Tampilkan postingan dengan label western food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label western food. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2016

Makanan Serba Hitam, Ngeri atau Lezat?

Dahulu hitam identik dengan sesuatu yang gelap, seram, dan mengerikan. Namun sekarang, zaman sudah berubah. Banyak menu yang biasanya berwarna kecokelatan dengan kreativitas yang tinggi berubah menjadi makanan warna hitam. Thanks untuk para chef dan pecinta kuliner, dengan berbagai zat pewarna alami dapat menyulap makanan dengan warna biasa menjadi sesuatu yang begitu tempting.  Kombinasi warna toping dan kuah dalam menu warna hitam tampak begitu unik dan menggoda untuk disantap.

Berikut menu-menu hitam yang bisa Anda coba

Burger dan Hotdog Hitam
Tak hanya makanan ala Asia mendapatkan modifikasi menjadi makanan warna hitam. Makanan ala Barat, seperti burger dan hotdog pun bisa berubah menjadi hitam. Namun tidak seluruh isinya berwarna hitam. Warna timun, tomat, saus, mayonais, smoked beef, atau sosisnya tetap biasa saja. Yang berubah biasanya hanya warna rotinya.


Salah satu restoran yang menjual burger dan hotdog hitam adalah Food Truck Chee Gen yang wara-wari dari satu mall ke mall lain dengan bus kuning berukuran sedang yang sudah dimodifikasi.


Udon Hitam
Udon adalah mie khas Jepang yang berbentuk  lebar dan tebal. Udon bisa dimakan dengan berbagai jenis kuah dan toping.Topingnya bisa berupa ikan salmon hingga berbagai jenis tempura. Di Indonesia sekarang banyak sekali restoran menjual udon, salah satunya  adalah restoran En Japanese Dining yang berada di Senayan City Jakarta Selatan.

Selain menjual udon dengan warna yang biasa, restoran ini juga menjual udon yang berwarna hitam. Hanya dengan menambahkan uang sebesar 5K, kamu sudah bisa mendapatkan udon yang sudah diberi pewarna tinta cumi. Rasanya kurang lebih sama dengan udon biasa. Tambahkan beberapa jenis tempura sehingga menu udonmu  menjadi ebih nikmat.


Jajangmyeon
Jajangmyeon adalah mie khas Korea dengan saus hitam yang terbuat dari pasta kedeai hitam. Menu ini di Korea adalah menu wajib yang dihidangkan pada saat Black Day, yaitu hari ketika para  jomblo, baik  perempuan dan laki-laki, bertemu merayakan "Hari yang Gelap" yang jatuh pada tanggal 14 April setiap tahunnya. Sebagai pelengkap, para jomblo juga akan minum kopi hitam. Lucu sekali ya perayaannya.


Di Indonesia menu mie Korea hitam ini juga banyak dijual di restoran-restoran. Saya pernah mencobanya di sebuah restoran Korea di food court Supermall Lippo Karawaci. Mie yang terbuat dari gandum ini di atasnya dituangkan saus kedelai hitam yang telah dicampur dengan kentang, jamur, serta daging sapi.  Jadi, ketika kamu mengaduknya, mie akan berubah menjadi warna hitam.  

Pangsit Hitam
Waroeng Mee yang berada di daerah Menteng memiliki satu menu mie yang namanya Mie Edgy Hitam. Topingnya hampir sama dengan mie lainnya. Bedanya di menu ini ada dua potong pangsit garing yang berwarna hitam.


Selasa, 12 Januari 2016

Mari Mengenal Pasta: dari Rambut Malaikat hingga Penne

Indonesia kebanjiran berbagai jenis makanan dari banyak negara. Salah satunya adalah kuliner dari Italia yang bernama pasta. Menurut sebuah referensi, pasta yang ada di Italia jumlahnya berkisar 650-an jenis. Wah banyak sekali ya. Memang di negara aslinya tiap tahun ada saja kreativitas orang menciptakan berbagai bentuk pasta, mulai dari yang bentuk kupu-kupu hingga pita.

Di Indonesia sendiri, ada juga banyak jenis pasta yang dikenal, tetapi tentunya tidak sebanyak pasta di negara aslinya. Berikut berbagai jenis pasta yang paling banyak  dijual di restoran dan kafe di Indonesia.
  
Angel Hair
Pertama kali mengetahui ada pasta yang namanya Angel Hair adalah ketika makan di LA Louge  Aston Priority Simatupang. Kok lucu ya ada rambut malaikat. Akhirnya saya memesan satu porsi pasta Rambut Malaikat yang bentuknya mirip dengan misoa. Lebih kecil sedikit dibandingkan dengan spaghetti. Rasanya enak. Angel Hair ditumis bersama dengan potongan ikan salmon dan keju. Harga per porsinya sekitar 80 ribu-an.


Tampaknya pasta ini hanya dijual di restoran dan kafe tertentu saja, tak sepopuler spaghetti misalnya. Selain di LA Lounge, pasta ini juga dijual di Bluegrass Bar and Grill di daerah Kuningan. Nama menunya adalah Angel Hair Pasta with Jumbo Prawn. Satu porsi pasta dibanderol dengan harga 90K.


Spaghetti
Spaghetti tampaknya merupakan pasta yang paling terkenal di Indonesia. Mentahnya banyak dijual di swalayan dan supermarket dengan bentuk yang mirip seperti lidi. Di restoran, berbagai menu spaghetti dijual. Mulai dari spaghetti yang dimasak dengan saus bolognesse ataupun spagheti oglio olio yang rasanya pedas.

 

Salah satu restoran yang menjual spaghetti  adalah Enigma Sportbar, Pool, and Restaurant  yang berada di Gading Serpong. Salah satu menu andalannya adalah Spaghetti Bolognese yang dibanderol dengan harga 59K. Spagheti dimasak dengan saus bolognese dan daging sapi cincang ditambah dengan toping dua potong sosis. Untuk mengetahui menu-menu pasta di Enigma Sportbar, Pool, and Restaurant, baca juga Early  Christmas Dinner, Bagian 1.

Penne
Pasta penne ini bentuknya mirip dengan silinder dengan kedua ujungnya yang dipotong serong. Saya pernah memakan menu ini di sebuah festival kuliner gaya Eropa di La Piazza Kelapa Gading. Nama restorannya bernama Nest Grill. Penne ditumis bersama dengan daging asap dan jamur yang ditaruh dalam sebuah kotak kardus. Porsinya kecil dengan tampilan seadanya. Maklum ini bukan di restonya langsung. Satu porsi dibanderol dengan harga 35K.


Fettucini
Bentuk fettucini lebih lebar dibandingkan dengan pasta spaghetti. Saya sangat suka dengan fettucini yang creamy dengan toping potongan daging asap. Namun, beberapa waktu yang lalu saya memesan satu porsi fettucini dengan toping udang dan kerang hijau di sebuah restoran di Central Park. Harapannya menu yang saya pesan yummy dan memuaskan. Sayang pada kesempatan kali ini, fettucininya kurang enak  meskipun tampilannya sungguh cantik. Tenang, masih ada  lain waktu memesan menu ini.


Fusili 
Pasta ini bentuknya agak bergelombang. Saya pernah makan di Warung Pasta, sebuah rumah makan yang menyediakan berbagai jenis pasta dan makanan ala-ala Barat dengan harga yang sangat terjangkau. Ini pasta fusili yang saya pesan  degan toping tuna. Porsinya tak terlalu banyak karena saya memesan  pasta yang berukuran M. Untuk porsi yang lebih besar, kamu bisa memesan menu dengan ukuran L.

Jumat, 25 Desember 2015

Delivery Order Solaria

Pekerjaan memaksa kami untuk tinggal lebih lama di kantor. Yeahhhh.... Semangat! Semangat! Semangat! Kerjaan, kerjaan, dan kerjaan mesti dan segera kelar. Akhirnya, kami urungkan niat untuk sekadar keluar makan malam untuk menghemat waktu.

Pertanyaannya "mau delivery order apa". Salah satu sumber suara di pojok sana berteriak denga ceria "How about Solaria". 

Kemudian dengan cekatan dia mem-browsing no delivery order restoran yang menjual Chinesse Food dan ada beberapa juga yang makanan ala-ala Eropa.

Telepon langsung diangkat oleh CS dan dia memberikan total pembelanjaan kami. Sambil menunggu, kami menyibukkan diri mengerjakan pekerjaan yang seakan tak ada habisnya ini.

Tak beberapa lama, telepon kembali bedering, ternyata berasal dari Solaria terdekat. Perempuan di ujung telepon tersebut pun mengatakan bahwa pesanan kami baru bisa sampai antara 60-90 menit.

"Kenapa lama ya mbak, tidak seperti biasanya?"

"Karena armada delivery order baru saja keluar mengantarkan pesanan. Apakah Ibu bersedia menunggu sampai batas tersebut?" tanya lagi.

Akhirnya kami pun mengiyakan saja dan kami pun meleburkan diri lagi dengan pekerjaan kami. Namun tak sampai 1 jam menunggu, staf delivery order sudah sampai. Wahhh bahagianya cacing-cacing kami dan inilah menu yang kami pesan.

Chicken Cordon Bleu
Pesanan kami semuanya datang dalam keadaan rapi. Begitu juga dengan Chicken Cordon Bleu. Daging dada ayam yang difillet kemudian ditambahkan smoked beef dan keju. Lalu disalut dengan tepung roti. Chicken cordon bleu bisa dimakan bersama dengan nasi atau kentang. Kami memilih dengan french fries. Chicken Cordon bleu juga disajikan bersama salad.


Namun, jika ingin makan chicken cordon bleu sebaiknya langsung di restorannya. Keju dalam chicken cordon bleu akan meleleh bila dalam keadaan masih hangat. Rasa Cordon Chicken Bleu yang sudah dingin masih terasa, tetapi sudah menjadi kurang nikmat.

Nasi Goreng Smoked Chicken
Ini salah satu menu favorit seorang teman yang katanya fried-rice-addicted. Nasi goreng dengan smoked chicken yang dipotong kotak kecil dengan warna yang hampir sama dengan nasi sehingga sulit dicari mana smoked chicken-nya. Namun rasa smoked chicken-nya pas di lidah. Nasi goreng ini sepertinya tidak pernah mengecewakan.


Kwetiau Seafood Goreng
Ada berbagai jenis kwetiauw yang dijual di Solaria, ada kwetiauw siram, rebus, dan goreng. Kami memilih yang terakhir dengan toping seafood, yang isinya terdiri dari udang, bakso ikan. Sepertinya ada cuminya meski sedikit. Ada tambahan telur orak-arik juga dalam kwetiauw goreng tersebut. Rasanya enak, porsinya pun banyak. Sepertinya memang menu-menu di Solaria ini hampir semuanya disajikan dengan porsi yang besar.


Ikan Fillet Rica-Rica
Ikan fillet rica-rica bisa dibeli dalam menu paket atau ala carte. Kami membeli yang tanpa nasi. Ikan kakap dibuang kulitdan tulangnya kemudian diberi bumbu rica-rica. Rasanya tidak terlalu pedas walaupun namanya rica-rica. Lauk ini kami jadian side dish makanan utama kami.


Selesai makan kami masih harus mengerjakan tugas-tugas kami. Good night everyone. Have a nice sleep!

No Telp Delivery Order Solaria: 14099

Selasa, 22 Desember 2015

Early Christmas Dinner (Part 2)

Ini masih bagian dari Enigma Sportbar, Poolbar, and Restaurant: Early Christmas Dinner (Part 1). Sebuah restoran yang berada di Gading Serpong, tempat kami melaksanakan Early Christmas Day. Jika weekday tempat ini tampak lenggang. Mulai Jumat malam, tempat ini menjadi begitu ramai. Oleh karena itu, untuk Christmas dinner kali ini kami memilih weekday di Enigma. Biar lebih intim, tanpa hingar-bingar.

Karena tak begitu ramai kami memilih salah satu meja panjang dengan kursi-kursi yang nyaman. Tempat ini memang tidak terlalu terang, tetapi begitu nyaman. Ada banyak menu yang kami pesan, pada bagian 1, kami memesan beberapa menu pasta yang yummy dengan porsi yang cukup besar. Selain menu pasta, Enigma juga menyiapkan beberapa menu Indonesia. Berikut menu-menu lainnya yang kami pesan.

Indonesian Chicken Gal (75K)
Menu Indonesian Chicken Gal terdiri dari satu porsi nasi putih, satu ayam goreng kampung utuh tanpa kepala dan kaki, serta tiga jenis sambal. Menu yang cukup besar dan sangat mengenyangkan. Ayam digoreng garing dengan warnanya sangat kecokelatan ditaruh dengan manis di atas nasi. Karena lebih besar, ayam berhasil menutupi satu porsi nasi.


Sayangnya rasa ayam tak terlalu kentara di lidah. Seandainya ayamnya diungkep terebih dahulu, pastinya akan terasa lezat. Ayam goreng tersebut harus dicocol dengan salah satu dari tiga sambal ini agar berasa enaknya, yaitu sambal hijau, sambal merah, dan sambal bawang.

Tidak hanya itu, menu Indonesian Chicken Gal juga disajikan dengan tumis kacang hijau dan lalapan yang terdiri dari tomat, daun selada, dan mentimun. Makan memang harus sehat dengan asupan serat.

Enigma Chicken Curry (55K)
Menu andalan lainnya dari restoran ini adalah Enigma Chicken Curry. Porsi nasinya cukup banyak dengan ayam yang dipotong kotak-kotak dengan bumbu kari yang disiramkan di atasnya. Jumlah kari ayamnya cukup banyak dan mengenyangkan. Rasanya pun pas di lidah. Sebagai tambahannya, Enigma Chicken Curry disajikan bersama dengan salad sayuran yang berisi daun selada serta sayur kol dengan Thousand Island dressing. Yummy.... 


Poulete De Cordon Bleu (70K)
Sebenarnya lihat tampilan Poulete De Cordon Bleu dari Enigma agak kurang greget dibandingkan restoran sebelah yang menjual Cordon Bleu dengan harga yang lebih murah. Cordon Bleunya tampak lebih kering. Fillet dada ayam dengan isian smoked beef serta keju kemudian dibungkus dengan tepung yang disalut dengan tepung roti di bagian akhirnya.


Poulete De Cordon Bleu disajikan bersama dengan jagung dan french fries-nya dalam porsi yang cukup banyak. Dressing mayonais ditaruh di wadah berbeda. Yummy...

Masih ada beberapa menu lagi yang belum saya sempat cicipi. Baca juga Early Christmas Dinner (Part 1) Semoga lain waktu bisa bertemu kembali dengan restoran yang barnya baru akan ada DJ-nya pada pukul 22.00. Wanna have a little party there?

Enigma Sport Bar Pool Restaurant
Ruko Paramount Digital Arcade No. 12
Tangerang
No telp. (021) 4)542 03001

Senin, 21 Desember 2015

Early Christmas Dinner (Bagian 1)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mampir ke Enigma Sportbar, Poolbar, and Restaurant hanya sekedar untuk menyeruput minuman dan mengunyah pizza. Setelah itu pulang dan berjanji dalam hati untuk segera kembali ke sini. And here we are, back again to Enigma bar sport resto for Early Christmas Dinner. Ketika kami datang, restoran masih dalam keadaan sepi. Lampu natal dan lagu natal menyambut kedatangan kami yang begitu ceria.

Kami pun memilih duduk di sofa yang begitu nyaman. Pelayan pun dengan sigap memberikan buku menu. Ini merupakan menu pilihan kami.

Fettucini Carbonara (59K)
Pasta sepertinya menu yang malam ini paling banyak kami pilih. Salah satuya adalah fettucini carbonara yang begitu creamy. Hmmm... I love the cheese creme over the fettucini. Fettucini carbonara disajikan dengan dua potong smoked beef yang di-garnish begitu cantik. Garnish lainnya yang juga tampak cantik adalah bagelan alias roti kering rasa keju. Yang satu ditancapkan dengan manis di atas pasta. Satu lagi ditempatkan begitu artistik di piring saji. Sayangnya, bagelan tersebut terlalu keras  untuk digigit.


Spaghetti Oglio Olio (69K)
Ada tiga pilihan pasta yang disediakan, yaitu spaghetti, penne, dan fettucini. Salah satu teman memilih spaghetti oglio olio yang disajikan dengan beberapa potong udang yang masih segar. Tampilannya sama cantik dengan Fettucini Oglio Olio. Rasanya pedas dan juga yummy. Porsi pastanya juga cukup besar sehingga mampu mengenyangkan perut.


Spaghetti Bolognese (59K)
Jika kamu suka dengan pasta yang asam manis, Spaghetti Bolognese bisa jadi pilihan pasta yang paling tepat. Daging sapi cincang dicampur dengan saus bolognese ditempatkan di atas spaghetti. Selain itu, ada toping berupa sosis sapi yang berukuran kecil dan berwarna merah di-garnish begitu cantik di atas piring saji. Silakan mencoba jika penasaran.


Spaghetti Cheese and Mushroom (69K)
Ini merupakan menu pasta terakhir yang kami pilih. Spaghetti dengan krim cheese di atasnya terasa maknyus. Toping yang juga di-garnish begitu cantik adalah dua buah jamur yang terasa begitu lezat.


Arcade Pizza (65K)
Sebenarnya perut sudah cukup dengan masing-masing satu porsi pasta. Namun pizza tampak begitu menarik. Tadinya kami memilih pizza tipis dengan toping daging sapi. Sayangnya, menu tersebut habis dan akhirnya kami menggantinya dengan Arcade Pizza, yaitu pizza tipis dengan toping ayam.


Dan pizza itu membuat perut kami lengkap. Namun, acara makan malam kami belum berakhir, masih ada acara tukar kado yang masih harus diselesaikan. Selain menu tersebut, masih ada beberapa menu lagi yang kami pesan, baca Early Christmas Dinner (Bagian 2)

For your information, di lantai 3 dan 4 Enigma Sportbar, Poolbar, and Restaurant ada tempat bermain biliar dan olahraga lainnya. Di lantai 2 ada bar kecil, setelah jam 22.00 biasanya ada DJ yang akan perform.


Enigma Sport Bar Pool Restaurant
Ruko Paramount Digital Arcade No. 12
Tangerang
No telp. (021) 4)542 03001

Dua Restoran Steak di Pantai Indah Kapuk


Pantai Indah Kapuk memiliki berbagai destinasi kuliner. Salah satu yang pernah saya kunjungi adalah Gojira Ice Cream Bars. Tinggal pilih saja kamu sedang ingin makan apa saat ini karena di sini pilihan makanannya sangat beragam. Dua restoran lainnya yang pernah saya kunjungi untuk mencicipi steaknya adalah Carnivor Barbeque dan Steak Gunting. Keduanya menyediakan steak sebagi main dishes-nya. 

Carnivor Barbeque
Carnivor Barbeque sebenarnya memiliki beberapa cabang lain selain di Pantai Indah Kapuk, yaitu di Kelapa Gading dan Sunter. Saya belum pernah mencoba makan di kedua restoran tersebut. Kebetulan ketika pas waktunya makan siang, saya bisa mampir di Carnivor Barbeque di Pantai Indah Kapuk.

Steak Tenderloin
Saya pun memesan steak tenderloin dengan ukuran 150 gram. Ukuran segitu cukup untuk isi perut. Saya pesan yang medium-rare karena menurut pengalaman jika well-done sering kali  dagingnya alot. Sayang kan kalau sudah bayar  mahal, alot pula. Untuk satu porsi steak, saya membayar 175K.

Steak Rib Eye
Teman saya ingin steak yang lebih besar, tetapi harga ngak mau beda alias sama. Kalau bisa lebih murah. Katanya sambil tersenyum. Kalau ukurannya cuma segitu, nga nendang. Akhirnya dia memesan steak rib eye dengan ukuran 230 gram. Harganya sama, yaitu 175K.


Kami berdua menikmati makan siang di tempat ini. Untungnya, tempatnya tak terlalu ramai. Jadi, kami bisa sempat ngobrol-ngobrol sebentar, lalu kembali meneruskan aktivitas setelah perut kenyang. Untuk minuman, kami memilih jus stroberi dengan harga 25K. Ini tampilannya.


Carnivor Barbeque
Rukan Crown Golf Blok D No. 11-12
Bukit Golf Mediterania
Pantai Indah Kapuk

Steak Gunting
Harga steak di Steak Gunting memang jauh lebih murah dibandingkan dengan restoran Carnivor Barbeque. Oleh karena itulah, kami tertarik untuk memasuki restoran ini yang juga sama-sama terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk. Apalagi pada saat itu ada promo beli satu gratis satu. Kami datang berempat untuk menikmati steak murah meriah. Harapannya juga bisa seenak steak-steak lainnya yang harganya cukup buat kantong  bolong.

Ada berbagai menu steak, mulai dari wagyu steak,beef/chicken steak, hingga rib eyes steak. Namun dari kesemua menu, kami  memilih Sirloin Steak Oz. Steak bisa disajikan bersama nasi atau kentang goreng, sayuran, dan saus barbeque. Selain itu, ternyata restoran ini juga menyajikan beberapa jenis soto juga sate-satean dan kerupuk. Namun, pilihan makan kami ini tetap steak. 

Pelayan pun menyajikan steak kami lengkap beserta dengan guntingnya. Sayangnya, sewaktu kami makan di sana, dagingnya terasa alot  sehingga kami  kurang bisa menikmati rasa steaknya. Akhirnya kami mengunyah sampai habis sayuran serta kentangnya dengan mencocolnya pada saus barbeque.


Steak Gunting 
Ruko Cordoba, Blok F No. 17
Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya
Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Kamis, 10 Desember 2015

Enigma Restaurant Gading Serpong

Alasan waktu pertama kali memutuskan masuk ke Enigma Restaurant adalah karena desain eksterior Enigma yang begitu unik. Restoran ini yang cukup menarik perhatian. Warna hijau toskanya menutupi beberapa ruko di deretan kantor Paramount yang terletak di area Gading Serpong.

Begitu sampai dan melihat desain interior lobi saya langsung suka dengan restoran yang tak begitu lama buka ini. Suasananya cukup nyaman dengan konsep entertaining  yang bisa dikatakan tergolong lengkap. Selain sebagai restoran, Enigma Restaurant juga menyediakan sport bar dan lounge untuk memanjakan para tamunya. Dengan desain tempat yang elegan, Enigma Restaurant dapat dijadikan salah satu rekomendasi bagi kamu yang suka  tempat makan dengan suasanan yang oke.

Di lantai satu ada sport bar. Pada saat tertentu  ada acara nonton bareng. Sekalian kulineran kamu juga dapat menyaksikan pertandingan sepakbola secara langsung. Pada waktu-waktu tertentu juga ada live music di sini. Lantai dua dibuat khusus untuk kamu yang suka billiard, snookball, dan dart. Setelah makan, kamu bisa sekalian having fun dan menguras keringat dengan  permainan tersebut.

Setelah kita membicarakan semua fasilitas di Enigma Restaurant, tidak akan lengkap jika kita belum memesan makanan di sini. Jangan takut di Enigma Restaurant berbagai jenis makanan disediakan, mulai dari appetizer, dessert, Asian, Western, hingga Indonesia food.  Banyak pilihan, dari, pasta, steak, berbagai jenis kentang, hingga nasi goreng.

Waktu kami datang suasan masih agak sepi. Kami pun duduk di sofa yang ada di pojok. Berikut menu-menu yang kami pesan.

Enigma Choco Lava (35K)
Karena kami memang datang untuk sekadar nongkrong, kami tidak memesan main dishes. Menu pertama yang kami pesan adalah Choco Lava. Hmmmm, suka dengan cake yang dari dalamnya keluar lelehan cokelat yang sungguh menggoda ini. Di Enigma, choco lava disajikan bersama dengan satu scoop es krim cokelat dengan saus stroberi. Choco lava di-garnish dengan satu buah stroberi.


Pizzaiollo (79K)
Selain choco lava, kami juga memesan satu pan besar pizza khas Italia. Ada dua jenis pizza yang dijual di Enigma Restaurant, yaitu Arcade Pizza dan Pizzaiolo. Kami memesan Pizzaiolo, yaitu pizza dengan toping olive dan daging sapi yang banyak. Pizza yang dipotong menjadi delapan bagian ini cukup mantap rasanya. Love it.


 

Peppermint (30K)
Untuk makan, kami hanya memesan dua menu tersebut. Karena sesungguhnya kami hanya sekadar penasaran masuk ke restoran ini. Kami lalu memesan minuman hijau segar rasa peppermint. Setelah menghabiskan semuanya, kami langsung kembali ke rumah masing-masing.


Next time, kami akan berkunjung kembali ke  sini. Ada beberapa menu yang katanya enak. Lain waktu saya akan membuktikannya langsung. Oh ya bagi kamu yang belum tahu di Gading Serpong, ada satu Enigma Restaurant lagi yang letaknya di ruko di dekat Salsa Food City. Tempatnya memang tak seluas yang di Paramount dan fasilitasnya juga tidak terlalu lengkap. Namun jika kamu hanya ingin sekadar makan, restoran di sini menyajikan menu yang sama. 

Enigma Sportbar, Pool, and Restaurant
Ruko Paramount Digital Arcade No. 12 - 18
Jl. Boulevard Raya Gading Serpong
Gading Serpong, Serpong, Tangerang

Senin, 07 Desember 2015

Dari Roti Prata Hingga English Breakfast di Singapura

Yeahhh back to Singapore untuk tugas negara. Saya dan seorang teman akan menginap satu minggu di hotel Marrison yang berada di Bugis Street. Ada banyak pengalaman yang lucu, unik, menyenangkan, dan menyebalkan tinggal di negara ini. Salah satu yang unik adalah mengenai sarapan yang belum pernah saya alami sebelumnya.

Hotel Marrison adalah salah satu hotel bintang tiga. Namun begitu, hotel tersebut tidak memiliki restoran sendiri. Resepsionis hotel akan memberikan voucher sarapan saat check-in kepada pengunjungnya. Setelahnya barulah kita dapat menukarkannya di restoran yang ditunjuk. Letak restorannya tidak terlalu jauh dari hotel.

Apakah pemilik restoran tersebut sama dengan pemilik hotel? Jawabannya mana saya tahu dan saya juga enggan menanyakannya karena orang-orang di Singapura tidak begitu ramah menjawab orang asing meskipun kita adalah customer mereka yang terhormat. Sesuai dengan slogannya mereka "don't talk to stranger". Jadi, jangan pernah senyum sembarangan di sini. Rugi!

Kembali ke masalah sarapan. Di hari pertama yang saya makan pagi di restoran yang menyajikan English Breakfast yang terdiri dari roti, sosis, omelet, dan kacang merah. Tampilannya seperti ini.


Yummy.... Restoran ini menawarkan dua jenis minuman, yaitu kopi dan teh.  Meskipun terbiasa makan buah saat sarapan di Indonesia, saya berusaha untuk menikmati sarapan ini. Alasannya karena buah-buahan di Singapura mahal. Daripada harus bayar mahal, lebih baik dinikmati saja sarapan ala-ala orang Singapura ini.

Keesokannya saya makan pagi di restoran sebelahnya, yaitu Subway. Restoran ini menyediakan sandwich dengan berbagai pilihan jenis roti. Topping-nya pun banyak. Ada sayur dan buah dengan aneka ragam pilihan, mulai dari selada, tomat, alpukat, jallapenos, acar cabe, acar timun, hingga zaitun. Topping lainnya yang bisa dipilih adalah ayam, sapi, kalkun, dan tuna. Silakan pilih mayonais, thousand island, saus, hingga mustard untuk sausnya. Pilihan minumannya adalah kopi dan lipton tea.


Beberapa hari tinggal di Bugis Street kami pindah ke Hotel Morrison Little karena klien menginginkan ruang kamar yang lebih  besar. Akhirnya kami pun menarik koper-koper kami ke Little India.  Sesampainya di sana memang kamarnya lebih besar dibandingkan Morrison di Bugis Street, tetapi keadaannya lebih tidak enak. Ini hanya perasaan kami atau bukan, tetapi orang-orang di Little India sepertinya memeloti kami dari atas hingga ke bawah. Kami merasa tidak nyaman. Selain itu, hotel di Little ini ternyata tidak memiliki lift dan kuncinya pun manual.

Klien kami kembali meminta pindah kembali ke Bugis Street. Ngerepotin ya?

Kembali ke masalah sarapan, kami sempat makan pagi satu kali di sini. Hotel Marrison Little Inida juga tidak memiliki restoran sendiri. Hotel menunjuk salah satu restoran yang menyajikan roti prata alias roti canai yang memang merupakan menu makan pagi orang-orang India. Ada tiga pilihan kari yang dapat kamu pilih. Makanan disajikan di piring-piring kaleng warna metalik.



Setelah negoisasi yang alot dengan manajer hotel akhinya kami kembali lagi ke Bugis Street. Pesan sang manajer hotel "Maam ini yang terakhir Anda boleh pindah!"

Baiklah kami pun segera meninggalkan Little India dan mata-mata itu pun tampaknya masih mengikuti kami.

Masih banyak cerita lain tentang makanan di Singapura. Check out terus ya  blog ini!

Senin, 30 November 2015

Dari Ayam Goreng Kremes Sampai Chicken Karage, Mana yang Kamu Suka?

Ayam goreng merupakan menu makanan yang mudah dicari, mulai dari restoran waralaba hingga warung tenda hampir semua menyediakan menu favorit ini. Ada ayam goreng tepung yang dimakan dengan saus sambal dan saus tomat. Ada ayam kremes yang dimakan dengan sambal terasi atau sambal hijau. Masih banyak jenis yam goreng lainnya yang akan bikin kamu ngiler. Nah, dari sekian banyak ayam goreng, manakah yang paling kamu suka?

Ayam Goreng Tepung
Ayam goreng ini pertama kali diperkenalkan oleh restoran fast food dari Amerika Serikat di Indonesia. Namun sekarang, warung-warung pinggir jalan juga menjual ayam goreng jenis ini. Ayam diberi adonan tepung yang sudah diberi bumbu sebelumnya. Setelah semua sisi ayam goreng sudah ditutupi tepung yang tebal, barulah ayam siap digoreng dalam minyak yang banyak dan panas.

Hasilnya adalah ayam goreng yang renyah dan gurih. Ayam goreng ini bisa dimakan dengan nasi atau kentang goreng (french fries), atau bawang bombay tepung (onion ring) beserta saus tomat atau sambal. Biasanya anak-anak paling menyukai jenis ayam ini.


Ayam Goreng Kremes
Ayam goreng kremes dan ayam goreng tepung sebenarnya sama-sama menggunakan tepung. Namun  bedanya, terletak pada ketebalan dan tekstur tepungnya.  Kalau ayam goreng tepung, tepungnya tebal dan menempel semua di ayam. Tepung pada ayam kremes tak menempel semua di daging ayam. Ada serpihan kremes yang kuning kecokelatan  yang tidak menempel di ayam. Rasanya garing dan juga gurih.

Ayam kremes biasanya disajikan bersama dengan sambal ulek merah atau hijau dengan berbagai lalapan, mulai dari selada, timun, dan  kemangi.


Chicken Karage
Chicken karage biasanya juga dijual di restoran waralaba ala Amerika. Bedanya dengan dua ayam goreng sebelumnya, chicken karage sudah difillet. Jadi, tulangnya sudah dibuang terlebih dahulu. Barulah setelahnya, lembaran ayam  yang tipis tersebut disalut dengan adonan tepung yang sudah diberi bumbu yang membuatnya terasa gurih. Biasanya chicken karage dimakan bersama saus cabai atau saus tomat botolan.

Di salah satu restoran fast food di food court Senayan City, chicken karage dipaketkan dengan satu porsi nasi dengan porsi sedang dan lemon tea dingin. Menu tersebut cukup untuk mengisi lambung. 


Ayam Goreng Ungkep
Berbeda dengan tiga ayam di atas, ayam jenis ini diungkep atau direbus dengan berbagai bumbu, mulai dari kunyit hingga serai terlebih dahulu. Dengan proses tersebut, bumbu sudah meresap hingga ke dalam dan warnanya pun menjadi sungguh cantik. Pada prinsipnya, ayam ungkep sudah masak. Jadi, jika hanya ingin digoreng sebentar, tidak apa-apa. Ingin menggorengnya sampai garing, juga dipersilakan.  

Ayam seperti ini banyak disajikan dengan sambal ulek dan lalapan, seperti selada, tomat, dan mentimun. Bisa juga disajikan dengan sayur tumis seperti gambar di bawah ini.


Sabtu, 28 November 2015

Para Pecinta Kentang, Ini Menu dari Kentang yang Patut Kamu Coba

Kentang merupakan sumber bahan karbohidrat yang bisa dijadikan berbagai menu yang yummy. Kentang yang biasa kita makan adalah french fries alias kentang goreng yang biasa kita makan dengan ayam goreng atau cimol. Selain digoreng, kentang bisa diolah menjadi berbagai macam menu, mulai dari dipanggang dan kemudian diberikan berbagai bumbu hingga ditumbuk halus kemudian diberi keju. Makanan yang saya sebut terakhir adalah mashed potato.

Kentang juga bisa dihaluskan kemudian dijadikan sup krim dengan berbagai tambahan dan bahan yang membuat rasanya selalu di hati. Semua makanan berbahan kentang tersebut dapat kita temukan di berbagai tempat, mulai dari makanan kaki lima hingga restoran bintangg lima.

French Fries 
Menu kentang yang digoreng sepertinya paling sering kita temui di restoran cepat saja untuk teman makan burger atau ayam goreng. Namun saat ini, penjual kentang goreng datang dengan berbagai menu french fries yang menarik. Salah satunya adalah Hi-Fries. Saya pernah membelinya di Pop Up Market, sebuah bazar yang diselenggarakan di Grand Indonesia. Ada lima pilihan saus, yaitu keju, barbeque, rumput laut, boloignase, dan garlic.  Satu porsi kentang dijual dengan harga 25K.  Hi-Fries juga memiliki gerai di Kelapa Gading.


Hi Fries
Jl. Boulevard Raya, Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240 

Roasted Potato
Di deretan pasta bar di The Cafe, Hotel Mulia, roasted potato alias kentang panggang ditemukan. Bersebelahan dengan menu daging domba yang menantang. Jadi pada saat pesanan saya spagheti aglio olio dimasak, saya mengambil beberapa potong roasted potato. Warna cokelatnya sungguh memikat dengan rasa yang begitu gurih. Garing di luar, tetapi lembut di bagian dalamnya. Roasted potato lebih sehat dibandingakan dengan french fries.  


 
The Cafe, Hotel Mulia
Jl. Asia Afrika Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270

Loaded Baked Potato
Sup dari kentang dengan campuran susu dan bacon ini saya temukan di dekat roasted potato di The Cafe, Hotel Mulia. Bagi para pecinta sup kentang yang lezat dan creamy, jangan lewatkan menu ini. Anda bisa memakannya dengan roti.


The Cafe, Hotel Mulia
Jl. Asia Afrika Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
 
Mashed Potato
Kentang direbus terlebih dahulu, kemudian ditumbuk sampai halus. Keju biasanya ditambahkan ke dalam mashed potato. Namun mashed potato buatan dari Pepper Lunch ini, kejunya kurang kentara dan tak ada bacon di dalamnya. Ini yang membuat mashed potato ini kurang juara. Di atasnya dituangkan saus cokelat dengan daun peterseli.


Pepper Lunch
UGF , Supermall Karawaci
JL. Boulevard Diponegoro
Bencongan, 105,
Curug, 15811 Tangerang , Banten

Perkedel Kentang
Selain keempat menu tersebut, masih banyak menu kentang lainnya. Salah satunya adalah perkedel, makanan yang terbuat dari kentang yang dihaluskan. Biasanya kentang tersebut ditambahkan daging ayam atau sapi cincang. Keduanya bisa juga diganti dengan kornet. Setelah semuanya tercampur, kentanggg dibentuk bulat dan kemudian dilapisi dengan telur. Setelahnya, perkedel sudah siap untuk digoreng. Jika warna sudah kecokelatan, perkedel sudah bisa diangkat dari minyak panas.


Dapur Buntut PIK
Rukan Garden House Blok B No.18E
Bukit Golf Mediterania
Pantai Indah Kapuk Jakarta

Kamis, 26 November 2015

Burger Hijau, Pink, dan Hitam, Mana yang Kamu Pilih?

Burger seperti apa yang kamu suka? Kalau bagi aku, burger dengan setidaknya dua lapis daging dengan tambahan bacon dan jamur. Kalau bisa double cheese biar rasanya semakin enak. Lupakan masalah kalori karena itu akan bertambah semakin banyak jika kamu memesan burger dengan ukuran XL.

Itu burger asyik dan mantap versi aku. Bagaimana dengan versi kamu? Bagi kamu yang amat concern dengan masalah diet, lupakan dulu burger alias hamburger super besar tersebut. Karena saat ini ada banyak restoran yang menawarkan burger warna-warni, mulai dari warna hitam, hijau, hingga kemerahjambuan.

Banyak orang  tertarik dengan makanan warna-warni. Ada yang bilang burger hitam lebih enak dibandingkan burger biasa. Kalau itu masalah rasa, kembali ke masing-masing orang. Semua itu adalah hasil kreativitas para chef menggunakan bahan pewarna khusus makanan dan  pewarna dari bahan alami sehingga menghasilkan roti dengan warna yang menarik.

Bahan alami yang biasa digunakan untuk menghasilkan warna hijau adalah daun suji dan daun pandan. Daun suji memberikan warna hijau yang lebih pekat dibandingkan daun pandan, tetapi  tidak memberi aroma seharum daun pandan. Untuk warna hitam, bahan alami yang digunakan adalah kluwek yang biasa digunakan untuk memasak rawon, pucung, daging bronkos, hingga sop konro.

Bahan-bahan alami tersebutlah dipergunakan untuk membuat roti burger warna-warni.

Burger Hitam
Meskipun rotinya bulat dan berwarna hitam, burger ini tak menakutkan. Burger disajikan dengan kentang goreng. Saya memesannya di sebuah food truck Chee Gen yang pada saat itu mangkal di parkir timur Grand ITC Permata hijau beberapa waktu yang lalu. Burger tersebut sebenarnya bukan dijual di dalam truk, lebih tepatnya di dalam sebuah bus berukuran sedang yang sudah dimodifikasi menjadi restoran yang mobile.

Chee Gen menjual berbagai  makanan,mulai dari hotdog, chicken wing, hingga french fries. Hotdog hitam juga tersedia di sini.


Burger Hijau 
Waroeng Mee juga menawarkan menu burger warna-warni. Salah satunya adalah roti burger berwarna hijau dengan taburan wijen di atasnya. Isian burger warna-warni hampir sama dari satu tempat makan ke resto yang lainnya, mulai dari beef, keju, serta sayur-mayur yang terdiri dari tomat, selada, dan timun. Lalu di antaranya diberi tambahan saus dan mayonais.

Jika ingin makanan yang lebih mengenyangkan, Waroeng Mee juga menyediakan menu Nasi Kikil yang ditumis dengan sambal hijau yang level yang cukup bikin bibir kepanasan. 


Burger Rada Nge-pink 
Ini juga salah satu menu burger dari Waroeng Mee dengan warna roti yang berbeda. Sebenarnya sulit mengidentifikasi apa warna sebenarnya dari burger ini. Tidak cokelat, tetapi juga tidak terlalu pink. Kita sebut saja sebagai Burger Rada Nge-pink.

Selain burger, Waroeng Mee juga menyediakan Lima Jajanan Gaul di Waroeng Mee, mulai dari Kebab Baba Rafi, Submarine Long Bread, Kue Cubit Campur-Campur, dan Roti Bakar Oma Stella.


Waroeng Mee
Jalan Blora No.36, Menteng,
Jakarta