Tampilkan postingan dengan label japanese food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label japanese food. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2016

Tiga Restoran Jepang yang Mesti Kamu Coba

Kuliner Jepang juga sudah amat familiar di Indonesia. Oleh karena itu, di mana-mana ada restoran Jepang, mulai dari yang berkonsep all you can eat hingga yang siap saji. Untuk yang siap saji, biasanya menunya sangat terbatas. Menu seperti sushi biasanya jarang disajikan. Kadang ada yang menyajikan ramen atau udon. Namun menu utamanya biasanya adalah nasi dengan berbagai katsu dengan potongan daging dan sayuran teriyaki dan yakiniku.

Berikut tiga restoran Jepang dengan konsep siap  saji yang menyajikan berbagai menu Jepang siap saji. Restoran-restoran tersebut mudah ditemukan di food court di banyak mall. Berikut ketiga restoran tersebut.

Yoshinoya
Menu utama restoran Jepang yang bernama Yoshinoya ini adalah Beef Bowl yang dijual dalam dua ukuran, Regular dan Large. Ada empat toping ekstra yang bisa ditambahkan untuk Beef Bowl, mulai dari egg mayo, red hot chilli, creamy, dan crispy spinach. 


Menu side dish-nya juga ada, tetapi variasi menunya tak terlalu banyak, mulai dari ebi fry, karaage, crispy ebi, shrimp cutlet, katsu, egg roll, dan shumai. Menu lainnya ada juga, seperti miso soup, shrimp bowl, chicken bowl, dan combo. 

Yoshinoya mudah ditemukan di berbagai food court, mulai dari Summarecon Mall Serpong, Puri Mall, Supermall Lippo Karawaci, Summarecon Mall Serpong, Mall Taman Anggrek, Alam Sutera, Grand Indonesia, hingga Ruko Pulo Gadung Trade Center. Gerai Yoshinoya lainnya masih banyak bertebaran di mall lainnya

HokBen
Restoran Jepang ini dahulu namanya Hoka-Hoka Bento. Restoran ini memiliki lebih banyak gerai dibandingkan dengan Yoshinoya karena memang Hokben lebih dulu membuka gerainya. Menunya pun lebih variatif, mulai dari paket Bento Spesial, Premium Set Premium, Simple Set, Simple Set Teriyaki, Hoka Hemat, hingga Kidzu Bento. Untuk side dish-nya ada tori popcorn, pudding cokelat, pudding soft caramel, shrimp dumpling, chicken tofu, shrimp ball, hingga tori na teba. Tempura moriawase juga ada.


Minuman yang dapat dipilih, mulai dari es ogura, es sarang burung, jus melon, hingga koori konyaku. Harga makanan dan minuman berkisar dari 6K-55K.

Restoran Hokben berada di Summarecon Mall Bekasi, Summarecon Mall Serpong, Supermall Lippo Karawaci, Tangerang City Mall,  Balai Kota Tangerang, City Mall, ITC Cempaka Mas, Atrium Plaza, Metropolitan Mall Bekasi, hingga Senayan City. Masih banyak gerai hokben di mall-mall lainnya.

Gokana Ramen & Teppan 
Menu di restoran Jepang yang satu ini lebih variatif. Selain paket nasi, Gokana Ramen & Teppan juga menyediakan berbagai menu ramen. Ada ramen mania hingga hot ramen jumbo. Untuk hot ramen,  ada  empat level kepedasan, dari hot ramen, xtra hot ramen, super hot ramen, dan super xtra hot ramen.

Untuk menu nasinya ada paket Gokana, Paket Spesial, dan Paket Bento. Menu makanan dan minuman dibanderol dari harga 5K-41K.




Senin, 11 Januari 2016

Menikmati Chococro di St. Marc Cafe Senayan City

Saturday night, it’s time to hang out. Salah satu tempat pilihan yang asyik dan bisa jadi pilihan adalah Senayan City. Saya tiba masih agak sore, Sesampai di lobi saya turun melalui eskalator menuju Lower Ground. Saya suka melewati jalan ini, ada deretan resto dan kafe yang tampak begitu nyaman  dengan kolam penuh dengan ikan koi warna-warni.

Saya pun berbelok ke kanan dan memasuki pintu  kaca. Baru beberapa langkah, saya sudah melihat ada sebuah kafe yang cukup penuh. Namanya St. Marc Cafe. Berbagai bunga ucapan menyemarakkan antrean pengunjung yang lumayan padat di depan kasir. Melihat hal tersebut, saya pun ikut-ikutan nongkrong di kafe ini. Saat itu agak sulit menemukan bangku untuk sekadar duduk di kafe yang baru buka pada tanggal 9 Januari kemarin.


Tempatnya sebenarnya cukup luas dan nyaman. Namun karena masih baru, banyak sekali orang yang sama keponya dengan saya sehingga kafe tampak begitu crowded. Saya pun semakin kepo dari mana sebenarnya restoran yang signature food-nya adalah Chocoro, yaitu croissant cokelat dengan isi dark cokelat ini.


Ternyata resto  ini yang pertama kali dibuka di Ginza Marronie Shop di Jepang pada tahun 1991. Saat ini kafe ini sudah memiiki 400 cabang di Jepang. Kafe ini juga sudah memiliki 4 outlet di Singapura dan sekarang sedang melebarkan sayapnya ke beberapa negara di Asia dan hingga Doha, juga di Indonesia.

Berikut menu-menu yang disajikan di St Mark Cafe.

Chococro (19,9K)
Seperti yang telah saya katakan di awal, Chococro adalah product signature dari St. Marc Cafe. Roti  dengan 20 lapisan adonan mentega yang aslinya dari Perancis ini memiliki tekstur yang garing tetapi lembut jika dikunyah. Dark chocolate berasal dari Ghana dan Ekuador yang merupakan negara penghasil cokelat berkualitas di dunia. Dua kombinasi tersebut membuat Chococro pandai memanjakan lidah para pengunjung St. Marc Cafe.



Selain croissant dengan dark choco, St. Marc Cafe juga menawarkan dua jenis kroisan lainnya. Pertama, croissant dengan isi pisang cokelat dan croissant yang tak kalah enak lainnya dalah croissant dengan lelehan cokelat putih. Sebenarnya di antara ketiga croissant tersebut, saya paling suka dengan cokelat putih di dalamnya. Manisnya enak dan cokelatnya tidak bikin gigi nyeri. I love it.

Dessert 
Kyoto Delight (74,9K)
Ada tiga dessert yang saya saya cicipi. Kyoto Delight yang juga merupakan  siganure product di kafe ini. Kyoto  delight disajikan di sebuah gelas saji transparan, dengan base corn flake dan sponge cake. Di atasnya disajikan dua jenis es  krim. Es krim biasa dengan rasa matcha dan yang satunya adalah es krim yang teksturnya lebih lembut dengan rasa vanila.


Kyoto Delight memiliki berbagai toping. Ada dua toping mochi, yang satu bentuknya bulat, dan satu lagi bentuknya kotak persegi panjang. Rasanya kenyal-kenyal. Yang kotak persegi panjang dilapisi dengan tepung kedelai.  Warnanya lebih keruh dibandingkan dengan mochi yang berwarna bulat. Selain itu, Kyoto Delight juga disajikan bersama dengan pasta kacang merah. I Love it.

Manggo Fantasy (74,9K)
Manggo Fantasy merupakan varian yang hampir sama dengan Kyoto  Delight. Base untuk dessert-nya sama. Perbedaannya terletak pada toping yang dipakai. Manggo delight merupakan perpaduan puding custard, puree mangga, dan  juga mangga segar. Rasa mangganya agak asam. Nikmat dan segar disajikan dengan dua jenis es krim dengan tekstur yang berbeda, tetapi dengan rasa yang sama, yaitu vanila.


Gion (74,9K)
Gion juga merupakan salah satu dessert yang disajikan di St. Marc Cafe.  Es krim dua rasa, matcha dan vanila, disajikan dalam mangkuk putih berukuran sedang. Ada toping mochi yang bulat dan juga kacang merah yang bentuknya seperti bubur.


Golden Nugget (49,9K) 
Ini merupakan  dessert terakhir yang kami cicipi. Ice cream cone dengan es  krim rasa vanila dengan potongan pisang yang cukup banyak.   


St. Marc Cafe 
Senayan City, Lantai Lower Ground
Jl. Asia Afrika, Senayan Jakarta

 

Kamis, 07 Januari 2016

Mencicipi Udon Hitam dengan Salmon dan Berbagai Jenis Tempura di Tamoya Udon

Akhir-akhir ini sepertinya sedang “ngidam” makanan Jepang. Baru kemarin cipika-cipiki dengan teman-teman lama di En Japanese Dining di Senayan City yang menyajikan berbagai jenis makanan mulai dari Kulit Salmon hingga Baby Octopus. Beberapa hari kemudian langsung kepingin mencicipi mie ala Jepang, Udon, di Tamoya Udon yang letaknya berada di  Ground Floor Emporium Pluit. 

Kabarnya di restoran tersebut ada udon yang berwarna hitam. Selain itu, ada juga udon dengan warna  yang biasa. Warna hitam pada udon disebabkan oleh tinta cumi sebagai bahan pewarna alami. Oleh karena itu, setelah mendapatkan tempat duduk di pojokan, kami pun segera memesan menu-menu berikut

Salmon Teriyaki Black Udon (65K)
Akhirnya kesampaian juga makan satu porsi udon hitam dengan dua potong salmon yang dimasak dengan saus teriyaki. Potongan salmonnya cukup besar. Puas menyantap salmon dengan udon yang kenyal tetapi pas di lidah, apalagi dengan perpaduan kuah kari ikannya yang hangat. Di atas udon ditambahkan potongan-potongan daun bawang yang membuat udon semakin cantik warnanya dan lebih enak rasanya.


Salmon Teriyaki Udon (71K)
Seperti yang tadi saya katan di sini juga dijual udon dengan warna yang biasa. Perbedaan menu ini dengan menu di atas hanyalah perbedaan warna udonnya saja.  Menu ini sama-sama menggunakan dua potong salmon teriyaki sebagai topingnya. Ada satu lagi bedanya udon ini dengan udon di atas, yaitu ada tambahan toping lainnya, telur rebus ceplok yang warna kuning telurnya sangat memikat.  Setiap ada penambahan toping, kamu akan dikenakan biaya ekstra.


Sanuki Hot Black Udon (35K)
Wahhh apalagi bedanya udon ini dengan kedua udon yang di atas. Menu ini disajikan dengan udon yang berwarna hitam sama dengan menu pertama, tetapi udon ini polos tidak menggunakan toping salmon. Sebagai tambahannya, kami  mengambil berbagai jenis tempura sebagai topngnya. Untuk sekadar informasi, beda harga udon biasa dengan udon hitam hanya 5K saja. Harganya lebih mahal udon hitam.


Tempura
Tempura adalah berbagai jenis gorengan dari Jepang yang biasanya dimakan sebagai tambahan ketika makan udon atau nasi. Tamoya Udon menyediakan berbagai jenis tempura. Ini beberapa tempura pesanan kami.


Salah satunya adalah tempura udang. Daging udang dilapisi dengan terigu kemudian digoreng. Tempura udang kemudian dipotong-potong sebagai toping untuk udon-udon tersebut. Selain tempura udang, kami juga mengambil tempura yang terbuat dari ikan dori yang lembut dan dagingnya berwarna putih. Daging ikan dori kemudian difillet dari tulangnya lalu digoreng dengan tepung. Ada satu tempura lagi yang kami makan, yaitu bonten. Setelah menghabiskannya, kami segera melangkahkan kaki ke luar karena ada satu pekerjaan yang mesti kami selesaikan.

Tamoya Udon
Emporium Pluit Mall Lantai Ground
Jl. Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakarta

Rabu, 06 Januari 2016

Dari Kulit Salmon yang Kriuk-Kriuk hingga Baby Octopus di En Japanese Dining

Siapa yang akan melewatkan undangan makan siang ke En Japanese Dining, sebuah restoran Jepang yang berada di Senayan City? Tentunya saja saya tidak. Apalagi di sana akan bertemu dengan beberapa teman yang sudah cukup lama tak bertemu. It’s new year, sembari kongkow dengan teman lama, kita bisa mencicipi berbagai jenis makan Jepang di sini.

Ketika melangkahkan kaki  ke dalam restoran, suasananya begitu nyaman dengan desain interior yang cukup menarik. Restorannya juga cukup luas. Di ujung ruangan sana, saya melihat teman yang sudah tampak senyam-senyum ke arah saya. Hei, akhirnya bertemu juga kita. Kami pun mengobrol, lalu berbaur dengan yang lainnya sambil memesan menu-menu yang kami mau makan.

Berikut menu-menu yang kami pesan.

Kushi Moriawasse (145K)
Ini menu pertama yang kami pesan yang termasuk dalam katagori skewer alias sate-satean. Kushi Moriawasse terdiri dari delapan jenis-satean yang tampaknya yummy.


Keterangan Kushi Moriawasse dari kiri ke kanan
  • Nasu adalah sate yang terbuat dari potongan terong.
  • Shitake adalah sate yang terdiri dari jamur shitake yang dipanggang.
  • Ninniku adalah enam buah bawang putih yang disusun ke tusuk sate, baru dipanggang.
  • Reba adalah sate yang terdiri dari beberapa potong hati ayam.
  • Tsukune  adalah sate yang terbuat dari bakso yang dibuat dari ayam cincang.
  • Gyu short rib. Ini adalah sate dari potongan iga sapi.
  • Pork belly. Bagian perut babi yang berlemak alias samchan juga bisa menjadi salah satu pilihan sate.
  • Kawa. Kulit ayam juga bisa jadi pilihan kamu untuk dijadikan sate yang rasanya sungguh gurih.

Okonomiyaki (85K)
Makanan Jepang memang rada mirip-mirip dengan makanan Korea. Ketika satu porsi okonomiyaki datang, saya langsung teringat dengan pancake ala Korea yang pernah saya makan di Han Gang Restaurant. Okonimayiki  terbuat dari telur dengan isian berbagai jenis seafood.


Inaniwa Udon Butter  (185K)
Udon yang berukuran tipis ini ditumis dengan kerang scallop yang segar, lalu diberi  tambahan potongan jamur di atasnya. Porsinya sedang, pas untuk dimakan satu orang.


Tobiko Dashimaki Tomago (68K)
Tobiko dashimaki tomago adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari telur dadar yang berwarna kuning dengan isian telur ikan. Satu porsi tobiko dashimaki tomago terdiri dari sepuluh potong yang dapat dimakan dengan mayonais yang di atasnya diberi hiasan telur ikan yang berwarna keorangean.


Chawan Mushi
Ada banyak ternyata makanan Jepang yang terbuat dari telur.  Salah satunya adalah Chawan Mushi Menu telur yang ditim lalu dimasak bersama dengan jamur dan udang.


Chuka Idako (45K)
Menu Chuka Ikado datang dalam porsi yang kecil. Chuka idako adalah baby octopus yang diberi berbagai bumbu. 


Chuka Kuki Wakame (45K)
Menu ini juga kecil porsinya. Rumput laut yang ditumis dan berwarna kehijauan.


Buta Saute
Ini adalah salah satu menu yang enak. Karena hamprir semua yang berlemak memang enak. Semacam lemak dari daging babi yang ukurannya cukup besar ditumis dengan saus bawang putih. Buta saute disajikan bersama dengan sayur-sayuran.


Tiger Roll Sushi (95K)
Kami juga memesan satu porsi  Tiger Roll Sushi. Sushi dengan udang yang diluarnya dilapisi oleh telur ikan.


Salmon Skin
Kulit salmon yang  digoreng ini garingnya seperti kerupuk. Rasanya asin dan gurih. Yummy.


En Japanese Dining
Senayan City Lt. LG, Crystal Lagoon Tower
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Gelora Tanah Abang
Telepon:+62 21 72781603

Kamis, 10 Desember 2015

Coco House of Curry

Beberapa waktu yang lalu saya pernah bercerita tentang sarapan di Singapura Dari Roti Prata hingga English Breakfast.  Sebenarnya kari is not my type of food. Namun karena salah seorang teman “ngidam” banget makan kari Jepang di Coco House of Curry di Grand Indonesia,  akhirnya mampirlah kami ke resto yang sungguh nyaman dan enak buat nongkrong ini. Sekali-kali membuat teman senang dan bahagia tidak apa apa kan? Amal!

Benar saja, tak perlu lihat buku menu dia sudah tahu menu yang akan dipesan, chicken cutlet omelette curry.

“Nah ini buku menunya. Kamu silakan pilih menu yang kamu suka: vegetable curry, mix curry, seafood curry, omelette curry, meat curry.” Katanya kepadaku

Karena dia sudah memesan omelette curry, supaya kompak aku pun memesan fried chicken omlette curry. Tampilanya seperti bagus. Tapi kok nga ada nasinya? Mana nampol makan begituan saja.Maklumlah perut orang Indonesia. Hmmmm.... Ternyata nasinya ada, tetapi dibungkus  rapi di dalam omelette. "Ohhh gituuu...." kataku sambil membola-balik buku menu.

Oh ya di sini, kamu harus memilih berapa banyak nasi yang kamu mau. Bukan setengah atau satu model makan di warteg ya. Ukurannya pakai gram mulai dari 150, 250, 350, 450, hingga 550 gram. Beda gram beda juga harganya. Silakan pilih sesuai dengan kemampuan perut dan kantong.

Ohhh ya bagi yang belum tahu dan bingung kok menu kari dijual di restoran Jepang. Yap benar, kamu tidak perlu heran karena kari sudah dianggap makananan nasional di Jepang. Jaman dahulu kala makanan ini dibawa oleh orang-orang Inggris ke Jepang. Orang Inggris sendiri mengenal kari dari orang-orang India yang dijajahnya. 

Karena ketidaktahuan pada saat itu, orang Jepang mengatagorikan kari sebagai makanan Barat. Namun, akhirnya mereka mengetahui bahwa aslinya kari adalah makanan India. 

Di  Jepang sendiri, membuat kari hampir sama dengan membuat sambal pecel di Indonesia. Di Jepang kari sudah dibuat seperti blok. Jadi, ketika kita mau makan kari, kita hanya menambahkan air panas atau memanaskannya di dalam microwave. Kari pun sudah siap disantap. Mudah bukan?
Itu sedikit tentang kari di Jepang. Wah kebetulan, Chicken Cutlet Omlette Curry dan Fried Chicken Omlette Curry sudah datang. Langsung kita cicipi saja ya.

Chicken Cutlet Omlette Curry
Omelette disajikan bersama dengan  cutlet alias katsu ayam dengan kari khas Jepang. Ternyata kari dari Jepang ini memiliki cita rasa yang berbeda dari induknya kari India. Ada  beberapa modifikasi yang membuat saya suka dengan rasanya. Next time bisa datang lagi dengan membeli menu yang berbeda. 



Fried Chicken Omlette Curry (70 K)
Ini menu pesanan saya, bedanya cuma di jenis ayamnya dan ukuran nasinya. Saya memesan yang paling sedikit karena itu sangat pas dengan perut saya. 


Kami pun ngobrol-ngobrol sebentar di sini, lalu meninggalkan Grand Indonesia karena masih ada kegiatan lagi yang mesti kami kunjungi. 

Coco House of Curry
Grand Indonesia Shopping Town
West Mall Lantai 3A
Jalan MH.Thamrin No.1


Senin, 07 Desember 2015

Tiga Sushi yang Mesti Kamu Coba

Ala karena biasa merupakan kiasan yang tepat bagi “pertemananku” dengan sushi, makan kecil yang terbuat dari nasi yang padat dengan berbagai macam ragam topping, mulai dari salmon, ketimun, kulit salmon, tuna, telur, belut, abon, udang, ayam, alpukat, telur ikan, crab stick, hingga rumput laut. Awalnya aku alergi dengan makanan ini. Makanan apa ini? Sudah kecil, tidak enak pula.

Pertama kali aku bertemu dengannya pada saat seorang teman kantor ulang tahun beberapa tahun yang lalu. Dia penggemar berat sushi dan tampaknya out of the box sekali orangnya. Di saat semua orang memberikan nasi kuning, tumpeng, atau sepotong cake saat perayaan ulang tahun, ibu funky ini  malah memesan satu tampah kecil berbagai jenis sushi. 
Waktu itu saya berpikir, walaupun kurang suka, tak ada salahnya untuk mencicipi sekadar untuk menghargai. Katanya untuk orang yang baru pertama kali, jangan langsung makan sushi yang mentah, tapi yang matang dulu. Yahhh lumayan enak, meskipun bukan my type of food.

Dari sekadar mencicipi lambat-laun saya jadi mulai suka hingga akhirnya sudah berani mencoba ubur-ubur, sashimi, hingga salmon mentah. Lama-kelamaan saya jadi ketagihan dengan makanan khas dari Jepang ini. 

Nah, ini beberapa sushi yang pernah saya makan

Sushi AEON Mall
Mall yang aslinya dari Jepang ini mempunyai swalayan besar yang khusus menjual barang dan makanan yang berasal dari Jepang. Salah satunya adalah sushi. Pada saat awal pembukaan mall banyak orang rela mengantre panjang di sushi bar untuk mendapat beraneka jenis sushi yang segar dan enak. Sushi ada yang sudah dikemas per kotak, ada juga yang dijual per satuan sehingga kamu bebas memilih yang kamu suka.

Ini salah satu sushi favorit, sushi salmon mentah. Sushi mentah mempunyai cita rasa khas yang berbeda dibandingkan yang matang. Silakan mencobanya sendiri.


Oh ya, di AEON mall kecap  asin, wasabi, dan sumpit dijual terpisah. Jadi, jangan lupa bawa sumpit sendiri jika ingin makan sushi di sini. 

Aeon Mall
Jl. BSD Raya Utama, Desa Sampora
Kec. Cisauk,  Tangerang, Banten 
Sushi Hotel Indonesia Kempinski
Beberapa bulan yang lalu Hotel Indonesia Kempinski mempromosikan makan khas Kalimantan kepada para pengunjungnya. Setelah saya mencoba hampir semua menu Kalimantan, mata saya langsung tertuju ke sushi bar. Saya pun kemudian menyusun sushi-sushi yang saya inginkan dalam sebuah piring.  Ada sushi dengan salmon mentah hingga yang isinya ketimun. Sushi ini berhasil membuat perut saya kekenyangan dan gagal diet.


Hotel Indonesia Kempinski
Jalan M.H. Thamrin No. 1
Daerah Khusus Ibukota Jakarta  

Sushi Hachi Hachi Bistro
Resto Jepang ini juga memiliki koleksi menu sushi yang variatif, salah satunya tamago. Sushi dengan omelet yang diikat dengan rumput laut lalu di atasnya diberikan mayonais. Sushi tamago ini dijual per buah, sedangkan sushi yang lainnya dijual lima pieces per porsinya.


Hachi Hachi Bistro
L-234, Jl. Letjen. S. Parman No.28,
Grogol petamburan
Jakarta Barat

Rabu, 02 Desember 2015

Hachi Hachi Bistro

Yeayyy, weekend is coming. Senang... senang... senang, apalagi ada seseorang yang baik hati mau memberikan tebengan dari kantor hingga di Taman Anggrek. Awalnya nga mau mampir-mampir di Taman Anggrek, langsung pulang saja. Beberapa meter di depan Taman Anggrek, ada yang memberikan ide  ini “bagaimana kalau kita makan dulu, baru pulang ke rumah masing-masing.”


Belum berkata iya atau tidak, supir langsung membelokkan kemudinya ke Mall Taman Anggrek. Namanya juga “dipaksa” makan, akhirnya saya pun pasrah dan here we are sampai di depan depan Hachi Hachi Bistro.

Hachi-hachi Bistro merupakan restoran Jepang yang berada di lantai tiga Taman Anggrek. Restonya tidak terlalu luas, tetapi cukup nyaman. Selain itu, menu makanan Jepangnya juga cukup lengkap, mulai dari sushi, udon, hingga yakiniku.

Saat perut mulai kruyuk-kruyuk pesanan kami pun tiba. Berikut menu-menu makanan yang kami pesan.

Honey Glazed Salmon (62K)
Salmon panggang yang dilapisi dengan madu ini begitu lembut dan gurih di mulut. Dengan ukuran salmonnya pun cukup besar, kamu dijamin kenyang. Apalagi salmon juga disajikan bersama dengan union ring yang besar dan renyah, nasi yang ditaburi dengan wijen hitam, dan tumisan sayuran yang terdiri dari jamur, toge, dan juga kol.   


Spicy Seafood Yaki Udon (52K)
Menurut salah satu teman yang pernah makan di sini, menu udon goreng di sini lumayan enak. Daripada salah pilih makanan, saya pun memesan menu tersebut. Porsinya lumayan besar dan rasanya pun memang enak. Cuma  bakso ikan  dan udangnya tidak terlalu banyak. Sayangnya pada saat dimakan, udangnya terasa tidak terlalu segar. Udon dimasak bersama dengan jamur, kol, dan toge. 

Yakiniku Beef  & Chicken Karage (52K)
Dua kepal nasi yang padat, beef yakiniku, empat potong chicken karage, dan salad disajikan dalam nampan kayu.  Tambahan mayonais ditaruh di tengah nampan.  Porsinya memang banyak dan sangat mengenyangkan. Rasanya enak dan semua makanannya fresh.

Sushi
Makanan utama yang kami pesan sebenarnya sudah membuat perut kenyang. Sushi dipesan hanya untuk camilan. Awalnya bingung mau pilih sushi yang mana, hingga akhirnya kami menanyakan sushi mana yang paling favoritnya. Nah ini tiga sushi pilihan kami.

Peking Salmon Roll (49K)
Pelayan memberikan  dua pilihan dan kami pun memilih  peking salmon roll. Rasanya crunchy karena di tengahnya ada kulit sushi goreng. Salmon, mayo, dan telor ikan yang berwarna pink atau hitam bikin sushi makin yummy.  Di sampingnya ada semacam pangsit yang juga renyah. Satu porsi berisi 8 sushi. 



Kappa Maki (16K)
Selain peking salmon roll, kami juga memesan kappa maki, yaitu sushi dengan timun di tengahnya. Lapisan luarnya adalah rumput laut. 

Tamago (6K)
Tamago juga merupakan salah satu jenis sushi dengan omelet yang berwana kuning yang diikat di atasnya. Tamago ini dijual secara satuan.  


Hachi Hachi Bistro
Jl. Letjend. S. Parman Kav. 21
Mall Taman Anggrek lantai 3 no. 311
Jakarta 11470