Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bubur. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bubur. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2015

4 Jenis Bubur yang Bikin Ngiler!

Bubur tak melulu makanan orang sakit dengan rasa hambar. Makanan yang terbuat dari beras yang dimasak dengan cara diberi banyak air ini juga bisa menjadi penganan yang gurih dan lezat, tidak melulu seperti bubur bayi yang rasanya tawar tetapi bergizi tinggi tersebut.

Ada empat daerah yang memiliki bubur yang begitu lezat, yaitu Singkawang,Cirebon, Tangerang, hingga Manado. Masing-masing memiliki cara masak, tekstur, rasa, dan toping yang berbeda-beda. Ada yang topingnya berasal dari daging,sayuran, telur, hingga ikan asin. Ada yang menambahkan sate jeroan, ada juga yang menambahkan cakwe ke dalamnya.

Dari empat bubur tersebut, monggo dipilih mana yang paling kamu suka!

Bubur Singkawang
Singkawang merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat. Masih beberapa jam lagi dari kota Pontianak. Kebanyakan penduduknya adalah orang China peranakan. Dari daerah ini juga ada sebuah menu bubur yang cukup terkenal. Namanya bubur Singkawang. Berbeda dengan bubur lainnya, struktur bumbu Singkawang masih terlihat butir-butir nasinya.

Saya pernah makan bubur Singkawang di Pasar Delapan di BSD Tangerang. Ketika kita memesan, barulah bubur dimasak dalam sebuah panji yang berukuran kecil. Jadi, bubur disajikan masih dalam keadaan masih mengepul panas. Jangan coba langsung dimakan, bibir Anda akan terasa terbakar.

Bubur dimasak dengan selada bersama berbagai toping pilihan, mulai dari ayam, babi, hingga ikan. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan kakap yang sudah difilet dan tanpa kulit sehingga bubur tampak putih bersih.

Bubur kemudian dilengkapi dengan cakwe. Kamu juga dapat menambahkan telur ayam kampung yang masih mentah jika. Segera aduk telur agar matang sempurna dan bubur siap disantap. Oh ya, bubur Singkawang paling enak dimakan di tempat. Kalau dibawa pulang, buburnya akan mencair dan tidak enak lagi dimakan. 

Bubur ini biasanya dijual di daerah-daerah pecinan saja.


Bubur Cirebon
Bubur Cirebon adalah bubur yang paling umum dijual di mana-mana, baik dijual dalam gerobak atau tenda. Pedagang bubur dari daerah penghasil udang ini biasanya sudah menyiapkan satu panci bubur yang besar yang sudah siap disendokkan ke mangkok-mangkok pembeli. Bubur Cirebon yang masih terasa hangat kemudian ditambahkan kuah kari yang berwarna kekuningan. Penjual juga akan menambahkan kecap manis, kecap asin, kacang, bawang goreng, seledri, dan juga suwiran ayam di atasnya. Kerupuk merah dan emping akan menambah kelezatan bubur khas Cirebon ini. 


Penjual bubur Cirebon biasanya menyediakan berbagai sate yang dijual terpisah, mulai dari sate dari hati, sate ampela, sate jantung, sate telur puyuh, dan sate telur muda. Biasanya sate tersebut ditempatkan terpisah di mangkuk berbeda sehingga pembeli bebas memilih sate yang dia sukai.  


Bubur Tangerang
Bubur Tangerang ini adalah hasil perpaduan antara bubur Cirebon dan  Pontianak. Pedagang bisa segera menyendokkan bubur ketika ada pemesan yang datang. Bubur disajikan dengan daging kepiting serta beberapa bahan tambahan lainnya, dari suwiran ayam, juhi, abon, daun selada, cakwe, kerupuk, emping, kacang, dan bawah goreng menambah nikmat rasa bubur ini. 


Bubur Manado 

Bubur ini berbeda dengan bubur-bubur lainnya. Ketika hampir semua bubur di atas menggunakan daging sebagai topingnya, bubur Manado justru menggunakan ikan asin sebagai topingnya. Malahan ada juga yang menggunakan ikan teri balado yang disajikan terpisah di sebuah piring kecil.

Ikan teri balado tersebut kemudian dapat dituangkan ke bubur nasi yang dimasak dengan berbagai jenis sayuran mulai dari bayam, wortel, jagung, kemangi, hingga tomat. Makanan yang kaya serat ini rasanya manis dan gurih. Makanan ini katanya dahulu diciptakan sebagai menu persahabatan antara orang Kristen dan non-Kristen. Oleh karena itulah, bubur ini sama sekali tidak menggunakan daging sebagai topingnya. 



Rabu, 16 Desember 2015

Ini yang Membuat Rasa Bubur Solo Enak Tenan!

Beberapa waktu Restoran Dapur Solo yang berada di daerah Sunter mengadakan event Gelar Cita Rasa Solo 2015. Ada 30 tenant dan sponsor yang mengikuti acara tahunan Dapur Solo yang sudah dilaksanakan dalam tiga tahun belakangan ini.


Sesampainya di halaman depan restoran, terlihat semua stand menjual makanan tradisional Indonesia. Bukan hanya makanan dari Solo, ada lumpia Semarang hingga ikan bilis dari Sumatera Barat yang juga dijual di sini. Namun dari sekian banyak stand, saya tertarik dengan salah satu stand yang menjual bubur Solo.

Wahhh... ternyata tak hanya ada bubur Manado, bubur Cirebon, bubur Singkawang, dan bubur Tangerang.  Solo juga memiliki jenis buburnya sendiri. Saya pun bertanya-tanya seperti apakah bubur Solo tersebut.
Salah satu ibu penjual yang tampak begitu ramah menjelaskan. Dia kemudian membuka satu periuk yang terbuat dari tanah liat dan menunjukkan bubur nasi yang berwarna putih bersih. Menurutnya bubur nasi tersebut dimasak cukup lama, yaitu sekitar lima jam.  Saya pun termangu-mangu mendengarkan penjelasan tersebut.

Tekstur buburnya kental dan halus lembut. Sudah tak terlihat lagi bulir nasinya. Rasanya pun sudah gurih tanpa diberi toping apa pun. Menurut si ibu, rasa gurih di bubur tersebut berasal dari air santan yang dimasak bersama dengan beras.


Bubur nasi gurih itu kemudian dimakan bersama tiga macam toping, yaitu opor tahu yang dicampur dengan telur puyuh yang warnanya kekuningan, krecek yang berminyak dengan warna merah kecokelatan, dan juga sambal tumpang.



Karena saya berasal dari daerah Sumatera Utara, nama sambal tumpang masih begitu asing di telinga saya. Memahami ketidakmengertian saya, si ibu pun menjelaskan bahwa sambal tumpang terbuat dari tempe bosok alias tempe yang sudah busuk. Jadi, tempe memang sengaja didiamkan beberapa hari, baru dimasak.


Tempe itu yang kemudian dimasak dengan berbagai bumbu yang terlebih dahulu direbus baru dihaluskan. Setelahnya, tempe yang masih segar pun dimasukkan bersama dengan tempe bosok sebagai tambahan.
Melihat tampilan dan isinya, tampaknya bubur ini berbeda dengan 4 Jenis Bubur yang Bikin Ngiler. Oleh karena itu, saya pun tak mau melewatkan kesempatan untuk menikmati satu mangkuk bubur Solo.   

Menurut Bapak Fariz, perwakilan dari Dapur Solo, stand-stand, khususnya masakan Solo, dipanggil langsung dari Solo untuk memeriahkan event ini. Makanan yang dipilih adalah menu-menu yang sudah langka dan tidak banyak dikenal orang. Salah satunya adalah bubur Solo. Menurutnya lagi, masih banyak lagi makanan Solo yang juga sama langkanya dengan bubur Solo, seperti tumpang letok, cabuk rambak,  dan tahu acar.  Melalui event inilah, Dapur Solo ikut serta memperkenalkan makanan tersebut kepada masyarakat.

Kebetulan bubur Solo sedang mampir di Jakarta karena setelah acara Gelar Cita Rasa Solo berakhir, bubur Solo ini hanya bisa dinikmati di Pintu Utara Pasar Gede Solo. Wahhh.... jauh ya. Setelah menghabiskan semangkuk bubur Solo, sepertinya saya juga akan memesan menu-menu yang memang sangat asing di telinga. Saya pun mau menjadi bagian yang ikut melestarikan dan mencintai kuliner negeri sendiri. Bagaimana dengan kamu?

Sabtu, 19 Desember 2015

Ini Alasannya Mengapa Es Dawet Solo Segar dan Enak

Jika ada yang bertanya satu kata yang kamu ingat tentang es dawet, yang terlintas di pikiran saya adalah Banjarnegara. Sebuah wilayah di Jawa Tengah yang sangat terkenal dengan es dawetnya yang mirip dengan es cendol, tetapi dengan rasa yang lebih gurih  dan enak.


Saya biasanya mendapati penjual es dawet Banjarnegara menjual minumannya dengan berkeliling menggunakan gerobak. Saya suka membelinya, apalagi jika matahari mulai menyengat dengan galaknya.

Beberapa hari yang lalu ketika mengkuti acara Gelar Cita Rasa Solo yang dilaksanakan di halaman restoran Dapur Solo di daerah Sunter pada tanggal 11-13 Desember yang lalu, dari sanalah saya baru mengetahui bahwa ada juga es dawet yang berasal dari Solo.

Saya pun tertarik untuk mencoba satu gelas es dawet yang dibanderol dengan harga 10K. Dawet tersebut dijual oleh salah satu tenant yang hadir langsung dari Solo untuk memeriahkan event tahunan Dapur Solo. Namanya adalah Ibu Ceplis, penjual es dawet Solo yang setiap hari biasanya berdagang di Pintu Utara Pasar Gedhe Solo. Karena Dapur Solo mengundangnya ke event Gelar Cita Rasa Solo, Ibu Ceplis beserta timnya pun siap sedia memperkenalkan menu tersebut kepada para pengunjung.

Menariknya dari es dawet Solo adalah beberapa jenis topingnya yang berbeda dengan es dawet lainnya. Namun, bentuk dan warna dawet kurang lebih sama dengan dawet Banjarnegara.


Adapun toping-toping untuk es dawet Solo  adalah sebagai berikut:

Bubur Ketan Hitam
Biasanya   ketan hitam difermentasikan dahulu barulah dijadikan toping untuk cendol atau dawet. Namun khusus untuk es Dawet Solo, ketan merah diolah menjadi bubur, seperti yang dibuat untuk pelengkap bubur kacang hijau. Bubur ketan hitam ditempatkan ke dalam periuk-periuk yang khas. 


Bubur Sumsum 
Selama ini saya biasanya memakan bubur sumsum dengan kinca, yaitu gula jawa yang dicairkan. Biasanya bubur sumsum dimakan bersama candil hingga rasanya semakin mantap. Es dawet Solo juga menambahkan bubur sumsum yang terbuat dari tepung dan santan sehingga rasanya gurih. Ini ini membuat es dawet solo menjadi semakin nikmat.


Selasih 
Bagian terunik dari dawet Solo adalah penggunaan dari selasih. Oleh karena itulah, banyak orang yang menyebut es dawet Solo dengan sebutan es dawet telasih.


Rasa es dawet Solo segar, apalagi santannya pun kental sehingga rasanya benar gurih. Rasa manisnya berasal dari gula jawa merah yang dihaluskan. cendol kemudian ditambahkan es sehingga rasanya menjadi super duper segar.

Sayangnya minuman yang menyegarkan ini hanya bisa kamu peroleh langsung di Solo. Karena menurut pemantauan, minuman ini memang kurang populer di banyak daerah Indionesia. Jadi, tidak semudah kamu menemukan gudeg ataupun rendang. Selain es dawet Solo, Ibu Ceplis juga menjual berbagai jenis makanan khas Solo, seperti bubur Solo. Baca juga Ini yang Membuat Bubur Solo Enak Tenan. Selain itu, masih banyak lagi menu Solo yang juga tak kalah enaknya. Terus baca blog ini ya. Terima kasih

Sabtu, 09 Januari 2016

Lima Tempat Makan di Pasar Lama Tangerang

Dua tahun wara-wiri di daerah Tangerang, ada beberapa tempat wisata kuliner yang sudah pernah saya datangi, mulai dari Benton, Maxx Box, Kompleks Ubud, Pasar Delapan, Perumahan Permata, hingga Taman Sari. Namun ada satu tempat yang begitu berkesan karena menunya banyak dan harganya relatif ramah di kantong.

Tempat itu adalah Pasar Lama Tangerang. Di sepanjang jalan Pasar Lama Tangerang ada banyak  sekali tempat makan yang akan bikin kamu bingung, mau makan ini atau mau makan itu. Hal tersebut yang sering kali saya rasakan ketika menyusuri  jalan yang panjang ini.

Dari sekian banyak tempat makan, saya memilihkan lima di antaranya yang memiliki menu makanan yang berbeda. Semoga bisa jadi referensi kamu kala bingung saat memilih makanan di sepanjang jalan Pasar Lama.

Warung Nongkrong Ekabi
Langkah kami berhenti di sini ketika kami melihat poster promosi berukuran besar yang mengatakan harga chicken crispy hanya dibanderol dengan harga 10K. Jadi, pengen coba  juga. Kami masuk  ke restoran yang cukup besar dan nyaman ini. Pada saat kami datang tempatnya masih sepi. Kami pun memesan menu yang kami mau.


Hot plate yang berisi tiga potong chicken crispy dengan kentang goreng dan berbagai jenis sayur datang kemudian. Saus yang berwarna cokelat kemudian kami tuangakan ke atasnya. Selain menu tersebut, kami juga memesan taiyaki dengan es krim yogurt yang dicampur dengan matcha dengan toping marshmellow. 
 

Bubur Ayam
Ada berbagai tempat makan bubur di Pasar Lama. Kami memilih bubur ayam tanpa nama. Jadi, jika kamu mau mencarinya, gerobak bubur tersebut berada di depan Seafood Kepiting Montok, dekat dengan Roti Boy. Bubur ini dijual di gerobak yang sederhana. Satu  mangkuk  bubur nasi yang berukuran sedang dibanderol dengan harga 12 K. Bubur nasi sudah berasa gurih dengan tambahan suwiran ayam, kacang kedelai, daun bawang, bawang goreng, dan kerupuk. Ada juga sate-satean yang dijual secara terpisah, mulai dari sate telur puyuh dan jeroan ayan, mulai dari hati, usus, hingga ampela. Sate-satean tersebut disajikan di mangkuk terpisah.


Mie Ayam Jamur Ko Acay
Awalnya agak bingung mau makan apa, antara sushi yang dijual di food truck atau Mie Ayam Jamur Ko Acay. Katanya dua-duanya sama-sama enak. Namun karena perut masih lapar, saya memilih mie ayam jamur sebagai pelengkap makan malam.  Porsi mie ayam jamur yang saya pilih berukuran kecil. Rasanya yummy. Satu porsi mie ayam ukuran itu dibanderol dengan harga 15K. Jika mau mie ayam jamur, bisa diberi tambahan pangsit dan bakso.


Travel Mie 
Travel Mie merupakan salah satu tempat gaul di Tangerang dengan konsep tempat makan ala-ala Puncak. Rumah makannya terbuat terbuka dengan jejeran kemah di samping kiri kanan resto, ditengah-tengahnya barulah ditaruh jejeran bangku kayu. Sama seperti namanya. Resto ini memiliki menu andalan mie.  Ini salah satu menu mie yang kami pesan. Mie goreng hot maicih, mie goreng  dengan toping maicih, bon cabe, serta daging sapi goreng. Baca selengkapnya Travel Mie: Berasa Makan di Puncak Padahal Cuma di Pasar Lama.


Waroeng SS
Saya pernah makan di Waroeng SS di Karawaci yang cukup ramai pada saat kami datang. Ternyata ketika kami ingin makan di Waroeng SS yang berada di Pasar Lama, tempat makannya lebih ramai lagi. Bahkan kami mesti mengambil no  antrean dulu.  Kami menunggu cukup  lama, lalu  memesan berbagai jenis makanan, mulai dari jamur goreng, ayam goreng, ikan nila goreng, aneka sambal, dan cah kangkung.Baca menu-menu Waroeng SS.



Jumat, 05 Februari 2016

Sepuluh Tempat Makan di Tangerang yang Mesti Kamu Coba

Dua tahun wara-wiri di daerah Karawaci, membuat saya merasa Tangerang just like my second home town, setelah Jakarta. Dari waktu ke waktu saya mulai mengenal lebih banyak sudut-sudut kota ini. Ketika ada seseorang yang berkata, tempat makan di  sana enak lho atau makan di restoran sebelah sana antre sekali lho. Saya dengan keponya menuju tempat makan yang ditunjuk dan direkomendasikan. Ada beberapa restoran yang bikin keki, ada banyak juga yang bikin happy. Nah di antara banyaknya pengalaman makan saya di kota ini, ada sembilan tempat makan yang mesti kamu coba. Apa saja nama tempat makannya, silakan baca saja artikel ini.

Taman Sari
Taman Sari merupakan tempat makan di daerah Karawaci dengan konsep alam yang begitu asri. Bangunan-bangunannya sudah cukup tua. Taman Sari adalah tempat makan yang paling lama di daerah Karawaci, dibandingkan dengan Benton Juncion dan MaxxBox Lippo Village. Dahulu tempat makan ini sangat ramai. Namun karena sudah banyak tempat makan baru di daerah Karawaci, tempat makan ini tidak seramai dahulu.

Di area ini banyak sekali restoran yang menjual berbagai jenis makanan, mulai dari restoran Kelapa Ijo, New Seoul, Ikan Bakar Poco-Poco, hingga restoran Chinese Food Tangs. Selain restoran, Taman Sari juga memiliki dua jenis food court. Food court pertama menampung para penjual makanan gerobak, sedang food court lainnya terdiri dari sekitar enam restoran yang bergabung menjadi satu, baik itu menu dan kasirnya.

Nah, kami paling sering berkunjung ke food court ini. Namanya Pendopo Taman Sari.  Tempatnya nyaman dan asri dengan harga makanan yang pun cukup ramah di kantong. Kami paling suka duduk di bagian luar restoran. Ada banyak sekali jenis makanan yang dijual di sini. Namun ada satu yang favorit bagi saya, yaitu nasi tutug oncom dengan ayam goreng. Selain itu, masih banyak jenis makanan lainnya, mulai dari nasi uduk, sate, hingga soto.
Nasi tutug oncomm di Pendopo Taman Sari (dokumentasi pribadi)
Benton Junction
Benton Junction juga berada di daerah Karawaci, di seberang Taman Sari. Setiap restoran memiliki bagian outdoor-nya yang tepat berada di pinggir jalan. Tempat makan yang comfort. Di Benton Junction berjejer banyak restoran mulai dari Serba Food, Dimsum Inc, Mom Milk, Papa Jack, Karei-ya, Planet Noodle, KFC, MaxxCoffee, Poka Ribs, Lau’s Kopitiam, dan masih banyak restoran lainnya.

MaxxBox Lippo Village
MaxxBox Lippo Village  adalah tempat makan terbaru di Karawaci yang terletak persis di sebelah Taman Sari. Di sini ada berbagai jenis restoran, mulai dari Pizza E-bira, Djournal Coffee, Tony Roma’s, MaxxCoffee, Imperial Lamian, Grandma Suki, dan Songfa Bakut teh. Di sini, memang tempat berkumpulnya restoran-reston yang berkelas dengan makanan yang berharga cukup mahal.

Selain restoran tersebut, ada juga restoran Bebek Bengil dengan penyajian yang terbilang unik. Ini salah satu menunya.

Salah satu menu di Bebek Bengil (dokumentasi pribadi)
Pasar Delapan
Pasar Delapan adalah pasar modern yang terletak di Alam Sutera. Jika  sore menjelang malam, tempat ini diramaikan dengan berbagai warung tenda yang menjual berbagai jenis makanan, mulai dari pecel lele, mie tek tek, berbagai jenis  makanan  Pontianak, bubur ayam Cirebon, hingga roti bakar. Harga makanan di sini relatif murah.

Ini salah satu menu makanan yang dijual di warung tenda makanan Pontianak. Selain  nasi campur, warung ini menjual bubur khas Pontianak dengan berbagai toping, mulai dari ikan, ayam, hingga daging babi.

Menu nasi campur di Pasar Delapan (dokumentasi pribadi)
Pasar Lama
Sepanjang jalan Pasar Lama Tangerang berderet berbagai tempat makan, mulai dari gerobak, tenda, food truck, hingga restoran. Di sini hampir segela jenis makanan bisa kamu dapat, mulai dari sate ular, biawak goreng, darah ular, pecel ayam, pecel lele, bakmie, mie goreng, ramen, sushi, hingga steak. Pasar Lama adalah surganya makanan murah yang enak. Pasar Lama Tangerang buka menjelang sore hingga malam.  

Menu mie ayam jamur di Pasar Lama (dokumentasi pribadi)
Flavor Bliss
Flavor Bliss adalah tempat makan yang berada di daerah Alam Sutera. Letaknya berada di seberang Mall Living World. Di sini ada banyak pilihan restoran, mulai dari Hokben, Bandar Jakarta, Harvest, Radja Ketjil, Starbuck, Rice Bowl, Sushi Tei, Wendy’s, Nany’s Pavillion, Ireland Creamary, Pat Bing Soo, Ikudo Ichi, Teko, Warung Rawit, Vintage, Chung Gi Wa, Imperial Lamian, Seo Rae, Holly Crab, Eastern KopiTM, Stevan Meat Shop and Food Store, The Grand Ni Hao, The Philo Coffee, Pempek Sari Sandjaja, Pisa Cafe, Warung Doel, Red Bean, Phoo 24,  Cel-cious, dan Karamel Juice.

Pusat Jajan Cafe Tenda Permata (Viper)
Tempat makan ini berada di daerah Karawaci. Tempatnya terletak di bekas Sport Center. Pusat Jajan Cafe Tenda Permata ini buka mulai sore hari dengan berbagai jenis makanan. Di sini ada sebuah restoran yang bernama Kwetiauw Sapi Ahok. Selain itu, masih banyaksekali jenis makanan lain, dari nasi goreng gila, nasi tek tek, nasi gudeg, sea food.

Salah satu makanan yang murah dan meriah di sini adalah mie goreng tek tek dengan berbagai pilihan toping.

Menu mie tek tek di Pusat Jajan Cafe Tenda Permata
Salsa Food City
Salsa Food City adalah food court yang berada tepat di sebelah Summarecon Mall Serpong dengan berbagai restoran, mulai dari Ba Kut Mumu, Warung Betawi Ibu Rudi, Soto Khas Tanah Abang Pak Hapid, Kedung Sari Juice, A Mei, Han Gook, Chinesse Food Peconangan 99, Ayam Bakar Anda, Ayam Bakar Taliwang Wongso, Batavia Steak, Depot TC, Es Duren GFA, Martabak Mini dan Kopi 77,  Sari Boboko, Sari Laut Makassar, Sate Ayam Madura Blok S, Sea Food 99, Si Jempol, Soto Mie Bogor, Tahu Crispy, hingga Tasty.  

Salah satu yang saya suka di sini adalah menu sup kaki sapi dari restoran Soto Khas Tanah Abang Pak Hapid. 

Sop kaki sapi (dokumentasi pribadi)
Espana Food Court
Ini juga salah satu tempat makan murah yang berada di dekat Hypermart Islamic di sebuah perumahan yang namanya Taman Imam Bonjol. Di sini dijual berbagai jenis menu, mulai dari ayam peyet, makanan Manado,  martabak, mie ayam, juga bubur khas Tangerang yang disajikan dengan daun selada

Bubur khas Tangerang (dokumentasi pribadi)
Makan Sutra
Makan Sutra adalah nama food court yang ada di Supermall Karawaci. Di sini juga tersedia berbagai jenis makanan, mulai dari makanan Indonesia, Barat, Korea, hingga Jepang

Rabu, 16 Desember 2015

Wahhhh... Nasi Ulam Disajikan dengan Sepuluh Lauk-Pauk serta Sayuran!

Solo memiliki beragam kuliner yang otentik. Kemarin saya sudah menulis tentang Bubur Solo yang rasanya unik dan lezat. Baca juga Ini yang Membuat Bubur Solo Enak Tenan. Selain bubur, Solo juga memiliki kuliner khas lainnya, yaitu nasi ulam. Namanya memang sudah sangat familiar di telinga. Namun baru kali ini, saya berkesempatan mencicipinya di restoran Dapur Solo yang berada di daerah Sunter.

Hal yang membuat saya tertarik dengan nasi ulam adalah ketika seorang pelayan mengantarkan nasi putih dengan berbagai lauk ke meja sebelah. Saya pun langsung memanggil pelayan tersebut dan langsung menanyakan apakah menu yang isinya beragam lauk tersebut. Setelahnya, saya pun langsung memesan menu tersebut untuk makan siang saya. Saya urungkan untuk  memesan nasi liwet yang juga khas Solo yang juga tampak menggoda di buku menu. Next time, I will be back here.


Tak berapa lama, pelayan membawa sepiring nasi ulam, yaitu nasi dengan berbagai jenis lauk. Selain itu, pelayan juga membawa  sebuah mangkuk yang isinya adalah tahu semur.  Bagi kamu yang penasaran, apa saja sebenarnya lauk dari nasi ulam ini.

Perkedel
Setiap satu porsi nasi ulam disajikan dengan sebuah perkedel kentang ukuran sedang. Perkedel disalut dengan telur sehingga tampilannya menjadi yummy.


Dendeng
Nasi ulam juga dilengkapi dengan sepotong dendeng,  yaitu daging sapi yang tipis berwarna kecokelatan. Daging yang berasa manis ini di atasnya terdapat ketumbar yang menyebabkan dendeng sapi menjadi lebih wangi.

Cumi Goreng
Sekitar tiga ekor cumi goreng ditempatkan di piring nasi ulam.  Walaupun sedikit, cumi goreng memberikan rasa yang berbeda dibandingkan lauk-lauk lainnya,seperti daging, telur, perkedel, hingga tempe orek.

Tempe Orek
Tempe dipotong kecil lalu diberikan berbagai bumbu. Sebagai penutup, kecap dituangkan di atasnya dan setelahnya diaduk rata. Tempe orek yang disajikan di sini adalah tempe orek kering.

Telur Dadar
Telur didadar tipis, setelahnya barulah dipotong-potong. Potongan tersebut yang kemudian ditaruh di atas nasi langgi.


Bihun Goreng
Pelayan hanya memberikan sejumput bihun goreng yang warnanya kecokelatan akibat kecap yang dimasak bersama dan diaduk rata bersama dengan bihun.

Tempe Goreng
Sepotong tempe yang digoreng dengan tepung menambah keasyikan kamu menikmati sepiring nasi ulam.

 

Kerupuk dan Emping
Nasi ulam memang lengkap, setelah semuanya dimasukkan, kerupuk udang dan emping melinjo yang renyah di mulut menjadi pelengkap yang menyempurnakan rasa.

Tahu Semur
Sepotong tahu goreng dimasak dengan kecap. Namun tahu semur ini tak terlalu banyak kecapnya sehingga kuahnya pun terlihat cokelat bening.


Sayur-sayuran
Tak hanya lauk-pauk, sayurar-sayuran yang terdiri dari daun dan timun juga menyempurnakan rasa dari nasi langgi. Bagian terakhir yang dimasukkan adalah sambalnya.

Seporsi nasi ulam dengan berbagai lauk tersebut dibanderol dengan harga terjangkau di Dapur Solo. Selain nasi ulam, Dapur Solo juga menjual berbagai menu lainnya, seperti nasi liwet Solo, asem-asem iga hingga serabi Solo. Next time saya akan me-review-nya. Terima kasih sudah membaca posting-an ini, semoga nasi langgi bisa menambah pengetahuan kuliner negeri sendiri. Terima kasih!

Dapur Solo
Jl. Danau Sunter Utara no. 7  Sunter II
(Sebelah Showroom BMW deretan Astra)
No telp: (021) 29615353

Kamis, 19 November 2015

Ini Tiga Makanan Manado yang Mesti Kamu Coba

Indonesia memiliki banyak suku yang masing-masing memiliki kuliner khas. Salah satunya adalah Manado, yang terkenal dengan wanita-wanita cantiknya yang suka berpesta dan sepertinya gemar memasak.

Ada berbagai makanan yang terkenal dari suku ini. Ada makanan yang menurut orang luar Manado sungguh ekstrem, tetapi banyak juga makanan Manado yang begitu lezat yang mesti kamu coba.

Namun ada banyak juga Manado yang sudah terkenal kelezatan. Ada ikan cakalang pampis yang terbuat dari ikan cakalang yang disuwir-suwir, lalu dicampurkan menu sambal balado yang dibuat kering. Oleh karena itu, menu ini bisa tahan lama.

Masih banyak menu manado lainnya yang tak kalah lezat.

Bubur Manado (Tinutuan)
Bubur orang Minahasa ini sungguh khas. Berbagai jenis sayuran dimasukkan, mulai dari wortel, bayam, jagung, kemangi, hingga tomat. Bubur ini tidak menggunakan daging sama sekali. Sebagai gantinya, tinutuan disajikan dengan ikan teri balado.

Ini merupakan makanan sehat karena mengandung banyak serat dan tidak mengandung lemak.


Ikan Gurame Dabu-Dabu
Dabu-dabu merupakan sambal khas Manado, yang terbuat dari cabai, bawang, dan tomat yang diiris-iris kemudian ditambahkan air perasan jeruk nipis. Jika semuanya sudah tercampur, dabu-dabu tinggal dituangkan ke ikan goreng atau bakar. Rasanya pedas segar karena rasa asam dari jeruk nipis.


Ikan  Cakalang 
Ikan cakalang banyak dipergunakan di berbagai menu masakan  Manado. Ada menu ikan cakalang yang disuwir-suwir kecil-kecil, setelah dimasak dengan berbagai bumbu. Jadilah ikan cakalang pampis. Namun yang saya makan ini adalah ikan cakalang yang utuh. Ikan yang berbau asap khas ini dimakan dengan sambal dabu-dabu yang pedasnya luar biasa. Di sebuah tempat makan Manado di daerah Karawaci, ikan cakalang ini disajikan bersama dengan tumis daun pepaya yang rasanya pahit.

Indonesia memang kaya dengan keberagaman kulinernya.

Kamis, 18 Februari 2016

Mau Makan Mie Ayam Sambal Hijau Hingga Kwetiauw Sambal Terasi, di Sini Tempatnya


Bakmi Djago Karawaci
Waktunya untuk makan siang! Tapi, lagi-lagi kami kebingungan mau makan apa dan di mana? Makan nasi Padang dan pecel ayam bosan. Soto Betawi baru kemarin makan. Untungngya ada seorang teman mengajak ke tempat makan yang baru. Namanya Mie Ayam Djago yang berada di Perumahan Ubud Karawaci Tangerang. Tempatnya dekat dengan Mie Ayam Citra yang menjual mie ayam warna-warni, mulai dari merah, kuning, dan hijau. Ada juga mie warna yang biasa.
 
Mie ayam tersebut berada di sebuah ruko. Di samping kanan kirinya banyak pilihan tempat makan, mulai dari Waroeng SS hingga Cafe Populi. Pada saat datang, tempat makannya tidak terlalu ramai. Katanya tempat makan di Ubud memang tidak terlalu ramai saat siang karena bukanlah kawasan perkantoran. Pada saat malamlah, baru tempat ini berubah menjadi ramai.  Ketika kami datang, hanya beberapa orang saja yang sedang asyik menikmati berbagai jenis menu makanan, mulai dari mie, kwetiau, bihun, nasi ayam tim, bubur ayam, soto ayam, hingga suikiaw udang.

Dari berbagai menu, saya tertarik dengan pilihan mie yang bisa diganti dengan kwetiauw atau bihun yang disajikan dengan beberapa jenis sambal. Ada sambal hijau dan sambal terasi. Ada juga mie ayam dengan bumbu rendang. Berikut menu-menu yang kami makan. 

Mie Ayam Sambal Hijau (23K)
Di Mie Ayam Djago, ada dua pilihan mie, mie besar dan kecil. Kami memilih mie yang ukuran kecil  dengan toping ayam dengan tambahan beberapa sendok sambal hijau. Kamu tak perlu menambahkan sambal lagi karena sambal hijaunya sudah cukup pedas. Air kaldu disajikan untuk setiap porsi mie, bihun, atau kwetiauw.

Mie ayam sambal hijau (foto koleksi pribadi)
Kwetiauw Sambal Terasi (23K)
Bagi pecinta kwetiauw, menu tersebut dapat diorder di sini. Saya memilih toping ayam yang ditambahkan beberapa potong daun sawi.  Hmmmm.... ketika pesanan datang, aroma terasinya sudah berasa dan rasanya pun sudah pedas. Jadi, kamu tak perlu lagi menambahkan sambal karena pasti akan sangat pedas.

Kwetiauw sambal terasi  (foto koleksi pribadi)
Mie Ayam (22K)
Bagi yang tidak suka makanan pedas, kamu pilih saja mie ayam biasa. Jadi, kamu dapat mengatur sendiri berapa  sendok sambal yang kamu mau. Kamu juga bisa menambahkan toping jamur jika mau. Harganya tetap sama.

Mie ayam ayam jamur (foto koleksi pribadi)
Pangsit Kuah (21K)
Makan mie ayam paling enak dengan pangsit rebus atau bakso. Namun kali ini, kami lebih memilih pangsit rebut saja. Pangsit rebus dijual terpisah. Isinya enam potong dalam satu porsiya. Makan mie dan kwetiauw ayam akan menjadi lebih nikmat dengan tambahan pangsit kuah ini.

Pangsit rebus (foto koleksi pribadi)

Mie Ayam Djago
Alamat: Ruko Asiatic
Jl. Permata Sari No. 53, Karawaci, Tangerang
No Telp: (021) 5949 4472, 9829 4177, 0812 925 4919  

Senin, 11 Januari 2016

Menikmati Chococro di St. Marc Cafe Senayan City

Saturday night, it’s time to hang out. Salah satu tempat pilihan yang asyik dan bisa jadi pilihan adalah Senayan City. Saya tiba masih agak sore, Sesampai di lobi saya turun melalui eskalator menuju Lower Ground. Saya suka melewati jalan ini, ada deretan resto dan kafe yang tampak begitu nyaman  dengan kolam penuh dengan ikan koi warna-warni.

Saya pun berbelok ke kanan dan memasuki pintu  kaca. Baru beberapa langkah, saya sudah melihat ada sebuah kafe yang cukup penuh. Namanya St. Marc Cafe. Berbagai bunga ucapan menyemarakkan antrean pengunjung yang lumayan padat di depan kasir. Melihat hal tersebut, saya pun ikut-ikutan nongkrong di kafe ini. Saat itu agak sulit menemukan bangku untuk sekadar duduk di kafe yang baru buka pada tanggal 9 Januari kemarin.


Tempatnya sebenarnya cukup luas dan nyaman. Namun karena masih baru, banyak sekali orang yang sama keponya dengan saya sehingga kafe tampak begitu crowded. Saya pun semakin kepo dari mana sebenarnya restoran yang signature food-nya adalah Chocoro, yaitu croissant cokelat dengan isi dark cokelat ini.


Ternyata resto  ini yang pertama kali dibuka di Ginza Marronie Shop di Jepang pada tahun 1991. Saat ini kafe ini sudah memiiki 400 cabang di Jepang. Kafe ini juga sudah memiliki 4 outlet di Singapura dan sekarang sedang melebarkan sayapnya ke beberapa negara di Asia dan hingga Doha, juga di Indonesia.

Berikut menu-menu yang disajikan di St Mark Cafe.

Chococro (19,9K)
Seperti yang telah saya katakan di awal, Chococro adalah product signature dari St. Marc Cafe. Roti  dengan 20 lapisan adonan mentega yang aslinya dari Perancis ini memiliki tekstur yang garing tetapi lembut jika dikunyah. Dark chocolate berasal dari Ghana dan Ekuador yang merupakan negara penghasil cokelat berkualitas di dunia. Dua kombinasi tersebut membuat Chococro pandai memanjakan lidah para pengunjung St. Marc Cafe.



Selain croissant dengan dark choco, St. Marc Cafe juga menawarkan dua jenis kroisan lainnya. Pertama, croissant dengan isi pisang cokelat dan croissant yang tak kalah enak lainnya dalah croissant dengan lelehan cokelat putih. Sebenarnya di antara ketiga croissant tersebut, saya paling suka dengan cokelat putih di dalamnya. Manisnya enak dan cokelatnya tidak bikin gigi nyeri. I love it.

Dessert 
Kyoto Delight (74,9K)
Ada tiga dessert yang saya saya cicipi. Kyoto Delight yang juga merupakan  siganure product di kafe ini. Kyoto  delight disajikan di sebuah gelas saji transparan, dengan base corn flake dan sponge cake. Di atasnya disajikan dua jenis es  krim. Es krim biasa dengan rasa matcha dan yang satunya adalah es krim yang teksturnya lebih lembut dengan rasa vanila.


Kyoto Delight memiliki berbagai toping. Ada dua toping mochi, yang satu bentuknya bulat, dan satu lagi bentuknya kotak persegi panjang. Rasanya kenyal-kenyal. Yang kotak persegi panjang dilapisi dengan tepung kedelai.  Warnanya lebih keruh dibandingkan dengan mochi yang berwarna bulat. Selain itu, Kyoto Delight juga disajikan bersama dengan pasta kacang merah. I Love it.

Manggo Fantasy (74,9K)
Manggo Fantasy merupakan varian yang hampir sama dengan Kyoto  Delight. Base untuk dessert-nya sama. Perbedaannya terletak pada toping yang dipakai. Manggo delight merupakan perpaduan puding custard, puree mangga, dan  juga mangga segar. Rasa mangganya agak asam. Nikmat dan segar disajikan dengan dua jenis es krim dengan tekstur yang berbeda, tetapi dengan rasa yang sama, yaitu vanila.


Gion (74,9K)
Gion juga merupakan salah satu dessert yang disajikan di St. Marc Cafe.  Es krim dua rasa, matcha dan vanila, disajikan dalam mangkuk putih berukuran sedang. Ada toping mochi yang bulat dan juga kacang merah yang bentuknya seperti bubur.


Golden Nugget (49,9K) 
Ini merupakan  dessert terakhir yang kami cicipi. Ice cream cone dengan es  krim rasa vanila dengan potongan pisang yang cukup banyak.   


St. Marc Cafe 
Senayan City, Lantai Lower Ground
Jl. Asia Afrika, Senayan Jakarta

 

Minggu, 27 Desember 2015

Ini Olahan Menu Pisang yang Kamu Suka

Buah pisang tak hanya enak dimakan begitu saja. Buah berdaging warna putih ini dapat diolah dengan bermacam-macam cara. Pisang bisa dipanggang juga bisa digoreng dengan menggunakan tepung terigu. Hasilnya, dari dua bahan dasar dengan tambahan beberapa bahan lainnya menghasilkan pisang goreng yang yummy.

Berikut jenis-jenis menu berbahan pisang yang sering kita temui. Coba pilih menu pisang mana yang paling kamu suka?

Pisang Molen
Pisang molen adalah pisang yang dilapisi oleh adonan tepung terigu yang dibuat dengan menggunakan sebuah alat yang sama untuk mencetak cheese stick dan mie. Tepung yang sudah dibentuk kemudian dipotong-potong, barulah tepung tersebut digulungkan ke pisang. Setelahnya pisang siap digoreng. Pisang molen banyak dijual di street food di berbagai tempat di Indonesia.


Pisang Meler
Pisang meler adalah pisang yang dibungkus dengan kulit lumpia, lalu diberi cokelat dalamnya. Hati-hati jika pisang dimakan, lelehan cokelat akan meler dari tempat yang kamu gigit. Oleh karena itulah, pisang ini disebut dengan pisang meler.

Piscok
Sama dengan pisang meler, piscok atau pisang cokelat juga menggunakan kulit lumpia. Cuma bedanya piscok ukurannya panjang. Piscok juga diberi tambahan cokelat dan rasa kulitnya lebih garing dibandingkan pisang-pisang goreng lainnya. Biasanya selain piscok, di tempat yang sama dijual juga nangka goreng atau tape goreng.

Pisang Goreng Tepung
Pisang goreng tepung ini rasanya enak. Pisang dipotong-potong, dibentuk seperti kipas, dicelupkan pada adonan tepung cair, kemudian barulah digoreng. Pisang goreng diangkat jika warnanya sudah kekuningan. Pisang goreng Kaimantan biasanya berbentuk seperti ini.


Pisang Gapit
Pisang gapit merupakan makanan khas dari Samarinda, Kalimantan Timur.  Makanan ini terbuat dari pisang raja yang masih mentah. Pisang kemudian digeprek barulah dibakar dengan menggunakan margarin.  Jika sudah kecokelatan dan wangi, barulah pisang gapit diangkat dan di sajikan dengan sausnya.

Saus untuk pisang gampit terbuat dari gula aren yang dilelehkan dengan daun pandan sehingga aroma menjadi harum. Air gula tersebut kemudian ditambahkan buah durian yang sudah dihaluskan. Tekstur sausnya kental karena setelahnya ditambahkan tepung maizena setelah gula aren dan duren tercampur rata.

Jajanan ini banyak dijual di pinggir jalan kota Samarinda. Pisang gapit adalah camilan sore yang pas ditemani dengan secangkir teh tawar.


Pisang Roti Bakar Cokelat Keju 
Roti bakar bisa dibuat dan disajikan dengan berbagai toping. Salah satunya dengan menggunakan pisang. Pisang dipotong-potong, kemudian ditaruh di  tengah dua potong roti, kemudian di bakar. Di atasnya kemudian ditambahkan keju dan cokelat parut.


Ini merupakan menu camilan paling asyik saat sedang nonton TV atau menemani malammu saat deadline pekerjaan mengejar. Kamu bisa membuatnya sendiri di rumah atau memesannya di warung yang menjual mie instan atau bubur kacang hijau. Selain ketiga toping  tersebut, masih banyak toping lagi yang disajikan, mulai dari kornet, telur, nutella, hingga es krim.