Minggu, 29 November 2015

Dapur Buntut PIK

Hari libur telah tiba, ini saatnya untuk family time. Kali ini saya bersama dengan keluarga besar menuju restoran Dapur Buntut PIK (Pantai Indah Kapuk) yang salah satu cabangnya berada di daerah Kelapa Gading. Rencananya early dinner dulu di restoran ini, baru kami menghabiskan malam di  Mall Kelapa Gading I atau La Piazza.

Restoran dengan spesialisasi menu buntut ini letaknya tak jauh dari Mall Kelapa Gading. Kamu cukup lurus saja jika sudah berada di depan Mall Kelapa Gading dari arah bundaran. Ketika sudah melewati dua lampu merah, kamu bisa memutar balik. Kamu akan melihat icon sapi putih berbiintik hitam yang cukup besar di atas ruko, di situlah restoran Dapur Buntut PIK berada. Patokannya, restoran tersebut sederetan dengan MKG bersebelahan dengan berbagai ruko yang menjual makanan yang juga lezat-lezat. 

Ketika kami datang restoran dalam keadaan sepi, hanya seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya makan. Tempatnya dua lantai dan tidak terlalu luas, tetapi nyaman. Setelah mendapatkan posisi di sofa yang memanjang dan asyik, kami pun segera memesan menu makan malam kami.

Menunya ada macam-macam mulai dari sup buntut, nasi goreng buntut, bakmie buntut, buntut lada hitam, oseng buntut, hingga ayam goreng. Namun dari sekian banyak makanan, kami memesan tiga menu ini.

Sop Buntut (95K)
Sesuai dengan nama resto, menu andalan di sini adalah buntut. Ada beberapa menu buntut, mulai dari nasi goreng buntut, buntut penyet, buntut lada hitam, hingga sop buntut. Akhirnya, kami pun memilih sup buntut. Sup disajikan dalam tiga ukuran, S, M, dan L. Kami memesan yang ukuran sedang. Buntutnya cukup banyak dengan potongan tomat, kentang, dan kentang yang cukup besar. Kuahnya berwarna cokelat pekat dengan rasa rempah-rempah yang kuat bercampur dengan aroma buntut yang khas.  Daun bawang yang hijau membuat warna sup buntut semakin menarik. 

Seporsi sup buntut disajikan dengan nasi putih, perkedel, dan emping. Disediakan sambbal jika kamu ingin rasa yang lebih pedas.  

Nasi Goreng Spesial (38K)
Nasi goreng spesial adalah pilihan menu kami selanjutnya. Nasi goreng dimasak dengan beberapa potongan sosis dan bakso. Nasi diberi tambahan kecap sehingga berwarna cokelat. Porsinya sedang dan rasanya lumayan enak. Ada telor ceplok, emping, selada, timun, dan tomat. Agar lebih gurih, ada bawang goreng di atas nasi goreng. Yummyyy....


Bakmie Buntut (38K)
Bakmie di Dapur Buntut PIK keriting dan agak tebal. Di atasnya ditaruh daging buntut yang telah dipotong-potong dengan ukuran sedang. Sayangnya, bakmie sudah tak hangat lagi ketika disajikan. Jadi, rasanya menjadi kurang mantap. Seandainya disajikan selagi hangat, rasanya pasti lebih lezat.

Bakmie disajikan dengan kuah buntut dengan aroma rempah khas. Sepertinya kuah untuk bakmie dan sup buntut adalah kaldu yang sama jika dilihat dari warna dan rasanya. Bakmie buntut dilengkapi dengan satu buah bakso sapi ukuran sedang


Dapur Buntut PIK
Jl. Bulevar Utara Blok RA1 No.24
Kelapa Gading
 

Sabtu, 28 November 2015

Lezatnya Gudeg Jogja Yu Djum akan Bikin Kamu Ketagihan

Rezeki adalah saat hendak makan siang dan kamu tidak mempunyai ide mau makan apa dan di mana. Hingga ada seorang teman yang membawakan satu plastik putih berisi makan siang. Tepatnya tiga kotak makanan. Dua kotak terbuat dari kardus dan yang lainnya terbuat dari anyaman bambu.

Mari segera membukanya. Kotak anyaman bambu berisi makanan khas Yogyakarta dialasi oleh daun pisang. Gudeg berada di bawah tertutup oleh ayam dan telur. Dari penampilannya makanan ini sungguh lezat. Warnanya kecokelatan. Kardus lainnya berisi krecek yang isinya adalah kerupuk kulit, tempe, kacang tolo, dan cabai hijau. Ini bisa jadi kombinasi yang asyik di lidah. Gudeg yang manis dengan  krecek yang pedas.

Menjelang makan siang semua makanan tersebut dipanaskannya ke dalam microwave untuk beberapa menit. Menurut keterangan penyajian di dus Gudeg Jogja Yu Djum, gudeg ini bisa tahan disimpan tiga hari dalam kulkas. Oleh karena itulah, Gudeg Jogja Yu Djum kerap dijadikan oleh-oleh orang yang plesiran ke daerah Jogjakarta.


Saya sudah menyiapkan sepiring nasi panas untuk menemani gudeg beserta teman-temannya. Hmmmm… meskipun makanan ini sudah dipanaskan rasanya menjadi semakin enak, saya hanya mengambil sedikit gudeg karena pada dasarnya saya tak begitu suka makanan yang terlalu manis, ayam bagian punggung yang merupakan favorit saya, dan satu butir telur. Saya tak lupa mengambil satu sendok krecek plus cabe rawitnya.


Cara memakannya saya memotong kecil-kecil cabe rawit lalu menyuakannya bersama gudeg, potongan ayam atau telur, dan nasi putih. Saya suka sekali dengan kreceknya, terutama kerupuk kulitnya. Itu juga merupakan bagian favorit saya.

Telor gudeg juga favorit. Wahhh... hampir semuanya favorit. Wkwkwkwkwk. Akhirnya ketahuan juga kalau saya memang doyan makan.

Saya suka sekali bentuk telurnya yang lebih kecil daripada telur biasa, tetapi teksturnya begitu padat. Kabarnya untuk mendapatkan tekstur tersebut, telur perlu didiamkan berhari-hari agar enak disantap. Begitu juga dengan gudegnya.



Bagian terpentingnya adalah makan siang hari ini begitu sukses dengan gudeg oleh-oleh seorang teman yang baru saja berlibur dari sana. Namun tidak selesai sampai di situ, karena saya belum membuka satu bungkus makanan lagi yang isinya bakpia pathok.


Saya pinggirkan oleh-oleh khas Jogjakarta tersebut karena saya sudah terlalu kenyang dengan makan siang saya. Nanti saja saya memakanannya saat snacking time. Saya paling suka dengan bakpia pathok yang berisi kacang hijau. Namun cokelat dan keju juga tak kalah enak dengan kacang hijau.

Oleh-oleh dari Jogjakarta merupakan salah satu makanan yangg paling saya tunggu. Terima kasih untuk teman yang sudah memberikan keceriaan lebih saat makan siang kali ini. God bless you!

Gudeg Djogja Yu Jum
Jl. Kaliurang KM 4,5
Karang Asem CTIII/06
Sleman Yogyakarta
Telp: (0274) 581508 

Para Pecinta Kentang, Ini Menu dari Kentang yang Patut Kamu Coba

Kentang merupakan sumber bahan karbohidrat yang bisa dijadikan berbagai menu yang yummy. Kentang yang biasa kita makan adalah french fries alias kentang goreng yang biasa kita makan dengan ayam goreng atau cimol. Selain digoreng, kentang bisa diolah menjadi berbagai macam menu, mulai dari dipanggang dan kemudian diberikan berbagai bumbu hingga ditumbuk halus kemudian diberi keju. Makanan yang saya sebut terakhir adalah mashed potato.

Kentang juga bisa dihaluskan kemudian dijadikan sup krim dengan berbagai tambahan dan bahan yang membuat rasanya selalu di hati. Semua makanan berbahan kentang tersebut dapat kita temukan di berbagai tempat, mulai dari makanan kaki lima hingga restoran bintangg lima.

French Fries 
Menu kentang yang digoreng sepertinya paling sering kita temui di restoran cepat saja untuk teman makan burger atau ayam goreng. Namun saat ini, penjual kentang goreng datang dengan berbagai menu french fries yang menarik. Salah satunya adalah Hi-Fries. Saya pernah membelinya di Pop Up Market, sebuah bazar yang diselenggarakan di Grand Indonesia. Ada lima pilihan saus, yaitu keju, barbeque, rumput laut, boloignase, dan garlic.  Satu porsi kentang dijual dengan harga 25K.  Hi-Fries juga memiliki gerai di Kelapa Gading.


Hi Fries
Jl. Boulevard Raya, Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240 

Roasted Potato
Di deretan pasta bar di The Cafe, Hotel Mulia, roasted potato alias kentang panggang ditemukan. Bersebelahan dengan menu daging domba yang menantang. Jadi pada saat pesanan saya spagheti aglio olio dimasak, saya mengambil beberapa potong roasted potato. Warna cokelatnya sungguh memikat dengan rasa yang begitu gurih. Garing di luar, tetapi lembut di bagian dalamnya. Roasted potato lebih sehat dibandingakan dengan french fries.  


 
The Cafe, Hotel Mulia
Jl. Asia Afrika Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270

Loaded Baked Potato
Sup dari kentang dengan campuran susu dan bacon ini saya temukan di dekat roasted potato di The Cafe, Hotel Mulia. Bagi para pecinta sup kentang yang lezat dan creamy, jangan lewatkan menu ini. Anda bisa memakannya dengan roti.


The Cafe, Hotel Mulia
Jl. Asia Afrika Senayan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
 
Mashed Potato
Kentang direbus terlebih dahulu, kemudian ditumbuk sampai halus. Keju biasanya ditambahkan ke dalam mashed potato. Namun mashed potato buatan dari Pepper Lunch ini, kejunya kurang kentara dan tak ada bacon di dalamnya. Ini yang membuat mashed potato ini kurang juara. Di atasnya dituangkan saus cokelat dengan daun peterseli.


Pepper Lunch
UGF , Supermall Karawaci
JL. Boulevard Diponegoro
Bencongan, 105,
Curug, 15811 Tangerang , Banten

Perkedel Kentang
Selain keempat menu tersebut, masih banyak menu kentang lainnya. Salah satunya adalah perkedel, makanan yang terbuat dari kentang yang dihaluskan. Biasanya kentang tersebut ditambahkan daging ayam atau sapi cincang. Keduanya bisa juga diganti dengan kornet. Setelah semuanya tercampur, kentanggg dibentuk bulat dan kemudian dilapisi dengan telur. Setelahnya, perkedel sudah siap untuk digoreng. Jika warna sudah kecokelatan, perkedel sudah bisa diangkat dari minyak panas.


Dapur Buntut PIK
Rukan Garden House Blok B No.18E
Bukit Golf Mediterania
Pantai Indah Kapuk Jakarta

Kamis, 26 November 2015

Burger Hijau, Pink, dan Hitam, Mana yang Kamu Pilih?

Burger seperti apa yang kamu suka? Kalau bagi aku, burger dengan setidaknya dua lapis daging dengan tambahan bacon dan jamur. Kalau bisa double cheese biar rasanya semakin enak. Lupakan masalah kalori karena itu akan bertambah semakin banyak jika kamu memesan burger dengan ukuran XL.

Itu burger asyik dan mantap versi aku. Bagaimana dengan versi kamu? Bagi kamu yang amat concern dengan masalah diet, lupakan dulu burger alias hamburger super besar tersebut. Karena saat ini ada banyak restoran yang menawarkan burger warna-warni, mulai dari warna hitam, hijau, hingga kemerahjambuan.

Banyak orang  tertarik dengan makanan warna-warni. Ada yang bilang burger hitam lebih enak dibandingkan burger biasa. Kalau itu masalah rasa, kembali ke masing-masing orang. Semua itu adalah hasil kreativitas para chef menggunakan bahan pewarna khusus makanan dan  pewarna dari bahan alami sehingga menghasilkan roti dengan warna yang menarik.

Bahan alami yang biasa digunakan untuk menghasilkan warna hijau adalah daun suji dan daun pandan. Daun suji memberikan warna hijau yang lebih pekat dibandingkan daun pandan, tetapi  tidak memberi aroma seharum daun pandan. Untuk warna hitam, bahan alami yang digunakan adalah kluwek yang biasa digunakan untuk memasak rawon, pucung, daging bronkos, hingga sop konro.

Bahan-bahan alami tersebutlah dipergunakan untuk membuat roti burger warna-warni.

Burger Hitam
Meskipun rotinya bulat dan berwarna hitam, burger ini tak menakutkan. Burger disajikan dengan kentang goreng. Saya memesannya di sebuah food truck Chee Gen yang pada saat itu mangkal di parkir timur Grand ITC Permata hijau beberapa waktu yang lalu. Burger tersebut sebenarnya bukan dijual di dalam truk, lebih tepatnya di dalam sebuah bus berukuran sedang yang sudah dimodifikasi menjadi restoran yang mobile.

Chee Gen menjual berbagai  makanan,mulai dari hotdog, chicken wing, hingga french fries. Hotdog hitam juga tersedia di sini.


Burger Hijau 
Waroeng Mee juga menawarkan menu burger warna-warni. Salah satunya adalah roti burger berwarna hijau dengan taburan wijen di atasnya. Isian burger warna-warni hampir sama dari satu tempat makan ke resto yang lainnya, mulai dari beef, keju, serta sayur-mayur yang terdiri dari tomat, selada, dan timun. Lalu di antaranya diberi tambahan saus dan mayonais.

Jika ingin makanan yang lebih mengenyangkan, Waroeng Mee juga menyediakan menu Nasi Kikil yang ditumis dengan sambal hijau yang level yang cukup bikin bibir kepanasan. 


Burger Rada Nge-pink 
Ini juga salah satu menu burger dari Waroeng Mee dengan warna roti yang berbeda. Sebenarnya sulit mengidentifikasi apa warna sebenarnya dari burger ini. Tidak cokelat, tetapi juga tidak terlalu pink. Kita sebut saja sebagai Burger Rada Nge-pink.

Selain burger, Waroeng Mee juga menyediakan Lima Jajanan Gaul di Waroeng Mee, mulai dari Kebab Baba Rafi, Submarine Long Bread, Kue Cubit Campur-Campur, dan Roti Bakar Oma Stella.


Waroeng Mee
Jalan Blora No.36, Menteng,
Jakarta

Taiyaki, Kue Ikan Jepang Isi Kacang Merah hingga Vanila

Awalnya cuma sekadar lucu dan iseng ketika aku membeli Taiyaki, kue yang bentuknya ikan. Tidak berharap terlalu banyak dengan rasanya karena di pikiranku kalau kue yang bentuknya lucu, sering kali rasanya biasa saja atau bahkan kurang. Namun ketika menggigit bagian kepala taiyaki yang merupakan kue khas Jepang ini, saya jadi suka. Apalagi saya suka dengan isiannya, yaitu kacang  merah.

Karena suka, aku jadi kepo dengan bahan dan cara membuatnya. Bahannya ternyata mudah didapatkan di Indonesia, tak perlu mengimpor dari Negeri Sakura, mulai dari tepung terigu, gula pasir, bakpuder, telur ayam, dan air. Adonannya hampir sama dengan adonan untuk membuat dorayaki dan pancake.

Namun yang agak susah mungkin mencari cetakannya yang berbentuk persegi panjang. Cetakan tersebut terdiri dari dua bagian. Bagian kanan mencetak sisi taiyaki sebelah atas, bagian sebelahnya mencetak taiyaki bagian bawah.  Setelah agak matang, si chef memberikan isian di satu sisi taiyaki. Isinya bisa macam-macam, mulai dari cokelat, matcha, kacang merah, hingga vanila. Setelah cukup matang, kedua sisi disatukan. Taiyaki hangat siap disantap.

Taiyaki Ocharaka (15K)
Ini Taiyaki yang aku makan pertama kali, yaitu  di Ochakara, di food court Aeon Mall. Waktu kami datang, food court tampak sepi. Hanya beberapa orang saja yang sedang makan. Saya pun langsung menuju stand Ochakara dan langsung dilayani. Setelah membayar, chef langsung membuat taiyaki di ruang kaca sehingga kita dapat melihat bagaimana taiyaki dibuat.   

Taiyaki dijual per satuan 15K. Tetapi jika membeli tiga buah, kamu cukup membayar 40K. Ada diskon sebesar 5K setiap pembelian 3 pieces.

Rasanya lembut. Aku sendiri memesan taiyaki dengan toping kacang merah. Dua taiyaki lainnya diisi dengan cokelat. Rasanya sama-sama enak.Aku hanya memakan satu taiyaki karena kami akan makan malam di food court atas. Satu taiyaki cukup untuk mengisi perut untuk sementara!


Ocharaka 
AEON Mall  Lantai Ground, Food Culture
Jl. BSD Raya Utama, Serpong, Tangerang
No telp:  021 7249286

Taiyaki Patisserie (28K)
Saya makan Taiyaki ini di Jakarta Street Food Festival (JSFF) di La Piazza beberapa waktu yang lalu. Tema JSFF kali itu adalah Eropa. Namun begiitu, tak hanya makanan Eropa yang dijual di sini. Makanan Indonesia hingga Jepang juga memeriahkan acara kuliner yang diadakan setiap tahun ini.

Salah satu makanan khas Jepang yang hadir dalam acara ini Taiyaki Paisserie. Namun taiyaki yang dijual di sini agak berbeda dengan taiyaki Ocharaka. Taiyaki Pattisserie  tak terlalu tebal sehingga teksturnya lebih garing dibandingkan dengan taiyaki Ocharaka. Ada berbagai toping yang disediakan, tetapi saya memilih matcha supaya terasa Jepang-nya.


Taiyaki Patisserie 
Central Park Mall, Lantai Ground
Jl. Letnan Jendral S. Parman, Slipi,
Jakarta Barat 


Nasi Hainam dengan Berbagai Toping di Food Truck Dragon King


Nasi hainam merupakan makan khas China yang dimasak dengan kaldu dari daging ayam yang kemudian ditambahkan dengan santan dan berbagai bumbu lainnya. Nasi ini berwarna kecokelatan beraroma ena. Rasanya yummyyy. Biasanya nasi ini disajikan dengan ayam rebus jahe yang jika semakin dikunyah, rasanya menjadi semakin gurih. Rasanya biasanya memang soft banget. 


Di Food Truck Narsis beberapa waktu yang lalu di Grand ITC Permata Hijau, ada sebuah truk kecil yang menjual nasi hainam dengan tiga pilihan lauk. Selain ayam rebus jahe, Food Truck Dragon King juga menawarkan nasi hainam dengan lauk ikan teri balado dan ayam panggang.

Setiap paket nasi hainam terdiri dari satu porsi nasi yang tidak terlalu besar. Bagi yang lambungnya besar, porsi ini akan kurang membuat Anda kenyang. Menu dengan ayam panggang (dan menu lauk lainnya) ditambahkan satu butir telur cokelat yang dibelah menjadi dua. Sambal ditaruh dalam plastik kecil plus beberapa potongan mentimun. 


Menu nasi hainam dengan ikan teri balado juga tampil menggoda. Ikan teri medan digoreng dengan sambal berwarna merah.


Semua paket nasi hainam tersebut dibandrol dengan harga 30K per porsinya. Rasanya cukup enak. Salah satu teman komplain karena nasinya tidak terlalu banyak sehingga tidak "nendang" di perut. Bagi saya sendiri, porsi nasinya cukup. Pilihan toping saya adalah daging ayam yang dipanggang.

Teman saya yang lain lebih memilih daging ayam jahe rebus karena alasan harga. Masak daging ayam dan ikan teri dan ayam harganya sama?

“Wah belum tahu dia harga ikan teri medan juga hampir sama seperti ayam.” Kataku tersenyum dalam hati. Namun apa pun itu, saya cukup senang menikmati hari itu bersama mereka. Sementara saya memesan jus buah tanpa gula, satu teman saya asyik memutari parkir timur ITC Permata hijau.

Ada 13 tenan Food Truck yang hadiri, mulai Dimme Some yang menjual berbagai jenis dimsum. Chee Gen yang menjual hotdog, burger,chicken wing, hingga french fries. Ada food truck yang khusus menjual jus, yaitu Kaaramel Jus. Mie goreng rendang dijual di Doea Rawit. Crepes ice cream vanila with banana yang dijual di M & T Crepes. Bebek Combi menjual bebek dan ayam bakar dan goreng dengan sambal hitam. Tenan lainya adalah Sari Duren, Xdimo, Pojok Nasi Goang, Exotic, Street Dog, dan Chicken Town.


Dari Kerang Darah Hingga Macan, Mana yang Paling Kamu Suka?

Kerang terdiri dari berbagai jenis, mulai dari kerang hijau, kerang darah, kerang tahu, hingga kerang macan. Masing-masing memiliki bentuk dan warna yang berbeda. Meskipun semuanya sama-sama kenyal, masing-masing memiliki rasa gurih yang khas. Dari empat jenis tersebut, kerang mana yang paling kamu suka? Silakan baca di sini.

Kerang Hijau
Kerang hijau merupakan kerang yang paling banyak ditemukan di berbagai tempat makan, mulai dari warung tegal hingga restoran. Cangkangnya berwarna hijau dengan bentuk yang lonjong. Warna dagingnya berwarna orange dan terasa kenyal. Kerang ini bisa dimasak dengan dengan berbagai jenis saus, dimasak kuah kuning, digoreng, hingga dipanggang. Kerang ini adalah kerang hijau goreng sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan.


Kerang Darah
Dagingnya berwarna merah darah. Oleh karena itulah, kerang bergerigi dengan motif cangkang bergaris ini dinamai demikian. Cangkang berwarna abu-abu kecokelatan dan putih. Kerang jenis ini tidak direkomendasikan untuk digoreng. Paling enak dinikmati dengan cara direbus atau dimasak dengan berbagai jenis pilihan saos, mulai dari saus tiram hingga saus padang.


Kerang Tahu
Kerang tahu mempunyai cangkang yang mengilap dengan warna kekuningan seperti warna tahu. Warna dagingnya hampir mirip dengan warna cangkangnya dengan daging yang terasa lebih asin. Kerang tahu sering diolah dengan cara dipanggang, ditumis, dimasak bersama dengan  taosi, hingga dijadikan sup.Orang China paling sering menggunakan kerang ini untuk bahan makananya.


Kerang Macan
Kerang macam sudah mulai umum ditemui diberbagai restoran seafood. Kerang atau keong ini memiliki motif seperti macan tutul. Rasanya kenyal dan gurih. Kamu bisa mengambil dagingnya dengan sendok plastik kecil atau bisa langsung menyedotnya dari cangkangnya. Kamu akan mendapatkan sensasi yang berbeda bila melakukan hal tersebut. Keong ini hidup di laut dan paling banyak muncul pada musim hujan.