Rabu, 28 September 2016
Sate Taichan yang Bikin Keringatan
Melihat sate putih Taichan di postingan salah satu media sosial seorang teman, sebenarnya saya tak begitu ngiler ngiler banget. Tata letak foto dan komposisi warananya memang keren, tetapi kenapa warna daging satenya begitu putih dan tampak tidak matang. Namun rasa kepo saya mengalahkan rasa tak-ngiler saya dengan makanan kekinian ini. Apalagi ketika salah seorang teman bilang bahwa di sekitaran Tangerang sudah ada penjual sate taichan, tepatnya di pasar modern Paramount Serpong. Jadi, enggak perlu jauh-jauh “nyamperin” sampai ke Senayan kalau begitu.
Kami pun berangkat menuju Pasar Modern Paramounth Gading Serpong setelah pulang kantor. Untuk informasi, pasar Paramounth merupakan salah satu pusat kuliner kaki lima di Tangerang dengan harga makanan yang terjangkau dan berbagai jenis makanan yang lezat dan sedap. Dari sore biasanya sudah mulai banyak penjual makanan yang mendirikan tendanya di sepanjang pinggiran pasar.
Kami pun berputar mencari di mana penjual sate taichan menggelar dagangannya. Tenda satenya terletak di di dekat Spa Dewi Fortuna. Ketika kami datang, penjual baru saja membereskan segala peratalatannya, mulai dari tenda, piring, hingga arang dan tempat bakar sate. Kami harus menunggu sekitar setengah jam, barulah pedagang siap menerima pesanan kami.
Akhir empat porsi sate taichan kami datang. Satu porsi berisi 10 tusuk sate ayam berwarna putih. Ukuran dagingnya tak terlalu besar. Tak heran jika ada orang yang bisa memesan tiga porsi bahkan lebih untuk dimakan sendiri karena memang porsinya kecil. Satu porsi sate taichan dibanderol dengan harga 8.500 dengan isi 10 buah per porsinya.
Sate taichan sama seperti sate lainnya yang dapat terbuat dari daging ayam atau sapi. Bedanya sate taichan disajikan dengan ulekan sambal cabe rawit merah dan hijau. Ini yang membuat rasanya WOWW, rasa pedas bercampur dengan rasa asem dan asin bercampur menjadi satu. Rasa asem dan asinnya berasal dari paduan bumbu yang dioleskan saat sate dibakar.
Bagi kamu pecinta pedas, rasanya sate taichan bisa kamu tambahkan ke dalam daftar makanan favoritmu. Namun bagi yang tidak suka pedas, percayalah sate ini tetap pedas meskipun kamu sudah memberikan banyak kecap manis di atasnya.
Rasa kepo saya terhadap sate putih terpenuhi sudah. Sate putih yang katanya mirip sate-satean di Jepang ini, rasanya tak kalah dengan sate berbumbu sambal kacang atau kecap bawang. Saya rasa sate taichan yang bisa bikin keringatan ini bisa jadi salah satu makanan favorit saya.
Selasa, 31 Mei 2016
Ini Tiga Restoran yang Menjual Menu Iga
Kangen setelah sekian lama enggak pernah menulis tentang makanan lezat dan restoran. Akhirnya rasa rindu itu bisa terobati hari ini. Sampai di depan netbook, bingung mau nulis apa. Sudah banyak sekali foto restoran dan makanan yang tersimpan dalam folder-folder yang sudah tersusun dengan rapi. Mau nulis tentang apa ya? Makanan Jepang, Korea, Italia, Thailand, Vietnam, atau Indonesia.
Setelah melihat beberapa folder foto, saya akhirnya memutuskan untuk menulis restoran yang menjual menu iga-igaan saja, mulai dari iga penyet, iga bakar, iga sambal kacang, hingga sup iga. Di netbook saya ada beberapa restoran yang menjual menu iga-igaan. Saya memilih tiga, pertama Restoran SBIH (Sup Buntut Ibu Henny), Warung Teko, dan Warung Leko.
Warung Leko
Salah satu restoran yang menjual berbagai jenis menu iga adalah Warung Leko. Adapun menu-menu yang kami pesan di sini, mulai dari iga bakar, iga penyet, sup iga, dan oseng iga. Selain menu tersebut, kami juga memesan menu lainnya, yaitu ayam penyet, empal penyet, dan jamur enoki goreng. Harga untuk satu menu berkisar antara 26-50K, belum termasuk nasi dan minum.
Iganya lembut dengan sambal yang rasaya cukup pas, tidak terlalu pedas. Di sini juga dijual menu oseng iga, yaitu iga yang sudah dipotong kecil-kecil ditumis dengan potongan cabe rawit yang sangat banyak. Selain itu, juga ada potongan tomatnya. Ada juga berbagai menu sayuran yang bisa kamu pesan.
Kalau nanti nga enak dan juga tidak malu, bisalah nanti saya kompain. “Yah jangan sampai sudah mau habis baru kompain, itu namanya cari untung dalam kesempitan.”
Kami pun memesan dua menu ayam penyet, dua menu ayam penyet, empat porsi nasi putih, dan seporsi otak-otak. Pelayan dengan cekatan mengantarkan pesanan kami yang disajikan di atas mangkuk dan piring putih. Oh ya... menu iga penyetnya disajikan dengan semangkuk air kaldu. Ukuran porsinya sedang, satu porsi cukup untuk satu orang.
Iga dan ayamnya lembut. Namun bagi saya, yang paling nyos di restoran ini adalah sambalnya. Pedasnya minta ampun. Kalau kamu pecinta pedas, kamu akan sangat menyukainya. Namun jika tidak, lebih baik kamu bilang dari awal kepada kasirnya agar menaruh sambalnya di pinggir piring. Air kaldunya enak. Jika kamu kurang, kamu bisa isi ulang.
Warung Tekko
Warung Tekko juga memiliki banyak cabang di Indonesia. Namun beberapa waktu yang lalu, kami menyambangi Warung Tekko yang berada di Flavor Bliss. Letaknya tepat di samping Stevan Meat Shop. Restorannya sungguh cozy. Deretan kursi kayu berderet dengan rapi. Ada yang outdoor dan indoor.
Di sini ada banyak pilihan menu, mulai dari sup iga, iga penyet, dan iga sambal kacang, dan iga asam-asam manis. Menu tersebut disajikan pada piring-piring kecil seperti tanah liat. Pelayannya pun dengan cekatan menyajikan pesanan kami.
Iga asam-asam manis saja yang disajikan dalam wadah metal yang di bawahnya ada kompor kecil sehingga kuah yang terasa asam dan manis masih terasa panas saat disajikan. Satu porsi biasanya disajikan dua atau tiga potong iga yang lembut saat dikunyah. Sambalnya tidak terasa terlalu pedas. Selain menu iga, kami juga memesan menu set ayam goreng yang disajikan dengan lalapan, serta tempe atau tahu.
Setelah melihat beberapa folder foto, saya akhirnya memutuskan untuk menulis restoran yang menjual menu iga-igaan saja, mulai dari iga penyet, iga bakar, iga sambal kacang, hingga sup iga. Di netbook saya ada beberapa restoran yang menjual menu iga-igaan. Saya memilih tiga, pertama Restoran SBIH (Sup Buntut Ibu Henny), Warung Teko, dan Warung Leko.
Warung Leko
Salah satu restoran yang menjual berbagai jenis menu iga adalah Warung Leko. Adapun menu-menu yang kami pesan di sini, mulai dari iga bakar, iga penyet, sup iga, dan oseng iga. Selain menu tersebut, kami juga memesan menu lainnya, yaitu ayam penyet, empal penyet, dan jamur enoki goreng. Harga untuk satu menu berkisar antara 26-50K, belum termasuk nasi dan minum.
Iganya lembut dengan sambal yang rasaya cukup pas, tidak terlalu pedas. Di sini juga dijual menu oseng iga, yaitu iga yang sudah dipotong kecil-kecil ditumis dengan potongan cabe rawit yang sangat banyak. Selain itu, juga ada potongan tomatnya. Ada juga berbagai menu sayuran yang bisa kamu pesan.
![]() |
| Menu di Warung Leko |
Ada
beberapa cabang restoran Warung Leko. Salah satunya berada di Lantai 3
Central Park yang letaknya hampir berada di ujung. Tempatnya tidak terlalu besar dan cukup ramai, tetapi nyaman untuk ngobrol bahkan reuni.
Restoran SBIH (Sop Buntut Ibu Henny)
Meskipun spesialisasi makanannya restoran ini adalah sop buntut, menu-menu iga juga disajikan dan dapat menjadi pilihan kamu. Restoran SBIH ini memiliki beberapa cabang. Salahnya satunya berada di foodcourt Makan Sutra di Supermall Lippo Karawaci Tangerang. Restonya berdekatan dengan Bakmi GM yang berada di lantai 3. ![]() |
| Menu Restoran Sop Buntut Ibu Henny (Dokumentasi Pribadi) |
Pada saat datang, belum ada satu pun yang mengantre. Wah saya jadi waswas, kok ngak ada yang makan? Jangan-jangan, jangan-jangan. Tapi rasa waswasnya agak sedikit hilang ketika melihat moto restoran tersebut di belakang kasir pembayaran, “dijamin enak, tidak enak gratis”.
Kalau nanti nga enak dan juga tidak malu, bisalah nanti saya kompain. “Yah jangan sampai sudah mau habis baru kompain, itu namanya cari untung dalam kesempitan.”
Iga dan ayamnya lembut. Namun bagi saya, yang paling nyos di restoran ini adalah sambalnya. Pedasnya minta ampun. Kalau kamu pecinta pedas, kamu akan sangat menyukainya. Namun jika tidak, lebih baik kamu bilang dari awal kepada kasirnya agar menaruh sambalnya di pinggir piring. Air kaldunya enak. Jika kamu kurang, kamu bisa isi ulang.
Warung Tekko
Warung Tekko juga memiliki banyak cabang di Indonesia. Namun beberapa waktu yang lalu, kami menyambangi Warung Tekko yang berada di Flavor Bliss. Letaknya tepat di samping Stevan Meat Shop. Restorannya sungguh cozy. Deretan kursi kayu berderet dengan rapi. Ada yang outdoor dan indoor.
Di sini ada banyak pilihan menu, mulai dari sup iga, iga penyet, dan iga sambal kacang, dan iga asam-asam manis. Menu tersebut disajikan pada piring-piring kecil seperti tanah liat. Pelayannya pun dengan cekatan menyajikan pesanan kami.
Iga asam-asam manis saja yang disajikan dalam wadah metal yang di bawahnya ada kompor kecil sehingga kuah yang terasa asam dan manis masih terasa panas saat disajikan. Satu porsi biasanya disajikan dua atau tiga potong iga yang lembut saat dikunyah. Sambalnya tidak terasa terlalu pedas. Selain menu iga, kami juga memesan menu set ayam goreng yang disajikan dengan lalapan, serta tempe atau tahu.
Senin, 28 Maret 2016
Bebek Gerobak Astra: Tempat Makan Bebek yang Murah dan Lezat di Jakarta Utara
Hari sudah malam ketika kami melewati pabrik Astra yang berada di dekat lampu merah menuju Tanjung Priuk di belakang ITC Cempaka Mas. Tiba-tiba mobil yang kami naiki melambat, mendekati sebuah gerobak makanan di pinggir jalan.
Supir yang tak lain adalah abang saya sendiri langsung menghentikan kendaraan kami lalu bertanya, “siapa yang mau makan bebek.”
Saya awalnya hanya terdiam. “Lho bukannya kita akan makan di food court Mall Artha Gading ya?” Tanya saya kepadanya.
“Iya,” jawabnya. “Cuma kalau sudah lewat tukang bebek ini, sayang kalau kita nga mampir beli. Bebeknya enak lho.”
“Oh ya, seenak apa memangnya?”
Namun pertanyaan itu tak sampai keluar dari mulut saya karena prinsipnya makanan tidak perlu diperdebatkan bagaimana rasanya. Lebih baik dipesan kemudian dimakan. Kami akhirnya memesan tiga bungkus nasi bebek Madura dan membayar 14K untuk setiap porsinya.
Ketika kami melanjutkan perjalanan menuju Mall Artha Gading, abang saya bercerita bahwa pelanggan bebek gerobak Astra tersebut, rata-rata orang yang bermobil dan biasanya harus antre kalau makan di situ. “Tadi kita beruntung, langsung dilayani, mungkin karena sedang long weekend sehingga tidak terlalu banyak yang makan bebek gerobak tersebut.” Tutur Abang saya.
Masih menurutnya, dia pernah berduduk bersebalahan di bangku kayu seadanya dengan Tantri Kotak dan Basis Kotak yang tidak tahu siapa namanya makan di tempat ini. Wah saya makin penasaran dengan rasa bebek Madura dengan bumbu cokelat menggoda ini.
Sesampainya di Mall Artha Gading, kami menuju beberapa gerai dulu, barulah kami naik ke West Food Court di Lantai 3. Sebelum kami menggelar bebek gerobak, kami memesan beberapa porsi makanan, satu bakmi ayam Ko Fei, dua nasi goreng ayam Ko Fei, dan satu porsi tahu crispy. Kami juga memesan beberapa botol air mineral dan teh manis dalam kemasan.
Setelah menu kami datang, kami pun menggelar nasi bebek yang dibungkus dengan kertas nasi yang berwarna cokelat.
Wowww.... Yang porsi nasinya sangat banyak. Satu porsi nasi terdiri dari dua atau tiga potong bebek dengan ukuran yang sedang. Ada bumbu-bumbu cokelat seperti bumbu rendang yang cukup banyak. Saya pun mengaduk bumbu tersebut menyatu dengan nasi putihnya.
Saatnya untuk makan.... Mhhhh.... Wowww.... Rasanya pedas dan lezat. Saya pun memotong daging bebek dari tulangnya.Dagingnya mudah lepas dan empuk digigit. Kalau dimakan begitu saja, daging bebek terasa asin. Namun jika dimakan bersama nasi, rasanya jadi begitu nikmat. Apalagi mengingat harganya yang begitu bersahabat di kantong, nasi bebek ini menjadi terasa lebih nikmat.
Kalau kamu penyuka hati ampela, kamu bisa meminta kepada penjualnya. Harganya tetap sama saja. Hati ampelanya juga empuk saat digigit. Yummmyyy....
Sayangnya, nasi bebek di sini tidak dilengkapi dengan sayuran, seperti tomat dan mentimun. Saya tak tahu apakah kami kehabisan karena sudah cukup malam atau benar-benar tidak disediakan.
Bagi kamu yang ingin menanyakan hal tersebut kamu bisa datang langsung ke sana, bebek Gerobak Astra. Tidak ada identitas nama di gerobaknya dan saya juga tidak menanyakan siapa nama penjualnya. Namun itu satu-satunya gerobak penjual bebek Madura di sana. Biasanya abang penjual bebek ini menggelar dagangannya mulai dari pukul 4 sore hingga habis.
Hanya sedikit sekali penjual makanan yang berdagang di depan Astra jika sudah malam. Berbeda jika di pagi dan siang hari, banyak sekali gerobak makanan yang parkir di sana. Ayo siapa yang sedang ingin makan bebek enak dan murah meriah, silakan merapat ke mari.
Bebek Gerobak Astra
Alamat: Depan Pabrik Astra
Jam Buka: Mulai 16.00
Jenis Makanan: Halal
Harga: 14K/porsi
Supir yang tak lain adalah abang saya sendiri langsung menghentikan kendaraan kami lalu bertanya, “siapa yang mau makan bebek.”
Saya awalnya hanya terdiam. “Lho bukannya kita akan makan di food court Mall Artha Gading ya?” Tanya saya kepadanya.
“Iya,” jawabnya. “Cuma kalau sudah lewat tukang bebek ini, sayang kalau kita nga mampir beli. Bebeknya enak lho.”
“Oh ya, seenak apa memangnya?”
Namun pertanyaan itu tak sampai keluar dari mulut saya karena prinsipnya makanan tidak perlu diperdebatkan bagaimana rasanya. Lebih baik dipesan kemudian dimakan. Kami akhirnya memesan tiga bungkus nasi bebek Madura dan membayar 14K untuk setiap porsinya.
Ketika kami melanjutkan perjalanan menuju Mall Artha Gading, abang saya bercerita bahwa pelanggan bebek gerobak Astra tersebut, rata-rata orang yang bermobil dan biasanya harus antre kalau makan di situ. “Tadi kita beruntung, langsung dilayani, mungkin karena sedang long weekend sehingga tidak terlalu banyak yang makan bebek gerobak tersebut.” Tutur Abang saya.
Masih menurutnya, dia pernah berduduk bersebalahan di bangku kayu seadanya dengan Tantri Kotak dan Basis Kotak yang tidak tahu siapa namanya makan di tempat ini. Wah saya makin penasaran dengan rasa bebek Madura dengan bumbu cokelat menggoda ini.
Sesampainya di Mall Artha Gading, kami menuju beberapa gerai dulu, barulah kami naik ke West Food Court di Lantai 3. Sebelum kami menggelar bebek gerobak, kami memesan beberapa porsi makanan, satu bakmi ayam Ko Fei, dua nasi goreng ayam Ko Fei, dan satu porsi tahu crispy. Kami juga memesan beberapa botol air mineral dan teh manis dalam kemasan.
Setelah menu kami datang, kami pun menggelar nasi bebek yang dibungkus dengan kertas nasi yang berwarna cokelat.
![]() |
| Tampilannya memang biasa saja, tetapi rasanya luar biasa (dokumentasi pribadi) |
Saatnya untuk makan.... Mhhhh.... Wowww.... Rasanya pedas dan lezat. Saya pun memotong daging bebek dari tulangnya.Dagingnya mudah lepas dan empuk digigit. Kalau dimakan begitu saja, daging bebek terasa asin. Namun jika dimakan bersama nasi, rasanya jadi begitu nikmat. Apalagi mengingat harganya yang begitu bersahabat di kantong, nasi bebek ini menjadi terasa lebih nikmat.
Kalau kamu penyuka hati ampela, kamu bisa meminta kepada penjualnya. Harganya tetap sama saja. Hati ampelanya juga empuk saat digigit. Yummmyyy....
Sayangnya, nasi bebek di sini tidak dilengkapi dengan sayuran, seperti tomat dan mentimun. Saya tak tahu apakah kami kehabisan karena sudah cukup malam atau benar-benar tidak disediakan.
Bagi kamu yang ingin menanyakan hal tersebut kamu bisa datang langsung ke sana, bebek Gerobak Astra. Tidak ada identitas nama di gerobaknya dan saya juga tidak menanyakan siapa nama penjualnya. Namun itu satu-satunya gerobak penjual bebek Madura di sana. Biasanya abang penjual bebek ini menggelar dagangannya mulai dari pukul 4 sore hingga habis.
Hanya sedikit sekali penjual makanan yang berdagang di depan Astra jika sudah malam. Berbeda jika di pagi dan siang hari, banyak sekali gerobak makanan yang parkir di sana. Ayo siapa yang sedang ingin makan bebek enak dan murah meriah, silakan merapat ke mari.
Bebek Gerobak Astra
Alamat: Depan Pabrik Astra
Jam Buka: Mulai 16.00
Jenis Makanan: Halal
Harga: 14K/porsi
Jumat, 18 Maret 2016
Restoran Chung Gi Wa: Pesannya Cuma 4 Menu, Dapatnya 13 Menu
Saya sudah beberapa kali makan di restoran Korea, cuma rasanya belum pernah dapat restoran yang pas di hati. Oleh karena itu, ketika beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang merekomendasikan sebuah restoran Korea yang katanya yummy menu-menunya, saya pun tak tahan untuk segera mendatanginya. Nama restorannya adalah Chung Gi Wa. Restorannya ada di mana-mana. Salah satunya berada di lantai 3 Supermall Lippo Karawaci Tangerang.
Ketika kami datang, pelayan begitu ramah menyambut kami dan segera mempersilakan kami memasuki restoran yang ukurannya cukup besar dan nyaman. Kami duduk di pojok depan restoran di meja untuk tempat duduk 4 orang. Saat kami datang restoran dalam keadaan tak beberapa ramai. Hanya beberapa bangku yang terisi.
Tadinya saya mau memesan menu paket saja. Jadi, sudah ada makanan dan minumannya sekaligus. Namun karena salah seeorang teman merekomendasikan menu daging panggang, akhirnya saya mengurungkan niat memesan menu tersebut. Kami memilih tiga jenis daging, dua porsi daging babi dan satu porsi daging sapi. Selain itu kami juga memesan setengah porsi japchae.
Pelayan pun bertanya apakah tiga porsi daging tersebut mau dimasakkan atau kami sendiri yang ingin memanggangnya. Kami memilih opsi pertama, tetapi kami meminta mereka untuk memasaknya di meja kami. Di Chung Gi Wa, di setiap meja memang disdiakan satu buah kompor dengan penyedot asap yang bentuknya seperti belalai pesawat dengan bentuk yang lebih kecil.
Tak beberapa lama dengan sigap beberapa pelayan membawa arang dan alat-alat pemanggang. Kami bisa mengobrol santai sambil memperhatikan para pelayan yang dengan sigap membolak-balik daging di pemanggang. Sambil menunggu makanan kami jadi, para pelayan membawa banyak side dish, mulai dari baby potato yang ditumis dengan kecap dan juga asinan lobak. Selain itu, masih ada beberapa side dish yang disajikan dalam piring-piring kecil. Kamu bisa minta tambah kalau merasa side dishnya tidak cukup. Side dishnya gratis meskipun kamu minta tambah berkali-kali.
Di antara sekian banyak side dish, saya paling suka dengan fish cake, side dish yang tebuat dari otak-otak yang dipotong panjang-panjang kemudian ditumis. Dua jenis kimchi juga disajikan sebagai pelengkap menu makan malam kami, kimchi lobak dan juga kimchi sawi putih. Kimchi adalah menu sayuran yang sudah melewati proses fermentasi sehingga rasanya agak asam. Beberapa teman sangat menyukai menu ini. Namun bagi saya yang tidak tidak terlalu menyukai makanan yang terasa asam, saya lebih banyak mengunyah side dish tumis bayam dan salad dengan mayonaisnya yang segar.
Kami bisa cemal-cemil side dish tersebut sambil menunggu menu kami selesai dimasak. Ohhh ya, karena menu yang disajikan sudah begitu banyak, kami pun hanya memesan dua porsi nasi putih untuk empat orang. Nasi putih disajikan dalam mangkuk alumunium kecil. Pelayanan juga menyediakan dua botol teh ocha, yang dingin dan biasa. Ocha diberikan gratis dan juga bisa di-refill sepuasnya.
Tak terasa, menu daging bakar kami pun masak. Oh ya bagi kamu yang memesan tiga menu daging di Chung Gi Wa Restaurant, kamu bisa mendapatkan pancake ala Korea setengah porsi secara gratis. Wahhhhh dengan disajikannya pajon, deretan menu makan malam kami malam ini menjadi lebih panjang dan banyak.
Menu daging yang kami pesan adalah Bulgogi, Samgyopsal, dan Yang Yum Gui. Setiap porsi daging di sini dibanderol dengan 87K.
Bulgogi
Makan di restoran Korea tidak afdol jika tidak memesan bulgogi. Daging sapi dipanggang kemudian ditambahkan saus bulgogi dengan potongan bawang bombay yang cukup banyak. Rasanya asin-asin manis.
Samgyopsal
Samgyopsal adalah daging bagian perut babi yang dipanggang. Hmmmm... yummy daging masih dilapisi dengan kulit dan lemak yang cukup tebal.
Yang Yum Gui
Ini juga menu daging babi yang dimasak pedas manis. Really love it.
Pelayan menyediakan satu baki yang bentuknya panjang yang berisi daun selada, wortel, cabai hijau, mentimun, bawang putih, dan wortel. Cara yang paling cocok untuk memakan daging bakar tersebut adalah dengan membungkusnya dengan daun selada. Kamu bisa menambahkan apa saja yang ada dalam baki tersebut untuk membuat nasi bungkus daun selada kamu makin enak. Oh ya sebelum menaruh daging di atas daun selada, kamu bisa mencelupkan daging tersebut ke kecap asin, merica, dan juga sambal. Kamu bisa menambahkan nasi atau kimchi agar daging bungkus makin sedap. Saya sangat suka dengan cara makan ala-ala korea ini.
Japchae
Makanan must-have ala Korea yang tidak boleh dilewatkan adalah Japchae. Makanan ini mirip-mirip dengan sohun goreng yang dimasak dengan potongan-potongan telur dan sayur-sayuran. Kami memesan setengah porsi japchae yang dibanderol dengan harga 60K. Satu porsi Japchae dibanderol dengan harga 90K.
Pajon
Pajon adalah pancake ala Korea yang bisa kamu dapatkan gratis jika memesan 3 porsi menu daging. Pancake ala-ala Korea mirip dengan martabak telur Indonesia. Beberapa telur didadar dengan isian daging, daun bawang yang dipotong panjang, serta sayur-sayuran, kemudian digoreng dalam wajan datar kemudian dipotong kotak-kotak. Pajon dikeluarkan masih dalam keadaan hangat, rasanya jadi lebih nikmat. Love it.
Berikut tujuh side dish yang disajikan secara gratis:
1. Salad
2. Kimchi sawi putih
3. Kimchi lobak
4. Fish cake
5. Asinan lobak
6. Tumis bayam
7. Tumis baby potato
Setelah berhasil melahap habis semua makanan tersebut, kami pun meninggalkan restoran tersebut dalam keadaan perut sangat kenyang. Pelayanan pun tersenyum kepada kami sambil mengatakan “Gamsa Hamnida” yang maksudnya adalah terima kasih dalam bahasa Indonesia.
Alamat Restoran Chung Gi Wa
Supermall Karawaci UG#03A
Tangerang Banten
No Telp: (021) 54220108, 54220109
Jam buka restoran mengikuti jam operasional mall
Jenis Maknan: Nonhalal
Harga belum termasuk pajak (10%) dan biaya servis (5%)
Harga makan per orang berkisar 100K
Ketika kami datang, pelayan begitu ramah menyambut kami dan segera mempersilakan kami memasuki restoran yang ukurannya cukup besar dan nyaman. Kami duduk di pojok depan restoran di meja untuk tempat duduk 4 orang. Saat kami datang restoran dalam keadaan tak beberapa ramai. Hanya beberapa bangku yang terisi.
Tadinya saya mau memesan menu paket saja. Jadi, sudah ada makanan dan minumannya sekaligus. Namun karena salah seeorang teman merekomendasikan menu daging panggang, akhirnya saya mengurungkan niat memesan menu tersebut. Kami memilih tiga jenis daging, dua porsi daging babi dan satu porsi daging sapi. Selain itu kami juga memesan setengah porsi japchae.
Pelayan pun bertanya apakah tiga porsi daging tersebut mau dimasakkan atau kami sendiri yang ingin memanggangnya. Kami memilih opsi pertama, tetapi kami meminta mereka untuk memasaknya di meja kami. Di Chung Gi Wa, di setiap meja memang disdiakan satu buah kompor dengan penyedot asap yang bentuknya seperti belalai pesawat dengan bentuk yang lebih kecil.
Tak beberapa lama dengan sigap beberapa pelayan membawa arang dan alat-alat pemanggang. Kami bisa mengobrol santai sambil memperhatikan para pelayan yang dengan sigap membolak-balik daging di pemanggang. Sambil menunggu makanan kami jadi, para pelayan membawa banyak side dish, mulai dari baby potato yang ditumis dengan kecap dan juga asinan lobak. Selain itu, masih ada beberapa side dish yang disajikan dalam piring-piring kecil. Kamu bisa minta tambah kalau merasa side dishnya tidak cukup. Side dishnya gratis meskipun kamu minta tambah berkali-kali.
Di antara sekian banyak side dish, saya paling suka dengan fish cake, side dish yang tebuat dari otak-otak yang dipotong panjang-panjang kemudian ditumis. Dua jenis kimchi juga disajikan sebagai pelengkap menu makan malam kami, kimchi lobak dan juga kimchi sawi putih. Kimchi adalah menu sayuran yang sudah melewati proses fermentasi sehingga rasanya agak asam. Beberapa teman sangat menyukai menu ini. Namun bagi saya yang tidak tidak terlalu menyukai makanan yang terasa asam, saya lebih banyak mengunyah side dish tumis bayam dan salad dengan mayonaisnya yang segar.
Kami bisa cemal-cemil side dish tersebut sambil menunggu menu kami selesai dimasak. Ohhh ya, karena menu yang disajikan sudah begitu banyak, kami pun hanya memesan dua porsi nasi putih untuk empat orang. Nasi putih disajikan dalam mangkuk alumunium kecil. Pelayanan juga menyediakan dua botol teh ocha, yang dingin dan biasa. Ocha diberikan gratis dan juga bisa di-refill sepuasnya.
Tak terasa, menu daging bakar kami pun masak. Oh ya bagi kamu yang memesan tiga menu daging di Chung Gi Wa Restaurant, kamu bisa mendapatkan pancake ala Korea setengah porsi secara gratis. Wahhhhh dengan disajikannya pajon, deretan menu makan malam kami malam ini menjadi lebih panjang dan banyak.
Menu daging yang kami pesan adalah Bulgogi, Samgyopsal, dan Yang Yum Gui. Setiap porsi daging di sini dibanderol dengan 87K.
Bulgogi
Makan di restoran Korea tidak afdol jika tidak memesan bulgogi. Daging sapi dipanggang kemudian ditambahkan saus bulgogi dengan potongan bawang bombay yang cukup banyak. Rasanya asin-asin manis.
Samgyopsal
Samgyopsal adalah daging bagian perut babi yang dipanggang. Hmmmm... yummy daging masih dilapisi dengan kulit dan lemak yang cukup tebal.
Yang Yum Gui
Ini juga menu daging babi yang dimasak pedas manis. Really love it.
Pelayan menyediakan satu baki yang bentuknya panjang yang berisi daun selada, wortel, cabai hijau, mentimun, bawang putih, dan wortel. Cara yang paling cocok untuk memakan daging bakar tersebut adalah dengan membungkusnya dengan daun selada. Kamu bisa menambahkan apa saja yang ada dalam baki tersebut untuk membuat nasi bungkus daun selada kamu makin enak. Oh ya sebelum menaruh daging di atas daun selada, kamu bisa mencelupkan daging tersebut ke kecap asin, merica, dan juga sambal. Kamu bisa menambahkan nasi atau kimchi agar daging bungkus makin sedap. Saya sangat suka dengan cara makan ala-ala korea ini.
Japchae
Makanan must-have ala Korea yang tidak boleh dilewatkan adalah Japchae. Makanan ini mirip-mirip dengan sohun goreng yang dimasak dengan potongan-potongan telur dan sayur-sayuran. Kami memesan setengah porsi japchae yang dibanderol dengan harga 60K. Satu porsi Japchae dibanderol dengan harga 90K.
Pajon
Pajon adalah pancake ala Korea yang bisa kamu dapatkan gratis jika memesan 3 porsi menu daging. Pancake ala-ala Korea mirip dengan martabak telur Indonesia. Beberapa telur didadar dengan isian daging, daun bawang yang dipotong panjang, serta sayur-sayuran, kemudian digoreng dalam wajan datar kemudian dipotong kotak-kotak. Pajon dikeluarkan masih dalam keadaan hangat, rasanya jadi lebih nikmat. Love it.
Berikut tujuh side dish yang disajikan secara gratis:
1. Salad
2. Kimchi sawi putih
3. Kimchi lobak
4. Fish cake
5. Asinan lobak
6. Tumis bayam
7. Tumis baby potato
Setelah berhasil melahap habis semua makanan tersebut, kami pun meninggalkan restoran tersebut dalam keadaan perut sangat kenyang. Pelayanan pun tersenyum kepada kami sambil mengatakan “Gamsa Hamnida” yang maksudnya adalah terima kasih dalam bahasa Indonesia.
Alamat Restoran Chung Gi Wa
Supermall Karawaci UG#03A
Tangerang Banten
No Telp: (021) 54220108, 54220109
Jam buka restoran mengikuti jam operasional mall
Jenis Maknan: Nonhalal
Harga belum termasuk pajak (10%) dan biaya servis (5%)
Harga makan per orang berkisar 100K
Kamis, 25 Februari 2016
Lima Mie Ayam Maknyus di Tangerang
Mie ayam sepertinya sudah menjadi makanan rakyat Indonesia. Makanan yang aslinya dari negri China ini sudah dapat ditemukan di banyak tempat di Indonesia, mulai dari restoran hingga abang-abang dorong juga menjual jenis makanan ini.
Mie ayam banyak ragamnya, dari yang bentuk mienya kecil hingga yang mienya besar. Ada yang menyajikannnya dengan ayam cincang, ada juga yang dengan ayam suwir. Ada yang ditambahkan jamur, ada juga yang menggunakan sambal terasi, sambal hijau, hingga bumbu rendang. Warnanya pun beragam, dari merah, hijau, hingga kuning. Dari berbagai jenis mie ayam tersebut, mana yang paling kamu suka?
Berikut lima tempat makan mie ayam di Tangerang yang berbeda rasa dan bentuk mienya. Silakan pilih mana yang menurut kamu paling maknyus.
Citra Noodle Plus
Tempat makan ini berada di salah satu ruko di Taman Ubud. Di sini dijual mie ayam warna-warni, dari merah, hijau, hingga kuning. Mie disajikan dengan berbagai topping. Salah satunya adalah ayam jamur. Beberapa pilihan topping lainnya adalah ayam rebus, babi kecap, dan babi rica. Kamu juga bisa memesan pangsit rebus, swekiauw, bakso sapi, hingga pangsit goreng untuk membuat rasa mie ayammu makin nikmat. Satu porsi mie ayam di Citra Noodle Plus dijual dengan harga 24-29K.
Citra Noodle Plus
Ruko Asiatic 28 Taman Ubud
Lippo Village, Karawaci, Tangerang
No. Telp: (021) 59492581
Bakmi Banyumas
Di Tangerang ada banyak sekali tempat makan yang menyebut dirinya Bakmie Banyumas, mulai dari Karawaci hingga Gading Serpong. Namun, hanya ada beberapa tempat yang recommended. Salah satunya yang berada di Perumnas Karawaci. Tempatnya sangat sederhana. Bangku kayu panjang dengan kursi plastik yang tersusun rapi dalam ruangan yang tidak terlalu luas. Namun demikian, mie ayam di sini enak dan harganya pun sungguh terjangkau.
Ada dua pilihan mie, yang ukurannya kecil dan besar. Mie kecil lebih enak dibandingkan yang besar. Mie ayam dapat dimakan dengan bakso dan pangsit. Satu porsi mie ayam dengan bakso pangsit dibanderol dengan harga 16K.
Bakmi Djago
Bakmi Djago letaknya berdekatan dengan Citra Noodle Plus. Hanya beda beberapa ruko saja. Di sini kamu dapat membeli berbagai jenis mie ayam, dari mie ayam sambal terasi, sambal hijau, hingga mie ayam bumbu rendang. Jika sudah memesan mie ayam tersebut, kamu tak perlu lagi menambahkan sambal karena dijamin sudah pedas.
Bagi yang tidak suka pedas, Bakmie Djago juga menyediakan mie ayam biasa dengan topping ayam jamur.
Bakmi Djago
Alamat: Ruko Asiatic
Jl. Permata Sari No. 53, Karawaci, Tangerang
No Telp: (021) 5949 4472, 9829 4177, 0812 925 4919
Bakmi Jamur Ko Acay
Bakmi Jamur Ko Acay dijual di sebuah gerobak di depan toko di Pasar Lama Tangerang. Penjualnya menyediakan meja seadanya di samping gerobak dengan kursi-kursi plastik. Cukup lama menunggu untuk mendapatkan satu porsi bakmie jamur Ko Acay dalam porsi kecil. Di depan saya sudah banyak orang yang mengantre lebih dahulu. Para pelayan tampak cetakan melayani para customernya.
Bakmi Jamur Ko Acay
Pasar Lama Tangerang
Bakmi Medan Kebon Jahe
Tempat makan bakmi ini terletak di sebuah ruko di Gading Serpong. Tempatnya cukup nyaman dan ketika kami datang, ada beberapa meja yang kosong. Para pelayan pun dengan sigap datang melayani. Kami pun memesan beberapa porsi mie ayam. Oh ya ada tiga porsi yang dijual di sini, porsi setengah, kecil, dan besar. Saya memesan satu porsi mie ayam kecil. Setiap porsi mie ayam ditambahkan cukup banyak potongan daging merah. Mienya tebal dan agak besar. Rasanya yummy. Satu porsi mie ayam dibanderol dari harga 14-33K.
Bakmi Medan Kebon Jahe
Ruko Paramount Center Blok B16
Gading Serpong
No. Telp: 0851 0588 9878
Mie ayam banyak ragamnya, dari yang bentuk mienya kecil hingga yang mienya besar. Ada yang menyajikannnya dengan ayam cincang, ada juga yang dengan ayam suwir. Ada yang ditambahkan jamur, ada juga yang menggunakan sambal terasi, sambal hijau, hingga bumbu rendang. Warnanya pun beragam, dari merah, hijau, hingga kuning. Dari berbagai jenis mie ayam tersebut, mana yang paling kamu suka?
Berikut lima tempat makan mie ayam di Tangerang yang berbeda rasa dan bentuk mienya. Silakan pilih mana yang menurut kamu paling maknyus.
Citra Noodle Plus
Tempat makan ini berada di salah satu ruko di Taman Ubud. Di sini dijual mie ayam warna-warni, dari merah, hijau, hingga kuning. Mie disajikan dengan berbagai topping. Salah satunya adalah ayam jamur. Beberapa pilihan topping lainnya adalah ayam rebus, babi kecap, dan babi rica. Kamu juga bisa memesan pangsit rebus, swekiauw, bakso sapi, hingga pangsit goreng untuk membuat rasa mie ayammu makin nikmat. Satu porsi mie ayam di Citra Noodle Plus dijual dengan harga 24-29K.
![]() |
| Mie warna-warni di Citra Noodle Plus |
Ruko Asiatic 28 Taman Ubud
Lippo Village, Karawaci, Tangerang
No. Telp: (021) 59492581
Bakmi Banyumas
Di Tangerang ada banyak sekali tempat makan yang menyebut dirinya Bakmie Banyumas, mulai dari Karawaci hingga Gading Serpong. Namun, hanya ada beberapa tempat yang recommended. Salah satunya yang berada di Perumnas Karawaci. Tempatnya sangat sederhana. Bangku kayu panjang dengan kursi plastik yang tersusun rapi dalam ruangan yang tidak terlalu luas. Namun demikian, mie ayam di sini enak dan harganya pun sungguh terjangkau.
![]() |
| Bakmi Banyumas |
Bakmi Djago
Bakmi Djago letaknya berdekatan dengan Citra Noodle Plus. Hanya beda beberapa ruko saja. Di sini kamu dapat membeli berbagai jenis mie ayam, dari mie ayam sambal terasi, sambal hijau, hingga mie ayam bumbu rendang. Jika sudah memesan mie ayam tersebut, kamu tak perlu lagi menambahkan sambal karena dijamin sudah pedas.
![]() |
| Bakmi Djago |
Bakmi Djago
Alamat: Ruko Asiatic
Jl. Permata Sari No. 53, Karawaci, Tangerang
No Telp: (021) 5949 4472, 9829 4177, 0812 925 4919
Bakmi Jamur Ko Acay
Bakmi Jamur Ko Acay dijual di sebuah gerobak di depan toko di Pasar Lama Tangerang. Penjualnya menyediakan meja seadanya di samping gerobak dengan kursi-kursi plastik. Cukup lama menunggu untuk mendapatkan satu porsi bakmie jamur Ko Acay dalam porsi kecil. Di depan saya sudah banyak orang yang mengantre lebih dahulu. Para pelayan tampak cetakan melayani para customernya.
![]() |
| Bakmi Jamur Ko Acay |
Pasar Lama Tangerang
Bakmi Medan Kebon Jahe
Tempat makan bakmi ini terletak di sebuah ruko di Gading Serpong. Tempatnya cukup nyaman dan ketika kami datang, ada beberapa meja yang kosong. Para pelayan pun dengan sigap datang melayani. Kami pun memesan beberapa porsi mie ayam. Oh ya ada tiga porsi yang dijual di sini, porsi setengah, kecil, dan besar. Saya memesan satu porsi mie ayam kecil. Setiap porsi mie ayam ditambahkan cukup banyak potongan daging merah. Mienya tebal dan agak besar. Rasanya yummy. Satu porsi mie ayam dibanderol dari harga 14-33K.
![]() |
| Bakmi Medan Kebon Jahe |
Ruko Paramount Center Blok B16
Gading Serpong
No. Telp: 0851 0588 9878
Kamis, 18 Februari 2016
Mau Makan Mie Ayam Sambal Hijau Hingga Kwetiauw Sambal Terasi, di Sini Tempatnya
![]() |
| Bakmi Djago Karawaci |
Waktunya
untuk makan siang! Tapi, lagi-lagi kami kebingungan mau makan apa dan di mana? Makan nasi Padang dan pecel
ayam bosan. Soto Betawi baru kemarin makan. Untungngya ada seorang teman mengajak ke
tempat makan yang baru. Namanya Mie Ayam Djago yang berada di Perumahan Ubud
Karawaci Tangerang. Tempatnya dekat dengan Mie Ayam Citra yang menjual mie ayam
warna-warni, mulai dari merah, kuning, dan hijau. Ada juga mie warna yang biasa.
Mie ayam
tersebut berada di sebuah ruko. Di samping kanan kirinya banyak pilihan tempat
makan, mulai dari Waroeng SS hingga Cafe Populi. Pada saat datang, tempat
makannya tidak terlalu ramai. Katanya tempat makan di Ubud memang tidak terlalu
ramai saat siang karena bukanlah kawasan perkantoran. Pada saat malamlah, baru
tempat ini berubah menjadi ramai. Ketika
kami datang, hanya beberapa orang saja yang sedang asyik menikmati berbagai
jenis menu makanan, mulai dari mie, kwetiau, bihun, nasi ayam tim, bubur ayam, soto ayam, hingga
suikiaw udang.
Dari
berbagai menu, saya tertarik dengan pilihan mie yang bisa diganti dengan
kwetiauw atau bihun yang disajikan dengan beberapa jenis sambal. Ada sambal
hijau dan sambal terasi. Ada juga mie ayam dengan bumbu rendang. Berikut
menu-menu yang kami makan.
Mie Ayam Sambal Hijau (23K)
Di Mie Ayam
Djago, ada dua pilihan mie, mie besar dan kecil. Kami memilih mie yang ukuran
kecil dengan toping ayam dengan tambahan
beberapa sendok sambal hijau. Kamu tak perlu menambahkan sambal lagi karena
sambal hijaunya sudah cukup pedas. Air kaldu disajikan untuk setiap porsi mie,
bihun, atau kwetiauw.
![]() |
| Mie ayam sambal hijau (foto koleksi pribadi) |
Kwetiauw Sambal Terasi (23K)
Bagi pecinta
kwetiauw, menu tersebut dapat diorder di sini. Saya memilih toping ayam yang
ditambahkan beberapa potong daun sawi.
Hmmmm.... ketika pesanan datang, aroma terasinya sudah berasa dan
rasanya pun sudah pedas. Jadi, kamu tak perlu lagi menambahkan sambal karena
pasti akan sangat pedas.
![]() |
| Kwetiauw sambal terasi (foto koleksi pribadi) |
Bagi yang
tidak suka makanan pedas, kamu pilih saja mie ayam biasa. Jadi, kamu dapat
mengatur sendiri berapa sendok sambal
yang kamu mau. Kamu juga bisa menambahkan toping jamur jika mau. Harganya tetap
sama.
![]() |
| Mie ayam ayam jamur (foto koleksi pribadi) |
Pangsit Kuah (21K)
Makan mie
ayam paling enak dengan pangsit rebus atau bakso. Namun kali ini, kami lebih
memilih pangsit rebut saja. Pangsit rebus dijual terpisah. Isinya enam potong dalam satu
porsiya. Makan mie dan kwetiauw ayam akan menjadi lebih nikmat dengan tambahan pangsit
kuah ini.
![]() |
| Pangsit rebus (foto koleksi pribadi) |
Mie Ayam Djago
Alamat: Ruko Asiatic
Jl. Permata Sari No. 53, Karawaci, Tangerang
Jl. Permata Sari No. 53, Karawaci, Tangerang
No Telp: (021) 5949
4472, 9829 4177, 0812 925 4919
Rabu, 17 Februari 2016
Sembilan Menu di Warung Leko yang Bikin Ngiler
Ada pesan yang masuk dalam ponsel saya hari ini. Begini
bunyi pesannya “Sabtu ini kita ketemuan yuks dengan teman-teman kantor lama.
Bisa nga?”
Kebetulan di hari yang dia maksud saya belum memiliki acara
apa-apa. Saya pun menjawab “Bisa. Jam
berapa? Siapa saja yang sudah konfirmasi untuk datang?”
Selang tiga menit dia menginformasikan semuanya sudah confirmed untuk hadir. Luar biasa.
Biasanya sangat sulit untuk mempertemukan semua orang sibuk tersebut dalam satu
waktu. Saya pun jadi sangat antusias ketika dia menyebutkan Central Park,
sebagai tempat pertemuan kami. Mall tersebut merupakan tempat yang strategis
karena terletak di tengah-tengah kediaman kami.
“Di Warung Leko ya langsung ketemunya di Lantai 3.” Itu akhir percakapan kami di whatsapp. “Sampai
jumpa di sana.
Sekitar pukul 12.00 saya sudah sampai di Warung Leko. Salah
seorang teman sudah datang duluan. Tiga orang lainnya masih belum sampai. Kami
berdua pun ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati jamur enoki goreng. Kami pun
menunggu semuanya lengkap, baru memesan makanan di restoran yang menyediakan
makanan-makan tradisional ini. Makanan andalan di sini adalah berbagai jenis
menu iga. Berikut menu-menu yang kami pesan.
Iga Penyet (44K)
Ada beraneka ragam menu iga di warung leko. Salah satunya
adalah iga penyet. Beberapa iga digoreng sampai kecokelatan kemudian dipenyet lalu
ditaruh di atas sambal merah. Iga penyet diletakkan di atas wadah yang terbuat
dari tanah liat. Iganya cukup lembut dengan sambal yang mantap. Iga penyet
disajikan dengan lalapan, yaitu kol, daun kemangi, dan mentimun. Nasi putih dibeli
terpisah dari menu iga penyet.
Iga Bakar (50K)
Iga bakar juga merupakan salah satu menu andalan di sini.
Sekitar tiga potong iga yang banyak dagingnya disajikan bersama dengan sepiring
kecil sambal merah dan sepotong jeruk nipis. Pelayan juga menyajikan satu
mangkuk kecil kuah kaldu sebagai pelengkapnya. Dagingnya gurih dan juga empuk.
Oseng Iga (39K)
Waktu pertama kali datang, saya terkesima dengan begitu
banyaknya potongan cabe merah di dalam mangkuk oseng iga. Daging iga dipotong
kecil-kecil tanpa tulang, kemudian
dioseng dengan potongan bawang, tomat hijau, dan cabai merah. Rasanya pedas,
asam, dan gurih.
Empal Penyet (34K)
Bagi yang tidak menyukai menu iga, Warung Leko juga
menyediakan berbagai menu lainnya. Salah satunya adalah menu empal penyet.
Daging goreng yang kemudian digeprek lalu ditaruh di atas sambal yang cukup pedas.
Dagingnya empuk dan gurih dengan taburan bawang di atasnya. Empal penyet
disajikan bersama dengan berbagai lalapan.
Ayam Penyet (26K)
Menu lainnya selain iga adalah ayam penyet. Sama seperti
menu penyet lainnya, ayam goreng penyet disajikan dengan sambal merah dan juga lalapan.
Kangkung Polos (19K)
Makan belum pas jika belum ada menu sayuran. Ada berbagai
menu sayuran yang dijual di Warung Leko. Kami pun memesan kangkung polos yang
cukup banyak porsinya. Bisa untuk 2-3 orang.
Minuman
Ini tiga jenis minuman kami. Dari kiri ke kanan, es lemon degan
(19K), es cincau tarik (19K), dan es lemon tea
(13K).
Setelah makan, masih agak lama kami berbincang-bincang di
sini. Menjelang sore, kami pun ke rumah masing-masing.
Harga belum termasuk
pajak dan service charge.
Jam buka sesuai
dengan jam buka mall
Warung Leko Central
Park
Lt.3 #119 Jakarta Barat
Langganan:
Postingan (Atom)































