Selasa, 26 Januari 2016

Di Sini Makan Mie Rebus Pun Harus Antre


Katanya di Gading Serpong ada tempat makan sekaligus nongkrong yang sedang nge-hits. Oleh karena itu, di sore yang agak dingin akibat hujan tanpa henti, kami pun mengarahkan langkah menuju Warunk Upnormal. Kami tiba d sana sekitar pukul 18.30, saat yang tepat untuk makan malam. Pas  banget saat perut sudah mulai kriuk-kriuk minta diisi.

Sesampainya di sana kami melihat ada beberapa orang yang duduk-duduk di luar restoran. Wahhh, ternyata mereka adalah orang yang antre menunggu giliran untuk masuk  tempat makan yang menjual berbagai jenis mie instan, nasi dengan berbagai toping, snack, dan berbagai jenis minuman . Masa seh harus nunggu dulu? Sebenarnya perut sudah tidak mau diajak kerja sama. Cuma karena kepo, kenapa banyak orang yang rela antre, kami pun akhirnya ikut-ikutan.

Ada lima orang yang antre di atas kami. Ketika kami bertanya kira-kira berapa lama kami harus menunggu. Sang pelayan tidak dapat memastikan berapa lama. Lima belas kemudian, nama kami dipanggil. Kami kebagian tempat duduk di smoking room. Oh ya di sini ada tiga lantai. Lantai 1 smoking room, lantai 2 non-smoking room, lantai 3 private room. Menurut info dari sang pelayan, jika ingin  memakai private room, customer mesti mem-booking-nya sehari sebelumnya. Kapasitas tampung private room adalah sekitar 10 orang.

Ruangan di lantai 1 tidak terlalu luas dengan dereten bangku kayu dengan kombinasi sofa. Tempatnya hingar-bingar dengan suara musik. Di sini juga disediakan berbagai jenis permainan, dari uno hingga congklak yang bisa digunakan sambil menunggu pesanan datang.

Karena sudah kelaparan, kami pun segera memesan.  Berikut tiga menu mie goreng dan rebus kami.

Indomie Upnormal  (16,5K)
Di buku menunya, menu Indomie Upnormal adalah salah satu yang favorit. Indomie rebus dengan kuah keju. Toping adalah smoked beef. 

Indomie Upnomal
Indomie Goreng Sambal Matah (14,5K)
Menurut buku menu, indomie ini adalah salah satu menu yang hot yang disajikan dengan sambal matah, yaitu sambal mentah khas Bali dengan potongan sambal dan bawang. Sayangnya, rasa pedasnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Kami pun meminta tambahan cabe rawit potong agar bisa lebih pedas rasanya.

Indomie goreng sambal matah (dokumentasi pribadi)
Indomie  Saos Telor Asin (14,5K)
Indomie goreng ini dimasak dengan telur asin yang cukup banyak dengan tambahan smoked beef.


Indomie saus telur asin (dokumentasi pribadi)
Karena tempat nongkrong ini sungguh ramai, kami  pun masih perlu menunggu cukup lama. Ketika tiba, tiga menu tersebut sudah tak terlalu hangat. Oh ya bagi kamu yang porsi makannya banyak, menu mie di sini tidak terlalu besar. Jadi, kamu bisa memilih porsi jumbo atau pesan dua porsi mie sekalian. Jika  kamu memesannya setelah habis, pasti pesanan kamu yang terakhir akan lebih lama lagi.

Restoran Upnormal
Pembayaran: Cash dan  kartu ATM

Alamat:
Blok DF4 No., Jl. Klp. Lilin Sel, Tangerang
Blok DD4 No.34, Klp. Dua, Tangerang

4 komentar:

  1. Wahhhhhhhhhhhhhh mie nya bikin mupeng.
    mie kesukaanku banget tuh Mbk sonta

    BalasHapus
  2. wawww... musti antri keburu laper... hihi

    BalasHapus
  3. upnormal yah? hihi di cempaka putih juga ada, berhubung aku ga makan mie jadinya makan nasi seblak, lumayanlah hehehe tapi nunggunyaaaaa duh, bikin pengen marah -_-

    BalasHapus
  4. Kalo yang beli sampe ngantre berarti mie-nya memang enak ya Mba.. Kalo aku milih tempat makan patokannya lihat orang yg beli ngantre apa enggak.. Kalo ngantre kan berarti byk yg suka dgn masakannya dan yg pasti pasti enak..

    BalasHapus