singapore 098138

Icebergs

Salah satu restoran yang menjual  dessert ala Korea di Manila  adalah Iceberg. Sebenarnya di sini juga menjual berbagai jenis makanan, mulai dari pasta, sandwich, fondue, hingga banana split.  Namun ketika siang menjelang malam, ketika hectic day sudah berlalu, menu dessert Korea ini menjadi pilihan kami menikmati sisa hari yang indah. Kami memilih Iceberg Special, yang terdiri dari menu Kiwi Manggo con Hielo dan Super Halo-Halo.
 


Saya suka sekali dengan kombinasi warnanya. Apalagi Super Halo-Halo, es krim dua rasa dengan berbagai jenis buah-buahan. Tempatnya pun cukup nyaman,  meskipun tidak terlalu besar.

Icebergs
Ground Floor, Padre Faura Wing,
Robinsons Place Manila, Ermita, Manila 

PatBingSoo Korean Dessert House
Salah satu restoran yang menjual dessert ala Korea adalah PatBingSoo. Salah satu cabangnya sudah ada di Flavor Bliss. Suasana di tempat ini memiliki konsep seperti subway station yang bernuansa Korea. Rastoran dilengkapi dengan interior yang berupa meja dan dinding yang ditulisi tulisan korea. Lagu-lagu Korea diputar membuat suasana di tempat ini bernuansa sangat korea. Tempatnya cukup nyaman meskipun tidak terlalu besar.


Ini dua menu yang pernah saya pesan di sini, Chungmuro Patbingsoo dan Seoul Bingsoo. Chungmuro Patbingsoo terdiri dari cornflake dengan matcha ice cream. Seoul Bingsoo lebih banyak topingnya, yaitu peach, jelly, plum sauce, dengan peach shaved ice. Masih banyak pilihan dessert di sini. Selain dessert, ada juga menu lainnya yang bisa dipesan, seperti Dynamite Spam, Spicy Chicken with Cheese, hingga Ramyeon.

PatBingSoo Korean Dessert House 
Flavor Bliss Ext 3A (2nd floor of Seorae)
Jl. Alam Sutera Boulevard
Alam Sutera, South Tangerang, Banten

Sabtu, 05 Desember 2015

Han Gang Restaurant

Mall Taman Anggrek masih merupakan tempat favorit untuk bertemu orang Jakarta dan orang Tangerang. Oleh karena itulah, mall ini sering menjadi tempat pertemuan kami untuk sekadar makan malam kala akhir minggu telah datang. Lagi pula, ada banyak pilihan restoran di mall ini. Setelah beberapa minggu yang lalu bersantap dengan makanan Korea di Hachi Hachi Restaurant. Hari ini kami bersantap di Han Gang Restaurant, tempat makanan yang menjual makanan-makanan khas dari negara artis Lee Min Ho.

Tempatnya tidak terlalu penuh meskipun kami datang pada saat makan malam. Kami memutuskan untuk makan di sofa yang paling pojok yang kebetulan kosong. Tempatnya nyaman. Tak menunggu terlalu lama kami memesan lima menu berikut.

Bulgogi (158K)
Tadinya kami pikir, menu ini termasuk ke dalam menu grill karena tercetak di bagian grill. Penasaran bagaimana bulgogi grill, kami pun memutuskan memesannya. Ternyata menurut salah satu pelayan, bulgogi tidak ada yang di-grill. Itu hanya kesalahan cetak. Namun begitu, kami tetap memesannya. Di Hang Gang, isi bulgogi tak semuanya potongan daging sapi, tetapi ada jap chae-nya juga, semacam bihun khas Korea. Porsi bulgogi di sini cukup besar. Ada wijen yang ditaburkan di atas bulgogi.


Hemul Pajeon (90K)
Korea juga memiliki pancake. Namanya Hemul Pajeon. Namun, sepertinya menu ini lebih tepat disebut dengan martabak telur. Versi Indonesia, kulit martabat telur yang terbuat dari adonan tepung sehingga lebih garing dibandingkan kulit Hemul Pajeon yang lebih banyak mengandung telur. Hemul pajeon disajikan dengan saus cabai botol.


Kimbab (30K)
Kimbab adalah sushi versi Korea. Bedanya terletak di nasinya. Kalau sushi, nasinya lebih lengket dibandingkan kimbab.Toping sushi pun beraneka ragam, beda dengan Kimbab. Di Han Gang, hanya ada satu menu kimbab yang disalut dengan rumput laut. Kimbab bisa dimakan dengan kecap asin. Satu porsi terdiri dari 11 kimbab yang disajikan dengan salad yang ditaruh di atas daun selada.


Shin Rhamyon (55K)
Mie khas Korea Shin Ramyon datang masih dalam keadaan hangat. Tekstur mienya hampir mirip dengan mie instan Indonesia yang agak keriting. Ada satu buah telur utuh dalam rhamyon yang disajikan dalam sebuah panji dengan ukuran kecil.


Deungsim Steak (165K)
Steak daging sapi ala Korea yang ukurannya hanya sekitar 250 gram. Pelayan bisa men-grill-kannya atau kamu bisa juga meng-grill-nya sendiri di meja kamu. Daging yang sudah di-grill kemudian dipotong-potong kecil. Biasanya daging tersebut dimakan bersama dengan daun selada yang di atasnya bisa ditambahkan dengan jamur, bawang  bombay, bawang putih, dan paprika merah yang juga sudah di-grill.


Han Gang Restaurant
Mall Taman Anggrek Lt.4
Jl.S.Parman, Daerah Khusus Ibukota Jakarta


Rabu, 02 Desember 2015

Perkenalkan Ssam, Nasi Bungkus Ala Korea


Kemarin waktu makan di sebuah restoran Korea di daerah Jakarta Barat, kami memesan satu menu daging sapi yang langsung di-grill di semacam wajan yang ada di meja kami. Pertama-tama sang pelayan menyiapkan arang dan kemudian membawa satu piring yang berisi daging sapi yang kelihatannya masih segar, beberapa iris bawang bombay, satu jamur utuh, beberapa potong kentang, paprika hijau, dan paprika merah.

Ada satu piring lagi yang dia bawa kemudian. Isinya berbeda, yaitu daun selada, daun perilla, beberapa potong bawang putih yang besar, dan cabai hijau.


Isi semua piring pertama kemudian dipanggang, mulai dari daging, jamur, hingga paprika. Tenang saja mekipun dimasak di depan kamu, asapnya langsung disedot oleh belalai yang ada di atas pemanggang tersebut. Jadi, dijamin rambut kamu tetap wangi dan tak bau asap.


Karena sambil ngobrol naglor-ngidul, tak terasa semuanya telah masak dengan sempurna. Pelayan dengan sigap memotong daging menjadi potongan kecil-kecil, begitu juga dengan jamur. Bawang bombay, paprika hijau, dan paprika merah disusun rapi di atas piring yang sama.

Semuanya sudah siap, mari kita makan!


Saya mengambil satu lembar daun selada, daun perilla, bawang putih, nasi putih, dan daging panggang. Semuanya saya tumpuk rapi sehingga cantik kelihatannya. Saya kemudian menambahkan paprika merah agar warnanya menjadi semakin cantik.

Saya juga menambahkan bumbu-bumbu yang telah disediakan. Nasi bungkus siap dimakan. Mmmhhh.... cara makan khas Korea ini memberi cita rasa dan sensasi yang berbeda. Beda rasanya jika semua bahan tersebut dimakan satu per satu dengan menggunakan sendok. Rasa daging sapi yang gurih bergabung dengan rasa daun selada dan perelli. Bawang putih dan paprika menambah sensasi rasa.


Itulah yang disebut dengan nasi bungkus atau Ssam dalam bahasa Korea. Adegan makan seperti itu sering terlihat di berbagai film serial Korea yang romantis. Jadi, tak ada salahnya mencoba, apalagi sensasi rasanya tak bikin kecewa. Namun menurut pengalaman saya, kamu tak perlu menambahkan potongan bawang putih. Aduhhhhh, aromanya yang aduhai tak hilang selama dua hari. Itu sudah menjadi catatan saya jika lain kali berkesempatan makan di restoran Korea lagi.

Saya menamainya nasi bungkus ini dengan nama "nasi bungkus suka-suka". Mengapa demikian? Karena kamu bebas menambahkan makanan atau bumbu apa saja yang kamu suka yang sudah tersedia di atas meja. Jika sedang diet, tak perlu menambahkan nasi. Nasi bungkus juga bisa ditambahkan dengan potongan daging bulgogi atau juga kimchi dari lobak atau sawi putih.Anda juga bebasa jika ingin menambahkan kuahnya. Kamu juga bisa menambahkan berbagai Side Dish Gratisan ala Restoran Korea, mulai dari Algamja-Jorim, Sigeumchi Namul, hingga salad ala Korea.

Rasanya suka-suka saja sesuai dengan selera kamu. Selamat menikmati nasi bungkus suka-suka!


Senin, 30 November 2015

Mengenal Side Dish Gratis Ala Restoran Korea


"Mba, sepertinya saya nga pesan makanan-makanan ini." Kata saya sambil menunjuk enam piring kecil berisi berbagai jenis makanan khas Korea.

"Ohhh.... ini side dish, bu. Setiap pengunjung di sini akan disajikan semua makanan ini." Jawabnya sambil terus menaruh piring-piring tersebut di atas meja kami.

"Kalau mau tambah, kena biaya tambahan lagi nga?" Tanyaku iseng sambil tersenyum.

"Tidak bu, kami akan tambahkan jika Ibu meminta tanpa ada additional charge."

Ternyata, memang begitulah di restoran Korea. Ada berbagai side dish yang disajikan gratis untuk para pengunjungnya. Salah satunya di Restoran Korea Han Gang di Mall Taman Anggrek saat kami makan malam beberapa waktu lalu.

Saat itu ada enam side dish yang disajikan dengan porsi kecil. Angka enam dan jenis-jenis makanan di sini bukanlah patokan. Karena di restoran Korea lainnya, jumlah side dish bisa lebih banyak bahkan karena begitu banyaknya seluruh meja hampir seluruh terisi dengan makanan.

Berikut enam side dish yang disajikan di Han Gang Restaurant 

Algamja-Jorim
Algamja-jorim atau braised baby potato adalah side dish pertama yang datang ke meja kami. Kentang dengan ukuran kecil yang masih lengkap dengan kulitnya ini mengingatkan saya pada kentang di menu rendang Padang. Namun  algamja-jorim ini ditumis dengan kecap yang kental lalu di atasnya ditaburi wijen.


Sigeumchi Namul
Saya menyebutnya sebagai bayam tumis. Namun, jika melihat pengertiannya di Wikipedia, definisi saya mengenai sigeumchi namul tadi kurang tepat. Sigeumchi namul adalah bayam yang direbus sebentar dan diaduk dengan minyak wijen, bawang putih, dan kecap asin. Sigeumchi namul biasa ditambahkan untuk makanan utama, seperti chapchae, kimbap, dan bimbimbap.

Satu-satunya menu side dish yang kami minta tambah adalah menu ini.



Braised Tofu
Tofunya yang lembut dipotong kotak-kotak kecil. Tofu itu kemudian dimasak hampir sama dengan side dish baby potato, ditumis dengan kecap yang kental.  Sepertinya cara memasak ini begitu populer di Korea. Salah satunya menu braised tofu ini.   



Kimchi Lobak
Kimchi merupakan sayuran yang sangat populer di Korea. Kimchi adalah hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas yang dicampur bawang putih, daun bawang, cumi-cumi , tiram, jahe, garam, dan gula. Rasanya segar. Kimchi bisa langsung dimakan begitu saja atau  bisa digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan khas Korea lainnya.



Kimchi Sawi Putih
Selain kimchi lobak, kimchi yang terbuat dari sawi putih juga sangat populer di Indonesia. Cara pembuatannya sama saja dengan kimchi lobak. Rasanya juga sama-sama segar. 


Salad
Side dish berupa salad ini berisi sayur-mayur yang telah matang. Kurang lebih isinya sama dengan salad yang kita makan di restoran Italia yang menjual Pizza. Dressing-nya mayonais dengan taburan kacang di atasnya. Salad seperti ini biasa disajikan bersama dengan pancake khas Korea yang biasa disebut dengan Hemul Pajeon. Saya lebih suka menyebutnya dengan martabak telur dibandingkan pancake.
 

Han Gang Restaurant
Mall Taman Anggrek Lt.4
Jl.S.Parman Daerah Khusus Ibukota Jakarta
11440