Tampilkan postingan dengan label indonesianfood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesianfood. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2016

Gultik Itu Bukan Gulai Itik, Tetapi Menggelitik!

Gultik Pasar Modern Paramounth Serpong (Foto Dokumentasi Pribadi)
Sudah sering kali saya mendengar cerita kuliner Gultik yang bikin ngiler dari beberapa teman. Padahal saya sering kali wara-wiri ke Blok M, tetapi entah mengapa kuliner ini tampaknya sulit untuk diraih. Halahhhhh... Mungkin waktunya yang sering kali tidak tepat. Para pedagang gultik baru akan menggelar daganganya saat matahari mulai tenggelam. Namun enggak sekali dua kali juga saya tersesat di Blok M kala malam, namun entah mengapa selau tidak ingat kalau ada makanan melegenda yang harus dicicipi di sini.

Gerobak Gultik di Pasarr Parmounthh Gading Serpong (Koleksi foto pribadi)
Mungkin ini yang namanya belum jodoh. Gultik hanya sebuah harapan yang belum terpenuhi. Namun orang bijak pernah berkata ”kalau kamu mengingini sesuatu, alam raya akan membantumu untuk mendapatkannya. Ciehhh... Bingung kenapa sampai segitunya gara-gara gultik doang?”

Jadi ceritanya begini, beberapa waktu yang lalu ketika mau makan sate taichan di Pasar Paramounth Gading Serpong, ternyata di sebelahnya ada penjual Gultik yang juga baru buka. Enggak pakai mikir, saya langsung pesan satu porsi sambil nanya begini sama abangnya “Bang, ini gulai itik ya?” Si Abang yang sepertinya tidak sabar menunggu nasinya masak di rice cooker menjawab kalau Gultik itu kependekan dari Gulai Tikungan, bukan Gulai Itik. Jadi, di tempat melegendanya Gultik di Blok M sana, pedagangnya berbaris di semacam tikungan dan katanya tempatnya juga rada-rada gelap. Saya pun mengangguk-angguk tanda mengerti.

Agak lama saya menantikan seporsi gultik karena nasi putihnya tidak kunjung masak. Finally, si abang membawakan saya sepiring gultik. Ternyata ini benar-benar porsi mini. Nasinya tak seberapa banyak, setengah porsi pun tampaknya kurang. Jumlah dagingnya apalagi. Potongan dadu-dadu daging sapi yang kalau dihitung hanya ada sekitar 8 biji. Pantas saja kalau ada orang yang bisa memesan 3-5 porsi gultik sekali makan. Namun karena saya juga memesan Sate Taichan yang bikin keringatan, saya hanya memesan satu porsi saja.

Untuk informasi di Pasar Paramount Serpong ini banyak sekali makanan yang lezat dan terjangkau. Jadi, sayang kalau pesan tiga gultik sekaligus. Masih banyak makanan lain yang lezat yang bisa kamu dicoba. Setelah acara menghitung daging kelar saatnya untuk menyantap makanan ini. Menurut saya gultik itu mirip-mirip dengan tongseng tanpa kol. Santannya yang berwarna kekuningan dan tidak terlalu kental. Dagingnya ada yang halus dan juga ada juga yang berserat.

Daging yang cukup empuk dimakan dengan nasi putih yang sudah dibasahi dengan kuah. Menurut seorang teman yang sudah pernah makan Gultik di tempat aslinya, kuah gultik di Blok M lebih kental dibandingkan dengan kuah yang dijual di Pasar Paramounth. Kalau urusan jumlah daging, yang di Blok M lebih sedikit dan lebih banyak lemaknya dibandingkan yang di Gading Serpong. Sebelum teman saya selesai bercerita panjang lebar mengenai perbedaan Gultik di-sana-dan-di-sini, saya sudah kelar duluan menghabiskan beberapa suap Gultik yang hanya bikin perut saya sedikit tergeletik. Baiklah menu kedua saya sudah tersedia, yaitu sate taichan yang bikin gregetan. Selamat makan! Selamat berkuliner!

Gultik Blok M Pak Arjo
Pasar Modern Paramunth Gading Serpong
Harga: 15K
Buka: Menjelang malam  

Rabu, 28 September 2016

Sate Taichan yang Bikin Keringatan


Melihat sate putih Taichan di postingan salah satu media sosial seorang teman, sebenarnya saya tak begitu ngiler ngiler banget. Tata letak foto dan komposisi warananya memang keren, tetapi kenapa warna daging satenya begitu putih dan tampak tidak matang. Namun rasa kepo saya mengalahkan  rasa tak-ngiler saya dengan makanan kekinian ini. Apalagi ketika salah seorang teman bilang bahwa di sekitaran Tangerang sudah ada penjual sate taichan, tepatnya di pasar modern  Paramount Serpong. Jadi, enggak perlu jauh-jauh “nyamperin” sampai ke Senayan kalau begitu.

Kami pun berangkat menuju Pasar Modern Paramounth Gading Serpong setelah pulang kantor. Untuk informasi, pasar Paramounth merupakan salah satu pusat kuliner kaki lima di Tangerang  dengan harga makanan yang terjangkau dan berbagai jenis makanan yang lezat dan sedap. Dari sore biasanya sudah mulai banyak penjual makanan yang mendirikan tendanya  di sepanjang pinggiran pasar.

Kami pun berputar mencari di mana penjual sate taichan menggelar dagangannya.  Tenda satenya terletak di di dekat Spa Dewi Fortuna. Ketika kami datang, penjual baru saja membereskan segala peratalatannya, mulai dari tenda, piring, hingga arang dan tempat bakar sate. Kami harus menunggu sekitar setengah jam, barulah pedagang siap menerima pesanan kami.

Akhir empat porsi sate taichan kami datang. Satu porsi berisi 10 tusuk sate ayam berwarna putih. Ukuran dagingnya tak terlalu besar. Tak heran jika ada orang yang bisa memesan tiga porsi bahkan lebih untuk dimakan sendiri karena memang porsinya kecil. Satu porsi sate taichan dibanderol dengan harga 8.500 dengan isi 10 buah per porsinya.

Sate taichan sama seperti sate lainnya yang dapat terbuat dari daging ayam atau sapi. Bedanya sate taichan disajikan dengan ulekan sambal cabe rawit merah dan hijau. Ini yang membuat rasanya WOWW, rasa pedas bercampur dengan rasa asem dan asin bercampur menjadi satu. Rasa asem dan asinnya berasal dari paduan bumbu yang dioleskan saat sate dibakar.

Bagi kamu pecinta pedas, rasanya sate taichan bisa kamu tambahkan ke dalam daftar makanan favoritmu. Namun bagi yang tidak suka pedas, percayalah sate ini tetap pedas meskipun kamu sudah memberikan banyak kecap manis di atasnya.

Rasa kepo saya terhadap sate putih terpenuhi sudah. Sate putih yang katanya mirip sate-satean di Jepang ini, rasanya tak kalah dengan sate berbumbu sambal kacang atau kecap bawang.  Saya rasa sate taichan yang bisa bikin keringatan ini bisa jadi salah satu makanan favorit saya.

Rabu, 17 Februari 2016

Sembilan Menu di Warung Leko yang Bikin Ngiler


Ada pesan yang masuk dalam ponsel saya hari ini. Begini bunyi pesannya “Sabtu ini kita ketemuan yuks dengan teman-teman kantor lama. Bisa nga?” 

Kebetulan di hari yang dia maksud saya belum memiliki acara apa-apa. Saya pun menjawab  “Bisa. Jam berapa? Siapa saja yang sudah konfirmasi untuk datang?”

Selang tiga menit dia menginformasikan semuanya sudah confirmed untuk hadir. Luar biasa. Biasanya sangat sulit untuk mempertemukan semua orang sibuk tersebut dalam satu waktu. Saya pun jadi sangat antusias ketika dia menyebutkan Central Park, sebagai tempat pertemuan kami. Mall tersebut merupakan tempat yang strategis karena terletak di tengah-tengah kediaman kami.

“Di Warung Leko ya langsung ketemunya di Lantai  3.” Itu akhir percakapan kami di whatsapp. “Sampai jumpa di sana.

Sekitar pukul 12.00 saya sudah sampai di Warung Leko. Salah seorang teman sudah datang duluan. Tiga orang lainnya masih belum sampai. Kami berdua pun ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati jamur enoki goreng. Kami pun menunggu semuanya lengkap, baru memesan makanan di restoran yang menyediakan makanan-makan tradisional ini. Makanan andalan di sini adalah berbagai jenis menu iga. Berikut menu-menu yang kami pesan.

Iga Penyet (44K)
Ada beraneka ragam menu iga di warung leko. Salah satunya adalah iga penyet. Beberapa iga digoreng sampai kecokelatan kemudian dipenyet lalu ditaruh di atas sambal merah. Iga penyet diletakkan di atas wadah yang terbuat dari tanah liat. Iganya cukup lembut dengan sambal yang mantap. Iga penyet disajikan dengan lalapan, yaitu kol, daun kemangi, dan mentimun. Nasi putih dibeli terpisah dari menu iga penyet.



Iga Bakar (50K)
Iga bakar juga merupakan salah satu menu andalan di sini. Sekitar tiga potong iga yang banyak dagingnya disajikan bersama dengan sepiring kecil sambal merah dan sepotong jeruk nipis. Pelayan juga menyajikan satu mangkuk kecil kuah kaldu sebagai pelengkapnya. Dagingnya gurih dan juga empuk.


Oseng Iga (39K)
Waktu pertama kali datang, saya terkesima dengan begitu banyaknya potongan cabe merah di dalam mangkuk oseng iga. Daging iga dipotong kecil-kecil  tanpa tulang, kemudian dioseng dengan potongan bawang, tomat hijau, dan cabai merah. Rasanya pedas, asam, dan gurih.


Empal Penyet (34K)
Bagi yang tidak menyukai menu iga, Warung Leko juga menyediakan berbagai menu lainnya. Salah satunya adalah menu empal penyet. Daging goreng yang kemudian digeprek lalu ditaruh di atas sambal yang cukup pedas. Dagingnya empuk dan gurih dengan taburan bawang di atasnya. Empal penyet disajikan bersama dengan berbagai lalapan.


Ayam Penyet (26K)
Menu lainnya selain iga adalah ayam penyet. Sama seperti menu penyet lainnya, ayam goreng penyet disajikan dengan sambal merah dan juga lalapan.


Kangkung Polos (19K)
Makan belum pas jika belum ada menu sayuran. Ada berbagai menu sayuran yang dijual di Warung Leko. Kami pun memesan kangkung polos yang cukup banyak porsinya. Bisa untuk 2-3 orang. 


Minuman
Ini tiga jenis minuman kami. Dari kiri ke kanan, es lemon degan (19K), es cincau tarik (19K), dan es lemon tea  (13K). 


Setelah makan, masih agak lama kami berbincang-bincang di sini. Menjelang sore, kami pun ke rumah masing-masing.

Harga belum termasuk pajak dan service charge.
Jam buka sesuai dengan jam buka mall

Warung Leko Central Park
Lt.3 #119 Jakarta Barat

Selasa, 19 Januari 2016

Tips Praktis Membuat Roti Saat Malam Tak Ada Makanan

Ketika malam mulai larut dan mata belum bisa dipejamkan dan di saat yang sama  perut kriuk-kriuk minta diisi. Kamu pasti bingung mau makan apa? Mau keluar, sudah malas. Menunggu pedagang lewat, juga tak muncul-muncul.

Jika sudah begini, biasanya mie instan menjad menu favorit. Namun karena beberapa hari ini sudah makan mie instan berbagai rasa, mie instan bukan pilihan yang baik. Lalu makan apa dong?

Coba kamu lihat apakah ada roti di meja makan. Jika ada, kamu dapat membuat makan malam yang cepat dan lezat dari roti dan bahan makanan yang biasa ada di rumah. Silakan menu ini dapat kamu coba sendiri, praktis dan mudah dibuat.

Roti Keju
Jika ada roti dan keju, kamu bisa membuat menu ini. Roti bisa dibakar dulu di wajan anti-lengket dengan sedikit margarin. Setelahnya kamu bisa memarutkan keju ke atas. Hmmmm... sepertinya segelas cokelat hangat akan bikin perut kamu berbahagia, apalagi jika dimakan pada saat hujan deras membasahi bumi. Pilihan yang sungguh lezat! I love it.


Roti Cokelat Keju 
Ada cokelat, keju, dan roti. Tentunya akan lebih nikmat, apalagi untuk kamu para penggemar cokelat. Jika malas untuk  memanggangnya, kamu hanya perlu mengoleskan sedikit mentega  hingga rata pada roti lalu menaburkan cokelat dan keju di atasnya sesuai dengan selera kamu. Kamu juga dapat memotong-motong roti sesuai dengan dengan bentuk yang kamu inginkan. Semudah itu, kamu bisa langsung menyantapnya di depan TV sambil menonton film seri kesukaan kamu.


Roti Es Krim
Yahhh di rumah tidak ada cokelat dan keju.  Jangan kecewa dulu, coba periksa apakah kamu memiliki stok es krim di lemari pendingin. Jika kamu menemukannya, mari kita memulai untuk membuat roti es  krim. Dua slice roti dengan es krim! Kamu pasti suka. Jika ada susu kental manis cokelat, akan lebih yummy lagi rasanya. Just really love it. Membuatnya mudah dan cepat. 


Roti Keju Es Krim
Roti dengan keju dan es krim, siapa yang tak suka? Taruh setangkup atau dua tangkup roti, kemudian parutkan keju di atasnya. Setelahnya kamu dapat mengambil satu scoop es krim. Boleh rasa apa saja. Jika kamu memiliki kacang kenari atau kacang tanah (kalau ada), kamu dapat menaruhnya di atasnya. Wah sepertinya kalau menu terakhir bahannya sungguh sangat lengkap. Namun ini bisa jadi referensi sekiranya semua bahan tersedia di rumah.


Selain empat menu roti tersebut, sebenarnya kita bisa membuat menu roti dari bahan  lainnya, yang tersedia di rumah, mulai dari sosis, telur, hingga smoked beef. Jika ada daun selada akan lebih baik. Sosis, telur, dan smoked beef digoreng sebentar, lalu ditaruh di antara dua tangkup roti. Kamu dapat menambahkan mayonais dan juga saus. Kedengarannya lezat bukan?

Abon juga bisa jadi pilihan lho untuk membuat roti. Hmmmm.... lezat, yuk kita kreatif menggunakan bahan-bahan di rumah untuk membuat camilan di waktu malam. Selamat mencoba!

Minggu, 17 Januari 2016

Jajanan Khas Medan: Putu Bambu hingga Putu Mayang

Memasuki tempat makan di bekas Permata Sport Club Karawaci, ada aroma wangi yang sepertinya selalu memanggil kami untuk mampir di gerobak yang berada di bagian depan ujung area ini. Aroma wanginya berasal dari wangi kue putu bambu. Mmmmhh.... wangi sekali. Setiap kali ke sini, biasanya saya selalu mampir untuk membeli sepotong atau dua potong kue di gerobak tersebut.

Gerobaknya kecil, hanya menjual beberapa jenis kue, mulai dari kue putu bambu, klepon, kue lupis, dan kue putu mayang. Di depan kaca tertulis, kue putu bambu khas Medan.

Saya pun mengeryitkan dahi sambil berkata “memang kue putu bambu aslinya dari Medan ya?”


Untungnya penjualnya begitu ramah dan memberikan penjelasan yang bermanfaat. “Iya memang putu mayang ada yang asli dari Jawa, tapi biasanya berwana hijau. Kalau kue putu dari Medan, warnanya putih.” Baca juga Gorengan Khas Medan: Dari Pulut Goreng hingga Godog-Godog.

 Ohhh begitu kata saya sambil manggut-manggut. Saya pun memesan kue putu yang satunya dibanderol dengan harga 3K per bijinya. Minimal kita harus membeli dua buah. Sebelum dikemas, adonan kue putu yang kering dipadatkan dalam sebuah bambu, barulah diuapkan sebentar, lalu diangkat dan setelahnya baru ditaburkan parutan kelapa dan gula pasir. Bagi saya yang penggemar makanan negri sendiri, saya sangat suka dengan kue putu yang isinya gula merah ini. Rasanya legit. I love it. 

Kue Putu Mayang
Selain kutu putu bambu, Medan juga memiliki ciri khas dari kue putu mayangnya. Jika putu mayang khas Jawa, warnanya bisa warna-warni, biasanya hijau dan merah jambu. Kue putu mayang Medan warnanya sama dengan kue putu bambu,  putih.

Selain warna,  ada lagi perbedaan keduanya. Jika yang khas Jawa, dimakan dengan kuah yang terbuat dari gula merah yang dicairkan. Kalau khas Medan, kue putu mayang dimakan bersama dengan parutan kelapa dan gula. Hmmm... saya suka dengan bentuknya seperti bihun yang menyatu. Rasanya pun gurrih.



Kue Lupis
Penjual gerobak ini juga menjual  kue lupis yang dibungkus dengan daun pisang. Bentuknya segitiga. Iseng-iseng saya bertanya apakah bahan kue lupisnya 100 persen terbuat dari beras ketan. Pertanyaan ini berdasarkan pengalaman beberapa waktu yang lalu membeli kue lupis,yang tak berasa gurih karena takaran beras ketan dan campuran beras biasanya tak berimbang.


Ternyata memang benar apa yang dikatakan penjual, rasa kue lapisnya gurih. Kue lupis dimakan denga kuah gula merah yang manisnya tepat banget.

Oh ya khusus untuk kue putu mayang dan kue lapis,  kamu tetap dilayani walaupun membeli hanya satu piece.

Klepon
Kue klepon yang bulat-bulat kecil juga dijual di sini. Klepon warnanya hijau  dengan isi gula merah yang mencair jika digigit. Di atasnya diberi taburan parutan kelapa. Klepon yang terbuat dari tepung ketan ini juga rasanya enak dan gurih.

Argghhh.... makanan Indonesia tak kalah rasanya makanan luar. Selain itu, rasanya pun sangat ramah di kantong.


Selain makanan-makanan tersebut, masih banyak makanan lain yang dijual di Permata Sport Club Karawaci. Besok kamu akan saya ajak lagi menjelajahi makanann lainnya.

Rabu, 13 Januari 2016

Lima Tempat Makan Mie Instan yang Bikin Ngiler

“Mengapa ya kalau makan mie instan dimasak di warung lebih mantap dibandingkan masak sendiri di rumah?” 

Kalimat tersebut sering wara-wari di telinga saya. Ada yang setuju dengan pendapat tersebut, mungkin banyak juga yang tidak. Namun apa pun itu, warung mie instan saat ini menjamur di mana-mana. Masing-masing memiliki perbedaan toping, penyajian, hingga tambahan bumbu yang membuat mie instan yang sudah dasarnya lezat, menjadi semakin menggoda.

Bagi kamu pecinta mie instan, berikut ada lima tempat makan mie yang mabuk kepayang.

Resto Abang Adek
Tempat makan sederhana ini terletak di belakang Roxy Square. Rumah makan berlantai dua ini tampilannya sederhana.Namun meskipun begitu, tempat ini begitu ramai dikunjungi oleh pembelinya. Ketika kami datang sekitar jam 10 malam,  kami mesti celingak celinguk dahulu mencari meja yang kosong. Baca juga Mie Instan Pedas  Mampus di Restoran Abang Adek.


Resto Abang Adek menjual mie instan goreng dan rebus dengan toping “apa  adanya”, mulai telur, keju, dan kornet. Yang kondang dari resto ini adalah level pedasnya yang bikin kelenger.  Ada level sedang, pedas, pedas garuk, pedas gila, hingga pedas mampus. Bagi pecinta pedas, ini adalah tempat yang tepat bagi kamu.

Resto Abang Adek
Jalan Mandala Utara No. 8
Jakarta 11440 

Kimchi Kitchen
Kimchi Kitchen letaknya tak begitu jauh dari Resto Abang Adek. Tempat pun tak begitu besar dan tampak begitu sederhana. Di sini juga kita bisa memesan berbagai rasa mie instan dengan berbagai jenis toping. Ada enam paket yang disediakan di restoran ini, yang kisaran harganya dimulai dari 7K-21K. Saya paling suka memesan paket 2 yang dibanderol dengan harga 13K, mie instan rasa kari dengan roll kepiting, crab nugget, chikuwa, bakso sapi, bakso ikan, dan bakso ikan.


Semakin mahal harga paket, semakin juga banyak topingnya. Paket termahal terdiri dari toping-toping berikut: seafood tofu, bakso goreng, crabstick, bakso kepiting, bakso salmon, bakso udang, telur, dan rumput laut. Yummyyy.... 

Roti Bakar 88
Bagi kamu yang berada di Tangerang, pasti mengenal tempat makan ini. Roti Bakar 88 yang cukup banyak memiliki cabang di wilayah Tangerang. Salah satu menu andalan Roti Bakar 88 adalah mie instan. Di sini disediakan berbagai jeni toping, mulai dari sosis, telur, bakso, kornet, hingga keju. Jika mau, kamu bisa me-request semua toping tersebut dalam  menu kamu. Asal jangan blenger saja nantinya.


Di sini juga disediakan beberapa level pedas. Tidak ada  pilihan rasa mie.Yang adahanya pilihan porsi, kecil atau jumbo. Baca juga Ketika Keju, Sosis, Telur, Bakso, dan Kornet Bercampur dalam Semangkuk Mie.

Roti Bakar 88
Jalan Ki Samaun No.118
Tangerang, Banten

Travel Mie
Tempat makan ini juga berada di daerah Tangerang, tepatnya di Pasar Lama. Tempat dengan desain interior Puncak ini juga memiliki menu andalan mie instan. Ada mie instan yang disajikan dengan kremes garing dengan sosis dan bon cabe. Ada juga miegoreng yang disajikan dengan keripik maicih,bon cabe,  dan potongan-potongan sapi.


Travel Mie 
Jalan Kisamaun No. 154
Tangerang, Banten

Waroeng Mee
Seperti namanya, kafe ini juga menyediakan berbagai jenis mie instan dengan berbagai toping. Pertama kamu bisa memilih salah satu rasa mie instan. Kedua kami bisa memilih 12 toping yang disediakan, mulai dari telur rebus, kornet, sosis lada hitam, smoked beef, kikil, iga cabai hijau, kambing cabai hijau, cumi hitam, ayam bumbu panggang, ayamgoreng, keju parut, hingga sambal telur asin. Harga toping berkisar dari  5K-20K.


Waroeng Mee
Jalan Blora No.36, Menteng
Jakarta

Sabtu, 09 Januari 2016

Lima Tempat Makan di Pasar Lama Tangerang

Dua tahun wara-wiri di daerah Tangerang, ada beberapa tempat wisata kuliner yang sudah pernah saya datangi, mulai dari Benton, Maxx Box, Kompleks Ubud, Pasar Delapan, Perumahan Permata, hingga Taman Sari. Namun ada satu tempat yang begitu berkesan karena menunya banyak dan harganya relatif ramah di kantong.

Tempat itu adalah Pasar Lama Tangerang. Di sepanjang jalan Pasar Lama Tangerang ada banyak  sekali tempat makan yang akan bikin kamu bingung, mau makan ini atau mau makan itu. Hal tersebut yang sering kali saya rasakan ketika menyusuri  jalan yang panjang ini.

Dari sekian banyak tempat makan, saya memilihkan lima di antaranya yang memiliki menu makanan yang berbeda. Semoga bisa jadi referensi kamu kala bingung saat memilih makanan di sepanjang jalan Pasar Lama.

Warung Nongkrong Ekabi
Langkah kami berhenti di sini ketika kami melihat poster promosi berukuran besar yang mengatakan harga chicken crispy hanya dibanderol dengan harga 10K. Jadi, pengen coba  juga. Kami masuk  ke restoran yang cukup besar dan nyaman ini. Pada saat kami datang tempatnya masih sepi. Kami pun memesan menu yang kami mau.


Hot plate yang berisi tiga potong chicken crispy dengan kentang goreng dan berbagai jenis sayur datang kemudian. Saus yang berwarna cokelat kemudian kami tuangakan ke atasnya. Selain menu tersebut, kami juga memesan taiyaki dengan es krim yogurt yang dicampur dengan matcha dengan toping marshmellow. 
 

Bubur Ayam
Ada berbagai tempat makan bubur di Pasar Lama. Kami memilih bubur ayam tanpa nama. Jadi, jika kamu mau mencarinya, gerobak bubur tersebut berada di depan Seafood Kepiting Montok, dekat dengan Roti Boy. Bubur ini dijual di gerobak yang sederhana. Satu  mangkuk  bubur nasi yang berukuran sedang dibanderol dengan harga 12 K. Bubur nasi sudah berasa gurih dengan tambahan suwiran ayam, kacang kedelai, daun bawang, bawang goreng, dan kerupuk. Ada juga sate-satean yang dijual secara terpisah, mulai dari sate telur puyuh dan jeroan ayan, mulai dari hati, usus, hingga ampela. Sate-satean tersebut disajikan di mangkuk terpisah.


Mie Ayam Jamur Ko Acay
Awalnya agak bingung mau makan apa, antara sushi yang dijual di food truck atau Mie Ayam Jamur Ko Acay. Katanya dua-duanya sama-sama enak. Namun karena perut masih lapar, saya memilih mie ayam jamur sebagai pelengkap makan malam.  Porsi mie ayam jamur yang saya pilih berukuran kecil. Rasanya yummy. Satu porsi mie ayam ukuran itu dibanderol dengan harga 15K. Jika mau mie ayam jamur, bisa diberi tambahan pangsit dan bakso.


Travel Mie 
Travel Mie merupakan salah satu tempat gaul di Tangerang dengan konsep tempat makan ala-ala Puncak. Rumah makannya terbuat terbuka dengan jejeran kemah di samping kiri kanan resto, ditengah-tengahnya barulah ditaruh jejeran bangku kayu. Sama seperti namanya. Resto ini memiliki menu andalan mie.  Ini salah satu menu mie yang kami pesan. Mie goreng hot maicih, mie goreng  dengan toping maicih, bon cabe, serta daging sapi goreng. Baca selengkapnya Travel Mie: Berasa Makan di Puncak Padahal Cuma di Pasar Lama.


Waroeng SS
Saya pernah makan di Waroeng SS di Karawaci yang cukup ramai pada saat kami datang. Ternyata ketika kami ingin makan di Waroeng SS yang berada di Pasar Lama, tempat makannya lebih ramai lagi. Bahkan kami mesti mengambil no  antrean dulu.  Kami menunggu cukup  lama, lalu  memesan berbagai jenis makanan, mulai dari jamur goreng, ayam goreng, ikan nila goreng, aneka sambal, dan cah kangkung.Baca menu-menu Waroeng SS.



Jumat, 08 Januari 2016

Travel Mie: Berasa Makan di Puncak Padahal Cuma di Pasar Lama

Sore hari menjelang malam sepanjang jalan Pasar Lama Tangerang memiliki pesona kuliner yang sungguh memikat. Berbagai tempat makan, mulai dari warung ala-ala kafe, restoran, food truck, hingga gerobak berjejer di sepanjang jalan menawarkan beragam pilihan kuliner, mulai dari makanan Jepang, Chinesse food, makanan Indonesia, hingga makanan ala-ala Bule.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya menjejakkan kaki di tempat ini. Kedatangan saya kembali ke sini karena ajakan seorang teman yang mengatakan bahwa banyak tempat makan baru di sini.  Salah satunya adalah Travel Mie, sebuah tempat makan dengan  tampilan dan desain ala-ala Puncak.

Ketika kami datang sore menjelang malam, tempat makan ini sudah lumayan ramai. Awalnya kami mau duduk di dalam sebuah kemah yang disusun sepanjang pinggir kanan dan kiri restoran. Namun karena kami lebih dari empat orang dan kemah tersebut tidak mampu menampung semuanya, akhirnya kami memilih duduk di bangku dengan meja kayu di tengah restoran.

Untuk memperkuat bahwa Travel Mie adalah Puncaknya Tangerang, di setiap meja dan kemah, terpasang penerangan mirip lampu badai. Ada juga api unggun buatan di tengah-tengah resto.

Sekarang saatnya memesan makanan, ada berbagai pilihan menu, mulai dari mie instan (sesuai dengan namanya), berbagai jenis roti panggang, berbagai jenis ketan, kue pancong pocong, hingga berbagai jenis minuman. Namun dari semuanya itu, kami memesan tiga jenis mie goreng dan roti bakar dengan es krim.

Mie Goreng  Kres Bon Cabe (16K)
Mie Goreng Kremes Bon Cabe juga tak kalah pedasnya dengan mie goreng Maicih.  Bon cabenya tampak sama banyaknya, tetapi menu mie ini menggunakan toping yang berbeda.  Mie goreng disajikan dengan kremes yang porsinya sama banyaknya dengan mie goreng. Selain itu, ada tambahan toping sosis dan telur ceplok yang ditambahkan di dalam mie goreng.


Mie Goreng Hot Maicih (18K)
Mie goreng yang disajikan dengan keripik Maicih ini lumayan pedas rasanya karena ada tambahan bon cabe yang cukup banyak. Kami makan sambil ber ha ha ha ha ria. Selain itu, ada juga toping lainnya, yaitu potongan daging sapi goreng dan telur ceplok.


Mie Goreng Persis (15K)
Mie goreng persis adalah mie instan yang disajikan persis dengan bungkus suatu merek mie instan. Ada daun selada, satu potong tomat, dua potong udang, telur ceplok, dan potongan cabai yang cukup banyak.


Tampilan-tampilan  menu mie di sini memang cantik. Oleh karena itu, pelayan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyusunnya sehingga makanan sudah datang dalam keadaan dingin. Kalau datang dalam keadaan masih hangat, rasanya tentu akan jauh lebih nikmat.

Ropating Matcha (19K)
Selain menu mie goreng, kam juga memesan satu menu roti bakar dengan selai matcha, keju, kacang tanah, dan juga kacang kenari. Ada satu scoop es vanila di atasnya. Roti bakar ini disajikan di tempat makan berbahan alumunium.


Travel Mie
Jalan Kisamaun 154
Pasar Lama Tangerang

Selasa, 05 Januari 2016

Bukan Debus, di Resto Ini Mangkok bisa Dimakan dan Rasanya Pun Nikmat

Berada di tempat baru tak terasa lengkap jika tak berwisata kuliner di berbagai tempat makan dan resto. Nah begitu juga ketika beberapa waktu yang lalu ada urusan pekerjaan yang mengharuskan saya untuk mengunjungi Pontianak. Setelah berpeluh-peluh naik booth menyeberangi sungai seperti seorang petualang, saya akhirnya berkesempatan untuk sejenak berwisata kuliner.

Setelah beberapa hari yang lalu kami berpesta durian. Kini saatnya kami menuju Jalan Pattimura. Seorang teman yang asli orang Dayak membawa kami ke tempat makan ini, namanya Bakmi Mangkok Garing. Lucu ya namanya? Saya pun kepo kenapa disebut dengan mangkok garing.

Bakso Mangkok Garing (19K)
Ternyata mangkok garing yang dimaksud adalah pangsit garing sebesar mangkok yang dijadikan alas untuk menaruh bakmi dengan toping ayam dan potongan-potongan jamur yang ditambahkan dengan daun bawang. Kuahnya disediakan di mangkuk yang terpisah. Ketika saya memasukkan sendokan pertama bakmi tersebut, bumbu terasa meresap. Yummy.


Saya suka makan bakmi kering dengan kuah yang terpisah alias kering. Namun  seorang teman lebih suka jika kuahnya langsung ditaruh semuanya ke dalam mangkok garing.

“Wah kira-kira rembes nga neh kuah sampai ke mangkuk?”

Pangsit di sini tebal sehingga butuh waktu yang lumayan lama agar kuah rembes sampai ke mangkok. Bagi saya yang paling nikmat ketika menikmati bakmi dengan pangsit yang garing. Yummy banget deh. Bagian terpenting lainnya adalah harga semua makanan di sini  amat ramah di kantong. Mau nambah, nga akan bikin kantongg bolong.

Bakso Mangkok Garing (17K)
Selain bakmi, ada juga menu lain yang menggunakan mangkok garing, yaitu bakso mangkok garing. Rasanya juga endeusss tenan. Beberapa bakso dengan ukuran sedang dicampur dengan sawi  rebus dan bawang. Oh ya, mau kasih tahu kalau pangsit ini dibuat sendiri di sini. Jadi, memang fresh. Menurut pelayannya, menu bakmi mangkok garing sudah sering kali dipesan untuk mengisi berbagai acara baik di hotel dan tempat lainnya. Jadi jika plesiran ke Pontianak, kamu bisa mampir ke sini untuk membuktikannya sendiri. (Baca juga Tiga Bakso yang Mesti Kamu Coba)


Sushi Ayam (15K)
Ini pesanan seorang teman yang katanya kangen dengan makanan Jepang. Satu porsi ada 10 buah sushi yang disajikan dengan kecap asin di tengahnya. Sesuai dengan prediksi, karena memang tempat makan ini spesialisasinya adalah menu Bakmi Mangkok Garing, rasa sushinya yah begitulah. Namun yang namanya kangen, wajib hukumnya untuk bertemu.(Baca juga Tiga Sushi yang Mesti Kamu Coba)


Paket Ayam Goreng (20K)
Restoran Bakmie Mangkok Garing juga menyediakan beberapa menu lainnya, termasuk nasi goreng dan nasi paket ayam goreng. Bagi kamu yang harus makan nasi sebelum mencoba menu-menu lainnya, menu paket ini bisa mengenyangkan. Seporsi nasi dengan ayam, tempe dan tahu goreng  yang disajikan bersama dengan lalapan. Tidak spesial, tapi cukup mengenyangkan.


Bakmi Mangkok Garing
Jalan Pattimura No. A1-2-3
Pontianak, Kalimantan Barat

Senin, 04 Januari 2016

Dari Fuyunghai hingga Nasi Goreng di Bakso Lapangan Tembak Senayan

Beberapa waktu yang lalu kami ada keperluan di dua tempat ini. Pertama adalah Pasar Inpres Senen yang tempatnya sungguh tak bersahabat, kedua adalah ITC Cempaka Mas. Setelah kelar semua urusan di tempat pertama, kami pun langsung menuju ITC Cempaka Mas. Kami tiba di sana sudah lumayan sore dan perut sudah agak kruyuk kruyuk minta diisi. Namun mengingat kami harus mendahulukan membeli beberapa barang penting, kami pun melupakan dulu sejenak untuk mengisinya.

Kami menuju lantai 5 Cempaka yang menjual berbagai jenis bahan-bahan pakaian. Kami mondar-mandir di tempat ini, mencari bahan yang kami mau, menawarnya, dan yes done.... It’s time for eating. Di lantai yang sama sebenarnya ada berbagai tempat makan. Namun sepertinya hari itu,  kami akan makan di Bakso Lapangan Tembak Senayan yang berada di Lower Ground, di lantai yang sama dengan Carrefour.

Ketika kami datang, tempatnya penuh, tetapi kami beruntung ada satu meja yang ditinggalkan sesaat kami memasuki ruangan yang tidak terlalu besar ini. Bangku  dan meja juga letaknya berdekatan. Pelayan pun tampak hectic melayani tamu yang datang.

Kami duduk tepat di bangku di depan kasir. Kami pun segera memesan berbagai menu makanan kami.

Nasi Fuyunghai (28K)
Ini sudah merupakan menu paket, seporsi nasi dengan fuyunghai dengan ukuran yang cukup besar. Telur dadar khas Chinesse Food ini diguyur dengan saus asam manis dengan beberapa kacang polong di atasnya.


Bakso Mie dan Bakso Kwetiauw (22K)
Di Bakso Lapangan Tembak Senayan ada berbagai jenis menu bakso, ada mie bakso dan mie bakso lengkap. Sayangnya saat kami datang, bakso yang tersedia hanya bakso halus. Bakso uratnya sedang habis. Untuk tambahannya kami lebih memilih mie kuning dibandingkan dengan bihun.


Selain mie dan bihun, bakso juga dapat disajikan dengan kwetiauw. Jumlah bakso juga sama, begitu juga dengan harganya.


Bihun Goreng (22,5K)
Bihun goreng datang dalam porsi sedang, cukup kenyang untuk makan satu orang. Bihun  goreng dimasak dengan kecap yang isinya terdiri dari sawi hijau, kol, ayam, dan telur. Khusus untuk bihun, vetsinnya cukup terasa di lidah. Lain waktu ke  sini, saya akan meminta agar sedikit saja atau bahkan sama sekali tidak menggunakan penyedap rasa tersebut.


Tongseng Sapi (30K)
Daging sapi yang dipotong-potong kecil dicampur dengan potongan daun kol yang agak besar dengan cabai rawit dan daun bawang. Sebenarnya isi daging sapinya tak terlalu banyak, tetapi yang enak adalah kuah tongsengnya yang besantan. Jika dimakan dalam keadaan panas dengan seporsi nasi putih, tongseng sapi akan terasa nikmat.


Nasi Goreng (27K)
Kami memesan dua menu nasi goreng, nasi goreng biasa dan nasi goreng spesial.  Nasi goreng spesial disajikan dengan telur ceplok, sedangkan yang biasa tidak. Kalau masalah isinya hampir sama, ada telur dan ayam. Namun khusus untuk nasi goreng spesial, jika  telur disingkapkan ada satu udang diletakkan di tengah-tengahnya. Rasa nasi goreng spesial cukup enak. Sayangnya untuk nasi goreng biasanya, ada nasi yang masih keras dan terasa tidak matang. Lah kok bisa ya, padahal sama-sama nasi goreng?


Bakso Lapangan Tembak Senayan
ITC Cempaka Mas
Lantai LG No. 200

Minggu, 03 Januari 2016

Makan pun Mesti Antre di Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis


Hampir setiap kali melewati Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis yang berada di daerah Rawamangun, tempat makan ini selalu saja ramai dengan para pengunjungnya. Bahkan sebelum makan siang, sudah banyak orang yang mengantre. Ini yang membuat saya kepo untuk mampir ke sini.

Bagaimana rasanya? Itu pertanyaan saya ketika memandang  sekilas rumah makan yang begitu sederhana ini.

Hingga Sabtu kemarin, kami berkesempatan makan di sana. Tadinya hampir batal karena hujan turun begitu lebatnya. Sepertinya lebih enak nongkrong-nongkrong di mall aja deh? Ngak akan kena hujan. Namun, setelah dipikir-pikir enak juga makan bakso saat cuaca dingin bersahabat begini, akhirnya kami dari arah Arion Mall lurus terus sampai di perapat Sunan Giri, lalu belok ke kanan. Hujan masih deras ketika kami sampai. Luar biasanya meskipun begitu, tempat ini masih saja penuh. Awalnya bahkan kami tidak mendapatkan tempat duduk.

Untungnya, ada satu keluarga yang sudah selesai dan akhirnya kami pun menempati meja panjang kayu dengan kursi-kursi plastik yang sudah tidak teratur susunannya. Untuk informasi, kita di sini tidak dilayani, tetapi mesti self-service. Ada satu meja di depan yang memuat mangkuk serta garpu dan jenis-jenis bakso dan gorengan yang bisa kita pilih sendiri. Di sana juga tersedia bawang goreng dan seledri.

Kami pun antre bergantian agar bangku kami tidak diserobot orang lain. Saya yang pertama,mengambil mangkuk, mengambil sedikit bawang dan seledri ke mangkuk putih yang disediakan. Ada beberapa jenis bakso dan gorengan yang dijual di sini. Sayangnya bakso urat sedang habis waktu itu. Yang tersisa hanya bakso halus. Gorengan dan rebusan lainnya masih lengkap, mulai dari kekian goreng, siomay goreng, tim goreng, tahu siomay, siomay basah, bakso goreng, hingga pangsit goreng. Pelayan hanya membantu menyendokkan sesendok besar kuah ke meja kita. Sambal dan saus tersedia di meja masing-masing


Kalau makan di sini, kamu mesti ingat sendiri berapa yang kamu makan karena kamu membayarnya nanti setelah kamu selesai makan. Semua menu dijual 4K per buahnya, hanya bakso urat yang dibanderol dengan harga 4,5K. Sayangnya di sini tidak ada bihun, sohun, kwetiauw, atau mie.

Karena saya tak terlalu lapar, saya hanya mengambil empat jenis, yaitu bakso goreng, kekian goreng, tahu siomay, dan siomay basah. Oh ya di sini pelayannya ramah. Meskipun baruisan orang sudah lumayan banyak mengantre di belakang saya, pelayan tersebut sejenak menghentikan pekerjaannya lalu memberikan penjelasan singkat mengenai isi tahu siomay.


Saatnya mencicipi menu bakso. Hmmm...saya suka dengan goreng-gorengannya, bakso goreng, kekian goreng, dan pangsit gorengnya. Untuk yang yang kukusnya, rasanya cukup enak.


Karena kami makan pada saat yang begitu tepat, rasa Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis jadi bertambah nikmat.  Apalagi ketika saya menyeruput kuah kaldu bakso yang terasa hangat.


Kami tak bisa berlama-lama di sini karena kami lihat sudah ada beberapa orang yang celingak-celinguk mencari bangku kosong, kami secepatnya keluar dari tempat tersebut. Hujan sudah mereda ketika kami  menuju tempat parkir.

Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis
JL. Rawamangun Muka Barat, No. 14,
Jakarta

Rabu, 16 Desember 2015

Wahhhh... Nasi Ulam Disajikan dengan Sepuluh Lauk-Pauk serta Sayuran!

Solo memiliki beragam kuliner yang otentik. Kemarin saya sudah menulis tentang Bubur Solo yang rasanya unik dan lezat. Baca juga Ini yang Membuat Bubur Solo Enak Tenan. Selain bubur, Solo juga memiliki kuliner khas lainnya, yaitu nasi ulam. Namanya memang sudah sangat familiar di telinga. Namun baru kali ini, saya berkesempatan mencicipinya di restoran Dapur Solo yang berada di daerah Sunter.

Hal yang membuat saya tertarik dengan nasi ulam adalah ketika seorang pelayan mengantarkan nasi putih dengan berbagai lauk ke meja sebelah. Saya pun langsung memanggil pelayan tersebut dan langsung menanyakan apakah menu yang isinya beragam lauk tersebut. Setelahnya, saya pun langsung memesan menu tersebut untuk makan siang saya. Saya urungkan untuk  memesan nasi liwet yang juga khas Solo yang juga tampak menggoda di buku menu. Next time, I will be back here.


Tak berapa lama, pelayan membawa sepiring nasi ulam, yaitu nasi dengan berbagai jenis lauk. Selain itu, pelayan juga membawa  sebuah mangkuk yang isinya adalah tahu semur.  Bagi kamu yang penasaran, apa saja sebenarnya lauk dari nasi ulam ini.

Perkedel
Setiap satu porsi nasi ulam disajikan dengan sebuah perkedel kentang ukuran sedang. Perkedel disalut dengan telur sehingga tampilannya menjadi yummy.


Dendeng
Nasi ulam juga dilengkapi dengan sepotong dendeng,  yaitu daging sapi yang tipis berwarna kecokelatan. Daging yang berasa manis ini di atasnya terdapat ketumbar yang menyebabkan dendeng sapi menjadi lebih wangi.

Cumi Goreng
Sekitar tiga ekor cumi goreng ditempatkan di piring nasi ulam.  Walaupun sedikit, cumi goreng memberikan rasa yang berbeda dibandingkan lauk-lauk lainnya,seperti daging, telur, perkedel, hingga tempe orek.

Tempe Orek
Tempe dipotong kecil lalu diberikan berbagai bumbu. Sebagai penutup, kecap dituangkan di atasnya dan setelahnya diaduk rata. Tempe orek yang disajikan di sini adalah tempe orek kering.

Telur Dadar
Telur didadar tipis, setelahnya barulah dipotong-potong. Potongan tersebut yang kemudian ditaruh di atas nasi langgi.


Bihun Goreng
Pelayan hanya memberikan sejumput bihun goreng yang warnanya kecokelatan akibat kecap yang dimasak bersama dan diaduk rata bersama dengan bihun.

Tempe Goreng
Sepotong tempe yang digoreng dengan tepung menambah keasyikan kamu menikmati sepiring nasi ulam.

 

Kerupuk dan Emping
Nasi ulam memang lengkap, setelah semuanya dimasukkan, kerupuk udang dan emping melinjo yang renyah di mulut menjadi pelengkap yang menyempurnakan rasa.

Tahu Semur
Sepotong tahu goreng dimasak dengan kecap. Namun tahu semur ini tak terlalu banyak kecapnya sehingga kuahnya pun terlihat cokelat bening.


Sayur-sayuran
Tak hanya lauk-pauk, sayurar-sayuran yang terdiri dari daun dan timun juga menyempurnakan rasa dari nasi langgi. Bagian terakhir yang dimasukkan adalah sambalnya.

Seporsi nasi ulam dengan berbagai lauk tersebut dibanderol dengan harga terjangkau di Dapur Solo. Selain nasi ulam, Dapur Solo juga menjual berbagai menu lainnya, seperti nasi liwet Solo, asem-asem iga hingga serabi Solo. Next time saya akan me-review-nya. Terima kasih sudah membaca posting-an ini, semoga nasi langgi bisa menambah pengetahuan kuliner negeri sendiri. Terima kasih!

Dapur Solo
Jl. Danau Sunter Utara no. 7  Sunter II
(Sebelah Showroom BMW deretan Astra)
No telp: (021) 29615353