Senin, 04 Januari 2016

Dari Fuyunghai hingga Nasi Goreng di Bakso Lapangan Tembak Senayan

Beberapa waktu yang lalu kami ada keperluan di dua tempat ini. Pertama adalah Pasar Inpres Senen yang tempatnya sungguh tak bersahabat, kedua adalah ITC Cempaka Mas. Setelah kelar semua urusan di tempat pertama, kami pun langsung menuju ITC Cempaka Mas. Kami tiba di sana sudah lumayan sore dan perut sudah agak kruyuk kruyuk minta diisi. Namun mengingat kami harus mendahulukan membeli beberapa barang penting, kami pun melupakan dulu sejenak untuk mengisinya.

Kami menuju lantai 5 Cempaka yang menjual berbagai jenis bahan-bahan pakaian. Kami mondar-mandir di tempat ini, mencari bahan yang kami mau, menawarnya, dan yes done.... It’s time for eating. Di lantai yang sama sebenarnya ada berbagai tempat makan. Namun sepertinya hari itu,  kami akan makan di Bakso Lapangan Tembak Senayan yang berada di Lower Ground, di lantai yang sama dengan Carrefour.

Ketika kami datang, tempatnya penuh, tetapi kami beruntung ada satu meja yang ditinggalkan sesaat kami memasuki ruangan yang tidak terlalu besar ini. Bangku  dan meja juga letaknya berdekatan. Pelayan pun tampak hectic melayani tamu yang datang.

Kami duduk tepat di bangku di depan kasir. Kami pun segera memesan berbagai menu makanan kami.

Nasi Fuyunghai (28K)
Ini sudah merupakan menu paket, seporsi nasi dengan fuyunghai dengan ukuran yang cukup besar. Telur dadar khas Chinesse Food ini diguyur dengan saus asam manis dengan beberapa kacang polong di atasnya.


Bakso Mie dan Bakso Kwetiauw (22K)
Di Bakso Lapangan Tembak Senayan ada berbagai jenis menu bakso, ada mie bakso dan mie bakso lengkap. Sayangnya saat kami datang, bakso yang tersedia hanya bakso halus. Bakso uratnya sedang habis. Untuk tambahannya kami lebih memilih mie kuning dibandingkan dengan bihun.


Selain mie dan bihun, bakso juga dapat disajikan dengan kwetiauw. Jumlah bakso juga sama, begitu juga dengan harganya.


Bihun Goreng (22,5K)
Bihun goreng datang dalam porsi sedang, cukup kenyang untuk makan satu orang. Bihun  goreng dimasak dengan kecap yang isinya terdiri dari sawi hijau, kol, ayam, dan telur. Khusus untuk bihun, vetsinnya cukup terasa di lidah. Lain waktu ke  sini, saya akan meminta agar sedikit saja atau bahkan sama sekali tidak menggunakan penyedap rasa tersebut.


Tongseng Sapi (30K)
Daging sapi yang dipotong-potong kecil dicampur dengan potongan daun kol yang agak besar dengan cabai rawit dan daun bawang. Sebenarnya isi daging sapinya tak terlalu banyak, tetapi yang enak adalah kuah tongsengnya yang besantan. Jika dimakan dalam keadaan panas dengan seporsi nasi putih, tongseng sapi akan terasa nikmat.


Nasi Goreng (27K)
Kami memesan dua menu nasi goreng, nasi goreng biasa dan nasi goreng spesial.  Nasi goreng spesial disajikan dengan telur ceplok, sedangkan yang biasa tidak. Kalau masalah isinya hampir sama, ada telur dan ayam. Namun khusus untuk nasi goreng spesial, jika  telur disingkapkan ada satu udang diletakkan di tengah-tengahnya. Rasa nasi goreng spesial cukup enak. Sayangnya untuk nasi goreng biasanya, ada nasi yang masih keras dan terasa tidak matang. Lah kok bisa ya, padahal sama-sama nasi goreng?


Bakso Lapangan Tembak Senayan
ITC Cempaka Mas
Lantai LG No. 200

3 komentar:

  1. selalu deh ngiler baca entri di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbakkk... sering-sering mampir ya

      Hapus
  2. Liat potonya jadi laper lagi Mak, padahal baru beres makan :P

    BalasHapus